Bandar Lampung (LB): Hujan deras yang turun pada Sabtu (6/3/2026) sore mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Bandar Lampung terendam banjir, di antaranya Jalan Letkol Endro Suratmin, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ratu Dibalau Tanjung Senang, Jalan Senopati Raya, Jalan Singosari Enggal dan sejumlah ruas jalan lainnya.
Di beberapa titik di ruas Jalan Letkol Endro Suratmin Sukarame, ketinggian air setinggi lutut orang dewasa sehingga mengakibatkan kemacetan parah di beberapa titik; di depan Lapangan Tembak, dan UIN Raden Intan Lampung. Bahkan terjangan banjir juga mengakibatkan pagar tembok lapangan golf Sukarame jebol.
Banjir cukup parah juga melanda ruas jalan menuju SMAN 12 Bandar Lampung. Luapan air dari drainase di kiri kanan jalan menggenangi badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh.
Salah satu pengguna jalan, Riki (18), warga Campang Raya yang ditemui di lokasi, mengatakan derasnya arus banjir sangat berbahaya bagi kendaraan roda dua yang melintas.
“Parah banget banjirnya, mudah-mudahan segera surut. Semoga Pemerintah Kota Bandar Lampung sigap untuk membenahi supaya mencegah banjir lebih parah,” ucap Riki.
Ungkapan senada di sampaikan pengguna jalan lainnya berinisial PAN (20), warga Sukabumi, Bandar Lampung. Pengemudi ojek online yang berstatus sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Bandar Lampung ini secara blak-blakan mengkritisi kebijakan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Menurutnya, daripada membangun gedung dan bangunan lain yang kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, lebih baik wali kota membenahi drainase dan normalisasi sungai.
“Parah banget banjirnya, apa lagi di depan UIN Raden Intan, tadi airnya bahkan lebih dari lutut orang dewasa. Wali Kota seharusnya memprioritaskan pembangunan drainase, embung dan normalisasi sungai supaya jangan sampai banjir seperti ini terus berulang dan semakin parah dari tahun ke tahun,” ujarnya.
“Selain itu, tidak boleh lagi diterbitkan izin pembangunan gedung di lokasi serapan air dan bantaran sungai karena akan berdampak buruk dan membahayakan warga Bandar Lampung sendiri,” imbuhnya.
“Jadi kepada Ibu Wali Kota, saya sebagai warga Bandar Lampung mohon Ibu Wali untuk merancang program pembangunan yang pro masyarakat. Jangan cuma ngitung untung secara finansial,” cetusnya.
Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan juga mengakibatkan banyak kendaraan mati mesin. Selain itu mengakibatkan antrean panjang kendaraan dan kemacetan total di sejumlah titik, di antaranya Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Sultan Agung Way Halim, Jalan Endro Suratmin, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Morotai. (Herdi)
Tidak ada komentar