oleh

PPDB Online Jalur Zonasi, Warga Kelurahan Jagabaya Bandar Lampung Tak Bisa Masuk SMA Negeri

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi Tahun 2019 dengan sistem aplikasi Online yang ditentukan berdasarkan jarak domisili calon peserta didik telah merenggut peluang calon siswa SMA untuk masuk di sekolah pilihannya. Bahkan, calon siswa yang berdomisili di wilayah tertentu, terpaksa mengubur mimpi untuk bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Di Kota Bandar Lampung misalnya, salah satu wilayah (kelurahan) yang dirugikan akibat penerapan sistem PPDB berbasis aplikasi daring ini adalah calon siswa yang berdomisili di Kelurahan Jagabaya. Sebab, di daerah ini tidak ada gedung SMA yang jaraknya ideal. Salah satu korban dari penerapan aplikasi dalam PPDB Jalur Zonasi Tahun 2019 adalah salah satu pendaftar berinisial RAP yang beralamat di Jalan Mekar Sari Jagabaya 2 Bandar Lampung. Alumnus SMPN 5 Bandar Lampung ini terpaksa mengubur mimpinya untuk bisa masuk di sekolah pilihannya, yakni SMAN 5 Bandar Lampung dan SMAN 12 Bandar Lampung. Berdasarkan informasi yang diterima lampungbarometer.id remaja berjilbab ini merupakan siswa yang cukup pintar meskipun tidak meraih predikan ranking di kelasnya. Kepala SMAN 5 Bandar Lampung Hendra Putra, M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya hanya melaksanakan tugas sesuai Petunjuk Teknis yang telah ditetapkan. “Kita bekerja sesuai Juknis. iniyang bekerja adalah aplikasi jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jarak domisili sangat menentukan, jarak terdekat secara otomatis akan duduk di peringkat teratas, demikian seterusnya berurutan sesuai jarak domisili ke sekolah yang dipilih,” katanya. Berdasarkan penelusuran lampungbarometer.id, menggunakan aplikasi Google Maps, SMA terdekat dari Kelurahan Jagabaya 2 (dihitung dari Jalan Pulau Buton, red) adalah SMAN 1 Bandar Lampung yang berjarak 3,8 Km. Kemudian SMAN 9 Bandar Lampung (4,0 Km), SMAN 5 Bandar Lampung (4,9 Km), SMAN 10 Kota Bandar Lampung (5,4 Km) dan SMAN 12 Bandar Lampung berjarak 6,9 Km. Sementara itu, di laman resmi penerimaan peserta didik baru SIAP PPDB Online Provinsi Lampung di http://lampung.siap-ppdb.com, jarak terendah dan tertinggi domisili calon siswa yang tertera di laman tersebut memang jelas berpotensi membunuh peluang calon siswa yang bersomisili di Kelurahan Jagabaya 2. Adapun jarak terendah dan jarak tertinggi untuk SMAN 1 Bandar Lampung untuk Program MIPA terendah 126 meter dan tertinggi 1.379 meter untuk Program IPS terendah 80 meter tertinggi 1.280 meter; SMAN 9 Bandar Lampung, MIPA terendah 72 meter, tertinggi 1.133 meter, Program IPS terendah 128, tertinggi 1.107 meter. SMAN 5 Bandar Lampung, Program MIPA terendah 185 meter, tertinggi 1.489 meter, Program IPS terendah 97, tertinggi 1.280 meter; SMAN 12 Bandar Lampung, Program MIPA terendah 440 meter, tertinggi 2.941 meter, Program IPS terendah 440, tertinggi 3.194 meter. Sedangkan di Kabupaten Lampung Utara Desa Candi Mas menjadi daerah yang dirugikan sebab jarak dari Desa Candi Mas ke SMA terdekat, yakni SMAN 1 Kotabumi, SMAN 3 Kotabumi, SMAN 4 Kotabumi dan SMAN 1 Abung Selatan cukup jauh, sekitar 10 Km.BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi Tahun 2019 dengan sistem aplikasi Online yang ditentukan berdasarkan jarak domisili calon peserta didik telah merenggut peluang calon siswa SMA untuk masuk di sekolah pilihannya. Bahkan, calon siswa yang berdomisili di wilayah tertentu, terpaksa mengubur mimpi untuk bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Di Kota Bandar Lampung misalnya, salah satu wilayah (kelurahan) yang dirugikan akibat penerapan sistem PPDB berbasis aplikasi daring ini adalah calon siswa yang berdomisili di Kelurahan Jagabaya. Sebab, di daerah ini tidak ada gedung SMA yang jaraknya ideal. Salah satu korban dari penerapan aplikasi dalam PPDB Jalur Zonasi Tahun 2019 adalah salah satu pendaftar berinisial RAP yang beralamat di Jalan Mekar Sari Jagabaya 2 Bandar Lampung. Alumnus SMPN 5 Bandar Lampung ini terpaksa mengubur mimpinya untuk bisa masuk di sekolah pilihannya, yakni SMAN 5 Bandar Lampung dan SMAN 12 Bandar Lampung. Berdasarkan informasi yang diterima lampungbarometer.id remaja berjilbab ini merupakan siswa yang cukup pintar meskipun tidak meraih predikan ranking di kelasnya. Kepala SMAN 5 Bandar Lampung Hendra Putra, M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya hanya melaksanakan tugas sesuai Petunjuk Teknis yang telah ditetapkan. “Kita bekerja sesuai Juknis. iniyang bekerja adalah aplikasi jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jarak domisili sangat menentukan, jarak terdekat secara otomatis akan duduk di peringkat teratas, demikian seterusnya berurutan sesuai jarak domisili ke sekolah yang dipilih,” katanya. Berdasarkan penelusuran lampungbarometer.id, menggunakan aplikasi Google Maps, SMA terdekat dari Kelurahan Jagabaya 2 (dihitung dari Jalan Pulau Buton, red) adalah SMAN 1 Bandar Lampung yang berjarak 3,8 Km. Kemudian SMAN 9 Bandar Lampung (4,0 Km), SMAN 5 Bandar Lampung (4,9 Km), SMAN 10 Kota Bandar Lampung (5,4 Km) dan SMAN 12 Bandar Lampung berjarak 6,9 Km. Sementara itu, di laman resmi penerimaan peserta didik baru SIAP PPDB Online Provinsi Lampung di http://lampung.siap-ppdb.com, jarak terendah dan tertinggi domisili calon siswa yang tertera di laman tersebut memang jelas berpotensi membunuh peluang calon siswa yang bersomisili di Kelurahan Jagabaya 2. Adapun jarak terendah dan jarak tertinggi untuk SMAN 1 Bandar Lampung untuk Program MIPA terendah 126 meter dan tertinggi 1.379 meter untuk Program IPS terendah 80 meter tertinggi 1.280 meter; SMAN 9 Bandar Lampung, MIPA terendah 72 meter, tertinggi 1.133 meter, Program IPS terendah 128, tertinggi 1.107 meter. SMAN 5 Bandar Lampung, Program MIPA terendah 185 meter, tertinggi 1.489 meter, Program IPS terendah 97, tertinggi 1.280 meter; SMAN 12 Bandar Lampung, Program MIPA terendah 440 meter, tertinggi 2.941 meter, Program IPS terendah 440, tertinggi 3.194 meter. Sedangkan di Kabupaten Lampung Utara Desa Candi Mas menjadi daerah yang dirugikan sebab jarak dari Desa Candi Mas ke SMA terdekat, yakni SMAN 1 Kotabumi, SMAN 3 Kotabumi, SMAN 4 Kotabumi dan SMAN 1 Abung Selatan cukup jauh, sekitar 10 Km.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.