Pemprov Lampung

Gubernur Arinal Resmikan Gedung Pusat Kajian Cassava, Kelapa Sawit, Tebu, Kopi, Lada dan Kakao di Unila

20
×

Gubernur Arinal Resmikan Gedung Pusat Kajian Cassava, Kelapa Sawit, Tebu, Kopi, Lada dan Kakao di Unila

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung (LB): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meresmikan Gedung Pusat Kajian Cassava, Kelapa Sawit, Tebu, Kopi, Lada dan Kakao Fakultas Pertanian di Universitas Lampung, Rabu (8/11/2023).

Peresmian ditandai pengguntingan pita dan penandatangan batu prasasti oleh Gubernur Arinal Djunaidi, Sungai Budi Group Widarto dan Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani. Gedung ini merupakan hibah keluarga Winata (Widarto: Sungai Budi Group) untuk Universitas Lampung, khususnya Fakultas Pertanian.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Arinal mengapresiasi kepada Bapak Widarto bersama jajaran yang telah bersedia menyumbangkan bangunan Gedung Pusat Kajian Cassava, Kelapa Sawit, Tebu, Kopi, Lada dan Kakao ini.

Gedung Pusat Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga bagi perkembangan penelitian dan pengabdian masyarakat tentang Cassava (singkong), Kelapa Sawit, Tebu, Kopi, Lada dan Kakao di Provinsi Lampung dan di Indonesia.

“Saya sangat berharap kepada Universitas Lampung khususnya Fakultas Pertanian agar tidak hanya mendidik orang menjadi tahu tentang ilmu pengetahuan, namun pada saat setelah selesai dia harus mampu menerapkan ilmu yang didapatkan,” ujar Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal juga mengajak Fakultas Pertanian Universitas Lampung bersama pihak terkait untuk bekerja secara profesional dalam mendukung sektor pertanian Lampung.

Gubernur Arinal menjelaskan Provinsi Lampung merupakan produsen tapioka terbesar di Indonesia. Dia mengungkapkan di Provinsi Lampung terdapat sekitar 74 pabrik tapioka dengan kapasitas produksi lebih 2 juta ton.

Menurutnya, aktivitas semua pabrik tersebut membutuhkan bahan baku ubi kayu sebanyak minimal 8 juta ton. Namun, ketersediaan bahan baku di Lampung hanya sekitar 6,5 juta sampai 7 juta ton per tahun. Kondisi tersebut mengakibatkan industri tapioka di Lampung rentan mengalami kekurangan bahan baku.

“Oleh karena itu, saya berkomitmen mendukung segala upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan ketahanan pangan, khususnya komoditas Cassava/singkong, Kelapa Sawit, Tebu, Kopi, Lada dan Kakao,” jelasnya.

Gubernur Arinal juga berharap langkah yang dilakukan Pak Widarto menjadi inspirasi sehingga lebih banyak lagi pengusaha di Lampung yang mengikutinya.

Sementara itu, Presiden Direktur Sungai Budi Group Widarto berharap Pusat kajian ini menjadi bagian penting yang dapat digunakan untuk merespon permasalahan yang muncul, dan merupakan sarana yang berperan nyata dalam meningkatkan kemajuan daerah.

“Semoga Pusat kajian Unila ini dapat menjadikan rujukan solusi permasalahan yang ada,” ujar Widarto.

Widarto menuturkan sebagai pelopor untuk mengarahkan segala sumber daya yang ada, agar bisa memberikan kontribusi nyata kepada peningkatan kemajuan pertanian di Provinsi Lampung disadari keinginan agar pertanian di provinsi Lampung semakin Berjaya dan produktif.

“Maka kami keluarga Winata pada hari ini dengan tulus menghibahkan gedung Pusat Kajian ini kepada Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Kami berharap semoga dengan adanya Gedung Pusat Kajian ini, masalah pertanian bisa teratasi dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung akan meningkat, tetap jadi leader pertanian di Indonesia sehingga masyarakat petani dapat merasakan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani mengucapkan terima kasih kepada keluarga Winata yang telah menghibahkan Gedung Pusat Kajian ini. Rektor menyampaikan pihaknya akan menggunakan gedung tersebut dalam mendukung sektor pertanian.

“Terima kasih kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi atas segala dukungan kepada Universitas Lampung,” ujar Rektor. (adp/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *