Bandar Lampung (LB): Prof. Suharso, S.Si., PhD. menyampaikan alasannya tertarik mencalonkan diri untuk yang kedua kali sebagai Rektor Universitas Lampung (Unila) di Podcast “Bincang JMSI” di Rumah Siber JMSI Lampung, Senin (26/12/2022.
“Awalnya saya tidak ngotot, tetapi situasi seperti saat ini yang tidak aman sehingga terpanggil untuk mencalonkan diri,” buka Suharso mengawali perbincangan.
Rektor Unila mendatang menurutnya, harus punya integritas karena membesarkan sumber daya manusia serta harus menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila.
Misi dalam pencalonannya adalah niatan yang baik untuk Lokal dan nasional demi melakukan perubahan dan pembaharuan.
“Niat yang baik harus dimulai dari sesuatu yang baik,” katanya.
Bulan pertama jika terpilih Rektor, Suharso akan membenahi regulasi penerimaan mahasiswa baru, terutama jalur mandiri. Selain itu, dia juga akan berupaya meningkatkan kualitas Unila dengan menghilangkan jiwa-jiwa plagiat.
“Jiwa plagiarisme harus dihilangkan dari Unila. Selain itu, memaksimalkan sumber dana yang ada untuk berbagai penelitian dan event-event kerja sama sehingga para dosen mendapatkan manfaatnya,” tutur dia.
Menanggapi isu negatif terhadap persoalan di Unila yang turut mengimbas namanya, Suharso menjelaskan dia sempat diisukan macam-macam, tapi dia tidak disangkutpautkan dengan permasalahan uang. Dia juga mengatakan sempat diperiksa KPK.
“Mereka (KPK) menanyakan seputar Tupoksi saya,” ungkapnya.
Namun karena merasa tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh, Suharso dengan teguh terus melangkah melakukan tugasnya mengembangkan aset Unila.
“Kita berusaha menekan anggaran Unila dengan mendatangkan dana hibah dari berbagai sumber. Untuk mewujudkannya Kita harus positif thinking,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan akan merangkul semua pihak yang punya potensi. Suharso berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi dan Dikti mengacu kepada track record para calon rektor Unila yang maju pada pencalonan.
“Semoga, Suara di kementerian pendidikan dapat diberikan kepada calon yang tepat,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Prof. Suharso menjadi calon rektor dengan perolehan suara tertinggi dalam pemilihan tahap pertama yang digelar Senat Universitas Lampung pada Kamis, 22 Desember 2022 lalu.
Calon rektor yang kini menjabat Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan TIK Unila ini mempunyai sejarah panjang dalam menempuh dunia pendidikan.
Bukan berasal dari keluarga mampu, Prof. Suharso awalnya harus berjuang saat awal masa kuliah dengan menjadi buruh bangunan. Bahkan, keterbatasan biaya membuatnya terpaksa mengubur keinginan kuliah di Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung.
Dia kemudian kuliah dan memilih Progam Studi Kimia di Universitas Lampung pada 1984-1994. Lulus kuliah, pria kelahiran Tanjung Karang pada 53 tahun silam ini mencoba mendaftar sebagai dosen dan mengajar pada 1994.
Prof. Suharso juga mulai mengikuti kursus serta pelatihan dalam dan luar negeri hingga akhirnya diterima pada Curtin University of Technology, Applied Chemistry, Perth Australia pada 1998.
“Sambil kuliah di Australia saya pernah menjadi cleaning service untuk mencukupi kebutuhan,” kenang Prof. Suharso.
Saat itu dia sempat mendapat ucapan terima kasih dari pimpinan tempatnya bekerja. ”Kalau bukan karena kamu, pekerjaan kami di sini terganggu,” ujarnya menirukan ucapan pimpinannya saat itu.
Hal ini juga, ujarnya, yang melatarbelakangi Prof. Suharso untuk berupaya memanusiakan manusia. Bahkan menjadi catatan untuk melayani semua orang, bukan bertindak sebagai raja.
Prinsip tersebut diterapkan saat kuliah dan menjadi profesor termuda pada usia 39 tahun pada 2001 silam.
Riyawat Pendidikan
– SDN 6 Tanjung Karang 1983
– SMPN 5 Tanjung Karang 1986
– SMAN 2 Tanjung Karang 1989
– Sarjana (S-1) Universitas Lampung 1993
– Profesi Insinyur Universitas Lampung 2001
– Program Doktor (S-3) Curtin University of Technology 2003
Riwayat Jabatan
– Sekretaris Jurusan Kimia
– Ketua Tim Jaminan Mutu Fakultas MIPA
– Dekan FMIPA Universitas Lampung
– Tim Penilai Angka Kredit Fakultas
– Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan TIK
– Tim Penilai Angka Kredit Universitas Lampung
Pengalaman Organisasi
– ICMI Orsat Western Australia
– Himpunan Kimia Indonesia (HKI ) Lampung
– BKS Barat Bidang MIPA
– Perhimpunan Petani dan Nelayan Indonesia Lampung
– Asosiasi Staf Pengajar Indonesia
– Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Indonesia (BKPRMI) Lampung
– ICMI Orwil Lampung
– DPP IKA Unila
– Forum Bidang Kerja Sama BKS PTN Barat. (*)
Tidak ada komentar