x

‘Rahasia Kesaktian Raja Tua’ Dibedah di Metro

waktu baca 3 minutes
Minggu, 12 Okt 2025 22:31 0 428 admin

Metro (LB): Rangkaian Diskusi Buku Sastra yang digelar Lampung Literature yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sukses digelar di Kota Metro dengan tajuk Diskusi Sastra #2: “Rahasia Kesaktian Raja Tua” karya Zen Hae.

‎Bertempat di Nuwo Budayo Metro, kegiatan yang bekerja sama dengan Dewan Kesenian Metro ini menghadirkan pembacaan prosa, musikalisasi puisi, serta diskusi seputar buku “Rahasia Kesaktian Raja Tua” karya Zen Hae.
‎Diskusi menghadirkan tiga narasumber yakni Solihin Ucok, Arman AZ, dan Oyos Suroso HN. Turut hadir para penulis muda, siswa, mahasiswa, seniman, dan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Metro.

‎Dalam diskusi, para narasumber menyoroti bagaimana Zen Hae melalui Rahasia Kesaktian Raja Tua memadukan unsur sejarah, mitos, dan politik dalam bentuk prosa. Karya ini dipandang sebagai upaya menghidupkan kembali sejarah dan memori budaya yang kerap tersingkir dari wacana arus utama.

‎Arman AZ, salah satu narasumber, menekankan kekuatan karya Zen Hae terletak pada kemampuannya “menyusun ulang” sejarah—melihat masa lalu bukan sekadar sebagai arsip, melainkan membuatnya relevan dengan generasi sekarang.

‎“Yang harus kita pelajari dari Zen adalah ia tak mentah-mentah membaca tradisi lokal. Cerita rakyat yang nyaris beku ia tuliskan lagi dengan pemaknaan ulang dan kesegaran cara pandang.”

‎Oyos Suroso menyoroti bagaimana agar generasi muda dapat gandrung dengan sastra, yakni salah satunya dengan alih wahana. “Dari teks ke musik, film, komik, atau pertunjukan, semua itu cara untuk membuat karya tetap hidup dan menjangkau lebih banyak orang, khususnya untuk generasi sekarang” ujarnya.

‎Solihin Ucok menekankan catatan sejarah sering kali bukan catatan objektif, melainkan kisah yang dikonstruk oleh pihak tertentu untuk suatu kepentingan.

‎“Zen Hae mengingatkan bahwa di balik narasi besar sejarah selalu ada strategi politik, mitos, dan legitimasi yang sengaja dibangun. Dalam konteks Lampung, sastra memiliki potensi besar untuk membangun narasi kebudayaan di Lampung,” ungkapnya.

‎Dalam sambutannya, Iskandar, ketua Lampung Literature, menyampaikan buku Rahasia Kesaktian Raja Tua karya Zen Hae, adalah salah satu karya berkualitas, yang basis ceritanya dari sastra Lisan Lampung, khususnya Tubaba.

‎“Diskusi hari ini adalah momentum penting, buku ini bisa menjadi titik tolak untuk menghasilkan karya prosa yang berkualitas, dan menjadi pemantik bagi kegiatan sastra di Lampung,” ujarnya.

‎Amin Budi Utomo, ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Metro (DKM), menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara komunitas, lembaga budaya, dan masyarakat.

‎“Metro punya energi seni yang besar. Kehadiran Lampung Literature di sini memberi semangat baru bagi pegiat sastra lokal. Kami berharap kolaborasi dan kegiatan semacam ini menjadi tradisi berkelanjutan,” katanya.

‎Sementara itu, dari pihak Kementerian Kebudayaan RI, S. Metron menegaskan kembali pentingnya peran komunitas sastra sebagai ujung tombak diseminasi karya sastra di masyarakat.

‎“Program Penguatan Komunitas Sastra ini merupakan upaya untuk menjembatani karya sastra dengan pembaca. Selama ini, diseminasi karya sastra masih belum optimal. Karena itu, komunitas seperti Lampung Literature memiliki peran penting menjaga agar karya sastra terus hidup, dibaca, dan dibicarakan,” tegasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA