x

Rektor Unila Kena OTT KPK, Pimpinan DPD RI Bustami Minta Mahasiswa Jalur Mandiri yang Lolos Dibatalkan

waktu baca 2 minutes
Senin, 22 Agu 2022 19:40 0 159 Admin

LAMPUNG BAROMETER.ID (Bandar Lampung): Wakil Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Lampung Bustami Zainudin meminta mahasiswa Unila yang lolos seleksi jalur mandiri Tahun 2022 dievaluasi ulang, jika ditemukan adanya pelanggaran maka kelulusannya wajib dibatalkan.

“Mahasiswa Unila Tahun 2022 yang dinyatakan lolos seleksi melalui jalur mandiri harus dievaluasi secara terbuka, jika memang nanti ditemukan terjadi pelanggaran dalam proses kelulusannya maka yang bersangkutan bisa dianulir atau dibatalkan,” ujar Bustami, Senin (22/8/2022).

Selain itu, mantan Bupati Kabupaten Way Kanan ini juga meminta agar seleksi penerimaan mahasiswa baru Unila melalui jalur seleksi mandiri Universitas Lampung dihapuskan karena rentan menjadi pintu masuk untuk terjadinya korupsi.

“Mungkin sebaiknya penerimaan melalui jalur mandiri dihapuskan saja karena menjadi penerimaan mahasiswa melalui jalur ini sepertinya jadi cara yang legal untuk korupsi. Siapa yang punya uang dia bisa masuk dan lolos, ini jelas tidak adil dan melanggar,” katanya.

Menurut Bustami hal ini dia sampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas operasi tangkap tangan (OTT) Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Aom Karomani oleh KPK, Sabtu (20/8/2022) dini hari di Bandung.

Dia juga mengatakan peristiwa OTT KPK terhadap Rektor Unila adalah hal memalukan sekaligus sebuah cacat sejarah bagi Universitas Lampung sejak didirikan pada 23 September 1965. Tentu saja kita sangat prihatin. Sejak Unila hadir di Provinsi Lampung 57 tahun lalu, ini adalah pertama kali kita mengalami cacat sejarah,” ujar alumni Prodi Fisika Unila ini.

“Calon rektor Unila di masa depan harus punya pengalaman akademik serta harus transparan dalam pengelolaan dan pelaksanaan proyek di kampus. Seorang rektor tidak boleh bicara setengah kamar atau seperempat kamar dan bermain-main. Jadi intinya harus amanah dan bertanggung jawab. Harus transparan,” ucap Bustami.

Selain itu, Bustami juga menjelaskan cukup banyak menerima pengaduan dari para peserta seleksi masuk Fakultas Kedokteran Unila banyak yang tidak lolos tes meminta agar hasil tes tersebut dibuka.

“Sudah banyak peserta seleksi mahasiswa jalur mandiri yang mengadu ke saya, salah satunya mahasiswa yang tidak lulus padahal dia merasa nilainya besar. Mereka akan menghadap saya untuk melaporkan semuanya,” ungkapnya. (AK)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA