oleh

Siswa SDN Palas Jaya Diduga Meninggal Usai Divaksin MR

PALAS (lampungbarometer.com): Hafidz Khoirul Azam (6), pelajar SDN Palas Jaya, Kabupaten Lampung Selatan diduga meninggal setelah divaksin imunisasi MR (measless rubella), Sabtu (8/9/2018). Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Hafidz mendapatkan imunisasi MR oleh petugas Puskesmas Palas di Balai Desa Palas Jaya, Selasa (4/9/2018). Setelah diimunisasi MR, bocah kelas 1 SD tersebut demam disertai muntah darah selama tiga hari. Melihat kondisinya yang memburuk, Sabtu (8/9), keluarganya membawa Hafidz ke RS Bob Bazar Kalianda. Namun sesampainya di RS Pukul 19.30 WIB, sang anak sudah meninggal dunia. Mengetahui Hafidz meninggal, orang tuanya kemudian membawa korban kembali pulang. Kemudian Minggu (9/9), jenazah Hafidz dimakamkan di permakaman umum desanya. Pemakaman almarhum dihadiri Camat Palas Rikawati, Kepala Desa Palas Jaya Sutaji, Babinkamtibmas Brigadir Zaki, dan Babinsa Koramil 421-08 Palas Serda Aprizal. Keluarga korban menerima dengan lapang dada musibah yang dialami keluarganya. Sebelumnya juga diberitakan seorang siswa SD bernama Agustina Logo, di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua meninggal dunia setelah disuntik vaksin campak dan rubella. Bocah perempuan berusia 9 tahun ini dikabarkan pingsan setelah disuntik vaksin MR oleh petugas medis. Informasi dari berbagai sumber menyebutkan Agustina merupakan siswa ke enam yang disuntik vaksin campak dan rubella di sekolahnya. Sesaat setelah disuntik, Agustina langsung pingsan sehingga dilarikan ke RSUD Wamena, namun dalam perjalanan anak itu sudah meninggal dunia. Salah seorang guru yang mengantar Agustina ke RSUD mengatakan bahwa anak tersebut memang pernah pingsan saat di sekolah. “Sering pingsan. Itu sudah lama,” kata seorang guru di RSUD. Sedangkan, 5 siswa lainnya yang sebelumnya disuntik vaksin campak dan rubella bersama-sama dengan Agustina, dilaporkan dalam keadaan baik. [**/hms]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.