oleh

Suka dan Duka Prajurit TNI Penjaga Perbatasan

BOVEN DIGOEL (lampungbarometer.id): Menjadi prajurit TNI memang tidak mudah. Selain wajib memiliki keterampilan militer dan disiplin tinggi, juga harus siap ditugaskan di manapun baik ke daerah konflik ataupun ke daerah ‘pinggiran’ Indonesia untuk menjaga perbatasan wilayah Republik kita. Selain fisik, prajurit penjaga perbatasan Indonesia harus menyiapkan mental dengan matang untuk melalui tantangan saat menjalankan tugasnya. Saat ini dirasakan prajurit TNI dari Batalyon 143/Tri Wira Eka Jaya bermarkas di Natar Lampung selatan, yang saat ini bertugas di wilayah timur Papua. Jauh dari Keluarga. Ini adalah hal yang pasti akan dialami para prajurit TNI, mereka harus bertugas ke luar dan berpisah jauh dari keluarga. Selain harus berpisah dengan keluarga terkasih dalam waktu yang cukup lama, mereka juga (sebagian pos) kesulitan melakukan kontak dengan keluarga karena sarana telekomunikasi yang minim dan akses jalan yang sangat sulit dilewati. Salah satunya seperti Desa Galangan Kampung Subur dan Kampung Aiwat, Kabupaten Boven Digoel. Saat mendapat dorongan logistik yang akan didistrbusikan ke pos-pos yang harus dilewati melalui jalan darat maupun kegiatan patroli sehari-hari, terdapat jalan yang sangat parah. “Tapi kami tetap semangat apapun kendalanya, demi menjaga NKRI” ucap Sertu Sibarani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.