oleh

Prof. Gede Panen Pokcoi Hidroponik Bersama Siswa Abung Semuli

LAMPUNG UTARA (lampungbarometer.id): Pembantu Dekan (PD) I Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) Prof. I Gede Wiranata, S.H., M.H., mengunjungi SMAN 1 Abung Semuli Lampung Utara dan panen pokcoi yang ditanam dengan sistem hidroponik bersama siswa sekolah tersebut, Sabtu (27/4/2019). Di hadapan puluhan siswa dan guru SMAN 1 Abung Semuli Prof. Gede menyampaikan menanam sayur-sayuran dalam teknik hidroponik sangat simpel dan cocok untuk daerah dengan areal yang sudah sempit. “Menanam dengan teknik hidroponik ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, terutama di daerah yang lahan pertaniannya sempit,” kata profesor ahli hukum yang cinta pertanian ini. Dalam kesempatan ini Prof. Gede mengatakan jika ada tanaman yang diserang ulat sebaiknya segera dicabut dan dibuang. “Kalau ada yang dimakan ulat sebaiknya langsung dicabut,” katanya. Dia juga mengingatkan agar dalam memamen pokcoi jangan sampai salah agar kualitasnya tetap terjaga. Hal itu dia sampaikan sambil mencontohkan bagaimana memanen pokcoi dalam sistem hidroponik yang benar. “Pertama, ambil netpot dari tempatnya kemudian cabut batangnya dengan menahan sumbu pada netpot, sehingga akar tercabut dan sumbu bisa dipakai lagi pada penanaman berikutnya. Jika kita panen dengan cara yang tepat maka kualitasnya akan terjaga sehingga harga jualnya tinggi .Harga jualnya saat ini Rp 7 ribu per pohon, Rp 20 ribu per kilo gram,” katanya. Selain panen pokcoi, Prof. Gede juga sempat meninjau dan panen buah melon yang ditanam di kebun sekolah tersebut. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Abung Semuli M. Suharyadi, M.Pd., mengatakan sayur-sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik ini berhasil dilakukan siswa dan guru setelah mendengar arahan Prof. Gede. Lebih lanjut M. Suharyadi menyampaikan sayur-mayur ini dilaksanakan dalam rangka mengikuti Lomba Sekolah Sehat Unit Kegiatan Sekolah (LSS-UKS). “Penanaman ini adalah bagian dari persiapan SMAN 1 Abung Semuli dalam ajang LSS-UKS Tingkat Nasional,” kata M. Suharyadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.