SAYA tergelitik menulis coretan ini usai diskusi santai ngalor-ngidul ditemani kopi hitam dengan seorang kawan lama di salah sudut Kota Bandar Lampung pada sebuah akhir pekan yang cerah. Di petang yang meriah itu ada ocehan menarik sekaligus ngagetin prihal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung yang ternyata paling rendah di Sumatera. Oh my God!
Saya sempat tidak percaya, sebab Provinsi ini wilayah di luar Pulau Jawa yang paling dekat dengan Ibu Kota Jakarta, punya ratusan sekolah dan puluhan perguruan tinggi. Belum lagi mall dan hotel yang kian menjamur, mana mungkin memiliki IPM paling rendah. Itulah yang saya yakini.
Dibelit rasa penasaran yang akut, saya mencoba menggali referensi dan informasi dengan berselancar melalui internet. Dan benar, data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) melalui laman resminya di alamat https://www.bps.go.id memajang angka-angka IPM seluruh provinsi di Indonesia.
Alamaak! Ternyata Lampung selama 10 tahun terakhir ini menjadi provinsi dengan indeks pembangunan manusia paling buncit di Sumatera.
Berdasarkan data BPS, indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Lampung pada 2020 adalah 69,69, tepat di bawah Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki IPM 70,01. Hal lain yang juga cukup membuat kaget, Provinsi Bengkulu dan Provinsi Jambi yang dianggap tertinggal ternyata memiliki IPM lebih baik dari Lampung.
Provinsi Bengkulu memiliki IPM 71,40 sedangkan Jambi 71,28, jauh di atas Lampung yang selama ini dianggap memiliki semua potensi untuk lebih maju.
Apa sih sebenarnya IPM itu? Istilah ini memang tidak terlalu dikenal masyarakat awam. IPM adalah Indeks Pembangunan Manusia atau dalam bahasanya “Mr. Donald Trump” disebut Human Development Index.
Yaitu pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, standar hidup dan daya beli. IPM adalah potret yang menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Jadi ini merupakan salah satu (kalau tidak bisa dibilang satu-satunya) indikator yang paling tepat untuk mengukur tingkat kesejahteraan dan kemajuan suatu daerah.
Lalu siapa yang patut dipersalahkan dalam situasi ini? Tak perlu mencari kambing hitam, putih atau kambing warna apa saja. Saatnya pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bekerja bersama demi Lampung yang lebih baik. Hal ini menjadi cermin sekaligus catatan bagi para Bupati dan Gubernur agar bekerja lebih keras demi Lampung yang kita cintai.
***
Berdasar data Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek Tahun 2021, Lampung dengan luas wilayah 35.376,50 km2, memiliki 13.266 sekolah dan sekitar 112.173 guru.
Selain itu di Lampung ada lebih 60-an perguruan tinggi, tujuh di antaranya perguruan tinggi negeri; Unila, UIN Raden Intan Lampung, Itera, Polinela, Poltekkes, STAIN Jurai Siwo dan STO Metro.
Daftar IPM Provinsi di Sumatera berdasarkan data Badan Pusat Statistik selama tiga tahun terakhir 2018, 2019, 2020
1. Kepulauan Riau: 74,84 – 75,48 – 75,59
2. Riau: 72,44 – 73,00 – 72,71
3. Sumatera Barat: 71,73 – 72,39 – 72,38
4. Aceh: 71,19 – 71,90 – 71,99
5. Sumatera Utara: 71,18 – 71,74 – 71,77
6. Kepulauan Babel: 70,67 – 71,30 – 71,47
7. Jambi: 70,65 – 71,26 – 71,29
8. Bengkulu: 70,64 – 71,21 – 71,40
9. Sumatera Selatan: 69,39 – 70,02 – 70,01
10. Lampung: 69,02 69,57 69,69
Sumber BPS (https://www.bps.go.id)
Tidak ada komentar