x

‎Guru Besar Unila Prihatin atas Dugaan Oknum Guru SMPN 19 Pesawaran ‘Bully’ Siswa ‎

waktu baca 2 minutes
Minggu, 22 Jun 2025 18:20 0 884 admin

‎Bandar Lampung (LB): Guru Besar Universitas Lampung Prof. Admi Syarif, Ph.D., menyatakan keprihatinannya atas informasi dugaan kasus perundungan (bullying) yang diduga dilakukan oknum guru di SMP Negeri 19 Pesawaran, Lampung.

‎Pernyataan itu disampaikan Prof. Admi saat berbincang santai bersama Paguyuban Bela Budaya Nusantara di Nuwono Tasya, Bandar Lampung, Sabtu (21/6/2025).malam.


‎”Sangat disayangkan jika perundungan itu terjadi di lingkungan sekolah dan justru dilakukan tenaga pendidik,” ujar Prof. Admi Syarif saat bincang-bincang bersama Bela Budaya Nusantara Nuwono Tasya, Sabtu (21/6/2025) malam.

‎Dia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dan pelindung bagi siswa di lingkungan pendidikan.

‎”Guru seharusnya menjadi pelindung dan teladan bagi siswa, bukan malah melakukan perundungan,” tegasnya.

‎Diketahui, Paguyuban Bela Budaya Nusantara dipimpin ketua Umum Mulyono bersilaturahmi dengan Prof Admi Syarif. Pada kunjungan ini, Prof Admi membahas berbagai persoalan sosial, budaya dan pendidikan di Lampung.

‎Sebelumnya, salah satu siswa kelas 8 SMPN 19 Kabupaten Pesawaran diduga mengalami perundungan yang dilakukan oknum guru saat mengikuti pelajaran Matematika.

‎Menurut pengakuan korban, ia mendapatkan kata-kata kasar dari gurunya karena kesulitan memahami soal yang diberikan.

‎“Saya dibilang tolol, bodoh. Badan aja gede, udah tolol, miskin lagi,” ucap siswa tersebut menirukan ucapan gurunya.

‎Perkataan itu membuat korban terpukul secara mental. Ia bahkan meminta kepada orang tuanya untuk pindah sekolah karena tidak sanggup lagi menghadapi suasana di kelas.

‎Mawar (39) Orang tua Siswa ini pun mengaku terkejut karena anaknya biasanya jarang bercerita. Namun hari itu, sang anak memberanikan diri bercerita kepada ibunya dengan kondisi menangis.

‎ “Anak saya tiba-tiba nangis, minta pindah sekolah. Setelah saya tanya, dia bilang pernah dimarahi dan direndahkan oleh guru Matematika,” ujar sang ibu, Rabu (18/6/2025).

‎Ia menjelaskan, anaknya memiliki kondisi khusus yang membuatnya lambat dalam memahami pelajaran. Hal tersebut kerap membuat anaknya kesulitan dalam mengikuti pelajaran secara normal.

‎“Anak saya memang besar badannya, tapi kalau disuruh mikir keras bisa sampai sakit.tapi bukan berarti bisa dimaki seperti itu. Dia memang bukan anak pintar, tapi tetap harus dihargai,” katanya. (*/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Juni 2025
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
LAINNYA