oleh

Rumah Baca Yussuf Bangun Budaya Membaca Dari Dusun

Setiap sore bangunan yang pagarnya selalu terbuka ini dikunjungi sedikitnya 5-10 anak-anak. Mereka bermain sembari membolak balik buku bacaan yang mereka ambil dari rak buku. Detik selanjutnya terdengar suara lucu mereka saat mengeja kalimat per kalimat dengan setengah berteriak. Mereka terlihat riang berkumpul bersama, lalu ada yang berlari lari menukar buku lainnya, bahkan saling berebut. Suasana seperti itu gambaran di Rumah Baca  Yussuf (RBY) yang baru dibuka pada 31 Agustus Tahun 2017 lalu tengah program Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang digaungkan perintah. Aan Frimadona Roza, pengelola Rumah Baca Yussuf, kepada lampungbarometer.com, mengaku terpanggil untuk mendukung program pemerintah tersebut dengan menyediakan tempat persinggahan bagi yang tertarik untuk membaca buku, terutama anak-anak. “Ini menjadi tempat bermain dan membaca yang berada di dusun meskipun telah banyak berdiri perpustakaan kampung, taman baca, perpustakaan sekolah serta peran relawan membaca di setiap daerah dengan bergerak mengelorakan budaya baca dengan model pustaka bergerak membawa buku bacaan dari kampung ke kampung,” kata ayah satu putra lulusan pascasarjana jurusan IPS yang berprofesi sebagaj guru ini. Aan juga mengungkapkan Rumah Baca Yussuf (RBY) memiliki kurang lebih 150-an buku bacaan yang disediakan secara gratis untuk pelajar sekolah dasar dan anak-anak seputaran Kampung Bhakti Negara. “Kita berharap RBY dapat menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca di luar lingkungan sekolah kepada anak-anak. Karena biasanya mereka sepulang sekolah menghabiskan waktu hanya dengan bermain. Di Rumah Baca Yussuf mereka bisa bermain sambil membaca,” ujar Aan. Selanjutnya dia menyampaikan RBY berdiri atas gagasannya bersama mahasiswa KKN Universitas Lampung 2017 di Kampung Bhakti Negara. “Dengan didukung aparatur kampung serta kecamatan setempat kita mulai dengan menebar informasi kepada masyarakat untuk mendonasikan buku bacaan baik baru maupun buku bekas layak baca sebagai tambahan referensi bacaan bagi anak-anak,” ujar guru SMPN 2 Kasui ini. Sementara itu, Koordinator Rumah Baca Yussuf Siti Nurhasanah mengatakan saat ini sudah 50 an anak yang berkunjung ke rumah baca ini. “Ini menjadi alternatif tempat belajar bagi anak-anak di sore hari. Buku bacaan terus kami upayakan dari donasi kawan-kawan yang peduli dan nantinya akan kami isi dengan program kegiatan lomba membaca, mewarnai, melukis bahkan nonton film bareng pada acara bulanan dengan swadaya biar rame nantinya,” ujar mahasiswi STAI Ma’arif Way Kanan ini. Selanjutnya Nur mengatakan bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan buku atau alat penunjang lainnya dapat datang langsung ke Rumah Baca Yussuf atau mengirimnya ke alamat Jalan Arjuna, Dusun Pekalongan, Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Baradatu, Way Kanan Kode Pos 34561 (081379769523).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.