oleh

Bupati Dendi Ramadhona Hadiri Bimtek Akselerasi Ekspor Kopi Dan Kakao

Pesawaran (LB): Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Kopi dan Kakao serta penyerahan bantuan Alsintan dan bibit dari Badan Karantina Pertanian kepada para petani di Kabupaten Pesawaran, Jumat (25/11/2022).

Bupati Dendi mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, yang telah memfasilitasi adanya bantuan yang diberikan kepada kelompok tani di Kabupaten Pesawaran.

“Bantuan yang sudah diterima para kelompok tani berupa bibit kakao sebanyak 300 ribu bibit, pupuk NPK 60 ton, dan pupuk Organik 105 ton untuk luasan 300 Ha yang disebar ke 27 kelompok tani. Bantuan ini untuk mendukung peremajaan tanaman Kakao di Kabupaten Pesawaran,” kata Dendi, di Aula Masjid Agung Ar-Royyan Islamic Center Kecamatan Gedong Tataan.

Dendi juga menjelaskan, salah satu misi pembangunan Kabupaten Pesawaran adalah untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan memperkuat perekonomian daerah dengan prioritas pembangunan pertanian.

“Subsektor perkebunan merupakan bagian dari sektor pertanian yang orientasi komoditinya agribisnis. Hal ini terbukti pada saat krisis ekonomi beberapa tahun lalu, sektor perkebunan memberikan kontribusi yang cukup positif dalam perekonomian nasional. Dan untuk komoditas unggulan Kabupaten Pesawaran dari sektor perkebunan terutama Kakao dengan luas areal 27.415 Ha dan kopi seluas 3.451 Ha,” ujar dia.

Dia berharap, dengan adanya peremajaan tanaman kakao dan kopi, produksi optimal, dan meningkatnya teknologi untuk pasca panen akan berdampak pula terhadap nilai ekonomi komoditas kakao dan kopi, sehingga Peluang ekspor komoditi perkebunan sebagai salah satu sumber devisa negara masih terus meningkat meskipun ditengah wabah Covid 19 yang tengah melanda dunia.

“Selain peningkatan ekspor, sesuai data BPS bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pertanian meningkat tajam dari 99,45 pada Juni 2020 menjadi 102,86 pada November 2020. NTP sub sektor tanaman perkebunan bahkan telah mencapai 110 pada bulan November 2020. Subsektor perkebunan pada November 2020 atau naik sebesar 2,25 persen dari Bulan Oktober. Kenaikan terutama terjadi pada kelompok kelapa sawit dan karet dimana terdapat kenaikan harga komoditas tersebut di pasar internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin mengatakan, disini kita juga akan melaksanakan Bimbingan teknis untuk tata kelola air, secara simultan, karena hal itu juga sangat penting untuk kita pahami secara bersama sama, karena air ini adalah sumber daya yang sangat strategis fungsinya bagi pertanian.

“Maka dari itu saya berharap kita semua bisa mengikuti Bimtek ini dengan baik karena kita akan dibekali ilmu-ilmu praktis untuk meningkatkan wawasan dalam aspek perkarantinaan, serta pengetahuan praktis dalam mengelola sumber daya air untuk tujuan bercocok tanam,” kata Sudin.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Badan Karantina Pertanian Wisnu Haryana mengatakan, saat ini pihaknya diberikan tugas sebagai koordinator dalam peningkatan ekspor produk pertanian.

“Sebelum melakukan ekspor terlebih dulu kita harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia, selain itu kita harus memperhatikan juga keberlanjutan pertanian kedepannya. Nilai ekspor komoditas pertanian di Lampung dari tahun ke tahun saat ini menurun. Oleh karena itu kita perlu melakukan upaya untuk kenaikannya kembali,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.