x

Kereen! SMAN 2 Pringsewu Dukung Kegiatan Ekstra Dan Wira Usaha

waktu baca 3 minutes
Rabu, 24 Feb 2021 01:43 0 147 admin

PRINGSEWU (lampungbarometer.id): Kepala SMAN 1 Abung Semuli (SMANSA MULI) Lampung Utara Drs. M. Suharyadi, M.Pd. mengaku kagum dengan kebersihan dan keasrian lingkungan SMAN 2 Pringsewu.

Hal itu disampaikan M. Suharyadi saat melakukan kunjungan kerja ke seolakh tersebut, Selasa (23/2/2021) bersama rombongan yang berjumlah 27 orang. “Sekolah ini bersih, tidak ada sampah padahal banyak pepohonan,” kata M. Suharyadi.

Menyikapi hal tersebut Kepala SMAN 2 Pringsewu Drs. Jumani Darjo, M.Pd. mengatakan sekolahnya menjaga kebersihan salah satunya dengan mengelola sampah organik menjadi pupuk cair dan pupuk humus yang bernilai jual. Pengelolaan sampah organik ini tujuan utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan melatih siswa untuk hidup sehat serta mampu berwira usaha.

“Kami berupaya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar tampak asri sekaligus menanamkan jiwa berwira usaha kepada peserta didik. Oleh sebab itu sampah organik kita giling menjadi serpihan yang bisa digunakan sebagai pupuk dan bernilai jual. Jadi kami dibantu anak-anak (siswa, red) mencoba mengelola sampah organik menjadi bernilai lebih,” ujar Drs. Jumani.

TAMPAK beberapa siswa SMAN 2 Pringsewu sedang mengolah sampah dengan mesin pencacah

Berdasarkan pantauan lampungbarometer.id, tampak beberapa siswa sedang memasukan sampah dedaunan ke dalam mesin pencacah. Setelah digiling daun-daun yang telah menjadi serpihan itu kemudian dimasukkan ke dalam drum (tong) penampungan. Selanjutnya diberi obat khusus dan  disimpan dengan ditutup rapat beberapa hari sebelum siap digunakan.

Kepada lampungbarometer.id, Danang, salah satu siswa kelas 11 IPA mengatakan pengelolaan sampah di sekolahnya merupakan salah satu kelompok wira usaha. Menurut siswa yang bercita-cita menjadi anggota TNI ini, dia bersama beberapa siswa diberi tanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.

“Pengelolaan sampah masuk dalam klub PKWU Go Green, yakni kelompok wira usaha. Sampah yang bisa diolah adalah sampah daun, nanti hasilnya akan menjadi seperti ini. Jadi daun-daun yang kita giling dengan mesin pencacah ini akan menajdi serpihan. Semakinkencang putaran mesin maka semakin baik hasilnya,” ujar Danang sambil menunjukkan hasil gilingannya.

Sementara itu, Nurfauzi (juga siswa Kelas 11 IPA), menunjukkan beberapa drum plastik berisi  daun yang telah digiling. Dia menjelaskan, saat ini hasil pengelolaan sampah ini baru digunakan sebatas lingkungan sekolahnya.

SISWA-SISWI tampak semangat dan semringah, mereka mengaku bangga dan senang bisa bersekolah di SMAN 2 Pringsewu.

“Ini yang sudah digiling Pak. Nanti bisa digunakan baik cair maupun yang berupa limbah seperti ini. Dan ini laku dijual,” ujar Nurfauzi, yang mengaku merasa bangga bisa bersekolah di SMAN 2 Pringsewu yang diamini dua rekannya yang lain Devin dan M. Iqbal.

Selain pengelolaan sampah, SMAN 2 Pringsewu juga mendukung kegiatan ekstra kurikuler. Bahkan, sekolah ini memiliki belasan kegiatan ekstra kurikuler, di antaranya Pramuka, Paskibra, Olah Raga, Paduan Suara, Musik dll.

Anggota ekstra kurikuler Musik Tina dan Adel, saat ditanya tentang perhatian sekolah terhadap kegiatan ekstra kurikuler di sekolahnya, mengatakan perhatian pihak sekolah cukup baik dan sangat mendukung.

“Kami senang sekolah di sini karena bukan hanya kegiatan pembelajaran yang didukung oleh sekolah tapi juga kegiatan ekstrakurikuler mendapat dukungan,” ujar Tina dan Adel. (Herdi/AK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Februari 2021
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
LAINNYA