oleh

Satgas Diving Novriadi: Peserta Pelatihan Pemandu Wisata Selam Harus Taat Instruksi

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Satgas Diving Kabupaten Pesawaran Novriadi mengatakan peserta Kegiatan Pemandu Wisata Alam (Selam) 2019 harus memperhatikan instruksi mentor dan instruktur. Hal itu disampaikan Novriadi, Kamis (12/9/2019) di lokasi penyelaman sekitar Pulau Mahitam. “Peserta pelatihan harus menggunakan alat bantu Self Contained Underwater Breathing Apparatus (SCUBA), yakni peralatan untuk bernafas dalam air,” katanya. Dia menyebutkan, peralatan SCUBA di antaranya: Tabung, Regulator (selang untuk menyalurkan oksigen dari tabung ke mulut), Oktopus (alat untuk menyembungkan dari selang regulator ke mulut dengan cara digigit), Deep Gauges (alat pengukur kedalaman), Presure Gauges untuk mengukur tekanan/kapasitas udara dalam tabung. Kemudian, BCD (alat berbentuk rompi untuk menempelkan tabung ke badan), Weight Belt (alat berupa besi dan sabuk untuk menambah berat kita supaya dapat tenggelam), Wetsuit (baju selam yang menutupi rapat tubuh), Masker (alat untuk melihat dalam air), Fin (alat bantu yang sering disebut kaki katak). Dalam kegiatan pelatihan ini peserta kegiatan juga mendapatkan teknik dasar penyelaman, antara lain: 1. Harus Yakin dan Tenang Peserta harus yakin bahwa bisa melakukannya, karena segala prosedur dan peralatan yang digunakan sudah terbukti aman untuk semua orang yang mengikutinya. Tenang adalah sikap yang paling utama dalam penyelaman perdana. “Peserta tidak perlu khawatir jika terjadi sesuatu di dalam air karena para peserta pemandu wisata selam tidak akan dan jangan melakukan penyelaman sendiri (never dive alone). Ada teman (buddy), pastikan buddy penyelam yang sudah memiliki sertifikat penyelaman. Dalam keadaan apapun usahakan tenang, karena dengan tenang maka penyelam lebih mudah berfikir dan bergerak di dalam air,” katanya. 2. Melakukan Prosedur Entry dengan Benar Entry atau proses masuk ke air adalah proses dimana penyelam akan merasa sangat takut dan senang. Penyelam dapat melakukannya dengan beberapa cara yaitu memasang SCUBA dive di air atau melompat sambil sudah menggunakan Scuba. “Cara yang recomended adalah memasang alat SCUBA di air sekalipun masih pemula,” katanya. 3. Mengikuti Petunjuk Arahan Instruktur Peserta penyelam pastinya dibantu dive master sebagai pelatih penyelam. Ikutilah segala petunjuk dan aktivitas diving. Biasanya peserta selam akan di-briefing terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam air. Lakukanlah dengan baik dan setaat mungki agar penyelam dapat belajar tahap demi tahap sehingga mendapatkan kenyamanan dalam penyelaman. 4. Lakukan Gerakan Tubuh Secara Benar dan Nyaman Posisi badan akan sangat mempengaruhi penyelaman (bouyency/daya apung) kita dalam air. Buat badan Anda senyaman mungkin untuk melakukan pergerakan, tidak perlu terburu-buru karena tidak ada yang perlu diselesaikan dalam penyelaman pemula. Lakukan juga pergerakan tangan dan kaki secara benar supaya dapat menghasilkan tenaga yang kuat dan tidak cepat capek. 5. Ekualising Saat Turun Ekualising adalah tindakan menyesuaikan tekanan dalam kuping dengan bagian luar tubuh. Cara yang bisa digunakan yaitu dengan menutup lubang hidung kemudian keluarkan udara lewat hidung dengan tangan masih memencet hidung anda. Atau bisa juga anda menelan ludah (ini biasanya dilakukan oleh yang sudah profesional). Untuk waktu ekualising lakukanlah sesering mungkin, jangan sampai terasa sakit baru anda ekualising. Sebisa mungkin jika anda masuk setiap 1 meter lakukanlah ekualising meskipun kuping anda tidak merasa sakit atau tertekan. 6. Jangan Takut, Nikmati Penyelaman Kegiatan diving ini termasuk kegiatan yang mahal, jadi jika para peserta selam tidak dapat menikmati maka percuma saja penyelam membuang uang banyak untuk hal yang tidak dinikmati. Karena berada dalam air dengan waktu yang cukup serta melihat pemandangan terumbu karang, ikan, biota lain secara langsung adalah pengalaman paling menarik dalam hidup. Demikian arahan Satgas Diving Kabupaten Pesawaran Novriadi kepada peserta Pelatihan Pemandu Wisata Selam Kabupaten Pesawaran Tahun 2019.PESAWARAN (lampungbarometer.id): Satgas Diving Kabupaten Pesawaran Novriadi mengatakan peserta Kegiatan Pemandu Wisata Alam (Selam) 2019 harus memperhatikan instruksi mentor dan instruktur. Hal itu disampaikan Novriadi, Kamis (12/9/2019) di lokasi penyelaman sekitar Pulau Mahitam. “Peserta pelatihan harus menggunakan alat bantu Self Contained Underwater Breathing Apparatus (SCUBA), yakni peralatan untuk bernafas dalam air,” katanya. Dia menyebutkan, peralatan SCUBA di antaranya: Tabung, Regulator (selang untuk menyalurkan oksigen dari tabung ke mulut), Oktopus (alat untuk menyembungkan dari selang regulator ke mulut dengan cara digigit), Deep Gauges (alat pengukur kedalaman), Presure Gauges untuk mengukur tekanan/kapasitas udara dalam tabung. Kemudian, BCD (alat berbentuk rompi untuk menempelkan tabung ke badan), Weight Belt (alat berupa besi dan sabuk untuk menambah berat kita supaya dapat tenggelam), Wetsuit (baju selam yang menutupi rapat tubuh), Masker (alat untuk melihat dalam air), Fin (alat bantu yang sering disebut kaki katak). Dalam kegiatan pelatihan ini peserta kegiatan juga mendapatkan teknik dasar penyelaman, antara lain: 1. Harus Yakin dan Tenang Peserta harus yakin bahwa bisa melakukannya, karena segala prosedur dan peralatan yang digunakan sudah terbukti aman untuk semua orang yang mengikutinya. Tenang adalah sikap yang paling utama dalam penyelaman perdana. “Peserta tidak perlu khawatir jika terjadi sesuatu di dalam air karena para peserta pemandu wisata selam tidak akan dan jangan melakukan penyelaman sendiri (never dive alone). Ada teman (buddy), pastikan buddy penyelam yang sudah memiliki sertifikat penyelaman. Dalam keadaan apapun usahakan tenang, karena dengan tenang maka penyelam lebih mudah berfikir dan bergerak di dalam air,” katanya. 2. Melakukan Prosedur Entry dengan Benar Entry atau proses masuk ke air adalah proses dimana penyelam akan merasa sangat takut dan senang. Penyelam dapat melakukannya dengan beberapa cara yaitu memasang SCUBA dive di air atau melompat sambil sudah menggunakan Scuba. “Cara yang recomended adalah memasang alat SCUBA di air sekalipun masih pemula,” katanya. 3. Mengikuti Petunjuk Arahan Instruktur Peserta penyelam pastinya dibantu dive master sebagai pelatih penyelam. Ikutilah segala petunjuk dan aktivitas diving. Biasanya peserta selam akan di-briefing terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam air. Lakukanlah dengan baik dan setaat mungki agar penyelam dapat belajar tahap demi tahap sehingga mendapatkan kenyamanan dalam penyelaman. 4. Lakukan Gerakan Tubuh Secara Benar dan Nyaman Posisi badan akan sangat mempengaruhi penyelaman (bouyency/daya apung) kita dalam air. Buat badan Anda senyaman mungkin untuk melakukan pergerakan, tidak perlu terburu-buru karena tidak ada yang perlu diselesaikan dalam penyelaman pemula. Lakukan juga pergerakan tangan dan kaki secara benar supaya dapat menghasilkan tenaga yang kuat dan tidak cepat capek. 5. Ekualising Saat Turun Ekualising adalah tindakan menyesuaikan tekanan dalam kuping dengan bagian luar tubuh. Cara yang bisa digunakan yaitu dengan menutup lubang hidung kemudian keluarkan udara lewat hidung dengan tangan masih memencet hidung anda. Atau bisa juga anda menelan ludah (ini biasanya dilakukan oleh yang sudah profesional). Untuk waktu ekualising lakukanlah sesering mungkin, jangan sampai terasa sakit baru anda ekualising. Sebisa mungkin jika anda masuk setiap 1 meter lakukanlah ekualising meskipun kuping anda tidak merasa sakit atau tertekan. 6. Jangan Takut, Nikmati Penyelaman Kegiatan diving ini termasuk kegiatan yang mahal, jadi jika para peserta selam tidak dapat menikmati maka percuma saja penyelam membuang uang banyak untuk hal yang tidak dinikmati. Karena berada dalam air dengan waktu yang cukup serta melihat pemandangan terumbu karang, ikan, biota lain secara langsung adalah pengalaman paling menarik dalam hidup. Demikian arahan Satgas Diving Kabupaten Pesawaran Novriadi kepada peserta Pelatihan Pemandu Wisata Selam Kabupaten Pesawaran Tahun 2019.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.