Jakarta (LB): Pertemuan Nasional Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) Indonesia di Hotel Luminor Jakarta, 23-25 April 2026 menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Umum IKA PTKIN Indonesia Periode 2026–2030.
Forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi alumni PTKIN sekaligus mendukung visi besar menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia.
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.A., Ph.D., yang juga alumni PTKIN, hadir langsung dalam pertemuan nasional tersebut. Dilansir dari laman Kemenag.go.id, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. KH. Nasaruddin Umar, M.A., turut hadir memberi sambutan sekaligus mengukuhkan Idrus Marham sebagai Ketua Umum IKA PTKIN Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Agama (Menag) menegaskan kondisi global saat ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengambil peran strategis sebagai pusat peradaban Islam dunia. Menurutnya, situasi Indonesia yang relatif stabil menjadi modal utama dalam melahirkan pemikir-pemikir besar Islam pada masa mendatang.
“Memperhatikan situasi global sekarang ini, sangat tepat untuk mempersiapkan Indonesia menjadi episentrum peradaban dunia Islam ke depan. Dalam situasi perang lahir jenderal, tetapi dalam situasi damai lahir profesor,” ujarnya.
Menag juga menilai karakter Islam Indonesia yang moderat menjadi kekuatan tersendiri di mata dunia internasional. Islam Indonesia dinilai mampu hadir sebagai wajah Islam yang inklusif, damai, dan tidak menimbulkan ancaman bagi pihak mana pun.
“Tawaran Islam Indonesia adalah Islam moderat, yang tidak menimbulkan kecurigaan dan tidak menjadi ancaman bagi siapa pun,” tambahnya.
Sementara itu, Idrus Marham dikenal luas sebagai tokoh nasional yang memiliki pengalaman panjang di bidang politik dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia pada 2018. Selain itu, pernah menjadi anggota DPR RI tiga periode, yakni 1999–2004, 2004–2009, dan 2009–2014. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar).
Saat ini, Idrus Marham juga menjabat Ketua Ikatan Alumni (Iluni) UIN Alauddin Makassar. Dalam menjalankan roda organisasi, Idrus didampingi jajaran pengurus dari berbagai unsur alumni PTKIN. Lima ketua yang mendampinginya yakni Dr. Ida Fauziah, M.Si., Dr. TB Ace Hasan Syadzily, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., H. Lukman Hakim, M.Si., dan Prof. Dr. Idrus Al Hamid, M.Si. Posisi Ketua Harian dipercayakan kepada Dr. Ismail Cawidu yang juga Staf Ahli Bidang Komunikasi Publik Menteri Agama RI.
Sementara jabatan Sekretaris Umum diemban Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., yang saat ini menjabat Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia didampingi lima sekretaris, yakni Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., Husni Mubarok, Syahril Jamil, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., dan Dr. Amar Ahmad, M.Si.
Adapun Bendahara Umum dijabat Ketua Iluni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Drs. H. Cucu Sutara, M.M. Ia didampingi jajaran bendahara, yakni Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Idy Muzayyad, M.Si., Mahyudin, serta Dr. Sidiq Sisdiyanto, M.Pd.
Sidang forum dipimpin Ketua Forum Rektor PTKIN yang juga Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. Forum menyepakati mekanisme 10 formatur yang mewakili 59 IKA/Iluni PTKIN se-Indonesia untuk menyusun struktur kepengurusan secara komprehensif. Kepengurusan bidang selanjutnya disusun sebelum pengukuhan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.
Prof. Wan Jamaluddin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum nasional tersebut dan terpilihnya kepengurusan baru IKA PTKIN Indonesia. Menurutnya, keberadaan organisasi alumni PTKIN sangat strategis dalam memperkuat sinergi antara kampus, alumni, pemerintah, dan masyarakat.
“Selamat kepada Bapak Idrus Marham yang dipercaya memimpin IKA PTKIN Indonesia periode 2026–2030. Kami berharap kepengurusan ini mampu menjadi wadah pemersatu alumni PTKIN se-Indonesia, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi keagamaan negeri,” ujar Rektor.
Prof Wan juga berharap IKA PTKIN mampu menjadi kekuatan besar dalam mendorong daya saing lulusan, pengembangan jejaring nasional dan internasional, serta mendukung transformasi PTKIN menuju institusi yang unggul dan berkelas dunia.
Pembentukan IKA PTKIN Indonesia ini menjadi harapan baru bagi alumni PTKIN untuk terus berkembang dan memperluas kiprah pengabdian kepada bangsa dan negara. (Red)
Tidak ada komentar