LAMPUNG SELATAN (lampungbarometer.id): Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung mendapat pembinaan pembuatan tepung modified cassava flour (Mocaf) atau tepung ubi kayu termodifikasi, dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas pembuatan tepung mocaf tersebut ditutup Rabu (23/6/2021), dengan dihadiri Ketua Pokja III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP-PKK Pusat Irma Zainal dan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Yusharto Huntoyungo.
Dalam sambutannya, Irma Zainal sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini di Provinsi Lampung. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Ketua PKK Provinsi Lampung.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Gubernur dan Ketua TP PKK Provinsi Lampung beserta jajaran atas dukungan demi terlaksananya kegiatan ini,“ ujar Irma.

FOTO BERSAMA. Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung foto bersama Ketua Pokja Bidang TP PKK Pusat Irma Zainal dan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Yusharto Huntoyungo.
Irma mengatakan peserta kegiatan ini telah mendapat banyak pengalaman belajar untuk memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan budi daya singkong, proses produksi mocaf, hingga pengemasan dan pemasaran.
“Jadilah pelopor perubahan atau agent of change bagi masyarakat. Tim Penggerak PKK akan terus memantau dan mengevaluasi efektivitas program ini,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Yusharto Huntoyungo menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberi pengetahuan, pemahaman dan keterampilan terkait pengolahan singkong menjadi mocaf serta produk turunannya, tidak hanya bagi pengurus dan kader TP-PKK, tapi juga kepada petani singkong.
Yusharto juga menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, khususnya bidang pangan.
Melalui pembuatan tepung mocaf, ujarnya, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan konsumsi tepung mocaf secara massif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti dalam membuat kue, mie, dan bubur.
“Penggunaan tepung terigu harus sudah mulai ditinggalkan, hal ini untuk mengurangi impor terigu yang kini membebani neraca pembayaran sekaligus mengurangi subsidi pemerintah,” ujar Yusharto.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Kementerian Dalam Negeri atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas ilmu-ilmu yang telah diberikan kepada kader-kader kami. Harapan saya setelah ini mereka akan tetap kami pantau,” ujarnya.
Riana berharap ilmu yang diperoleh bermanfaat dan berguna sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu, ilmu yang didapat bisa dibagikan kepada masyarakat di kabupaten/kotanya masing-masing.
“Mudah-mudahan semua bisa berhasil dan bersama-sama mendukung gerakan menggunakan mocaf ini agar petani kita semakin berjaya dan semakin meningkat perekonomiannya,” ujar Riana. (red)
Tidak ada komentar