oleh

PBNU Canangkan Tiga Program Unggulan untuk Membangun Indonesia

PANARAGAN (lampungbarometer.com): Nahdlatul Ulama (NU) mencanangkan tiga program unggulan dalam upaya turut serta membangun Indonesia yang maju dan sejahtera. Ketiga program tersebut yakni Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perekonomian. Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi H. Umar Syah, HS, S.I.P. saat menghadiri penyerahan bantuan traktor bagi petani di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Senin (30/7/2018). Menurut Umar, tiga program ini merupakan amanah Muktamar NU Ke-33 di Jombang, Jawa Timur. Berdasarkan amanah muktamar tersebut, kata dia, semua program tersebut dituangkan ke dalam satuan rencana kerja yang harus diaplikasikan sampai ke hulu paling ujung, yang dikenal dengan istilah, nyawah, ngebun dan nelayan. “Kepada merekalah program tersebut diarahkan, dan kami mencoba mengenali masalah yang sering mereka dihadapi,” katanya. Dia juga mengungkapkan masalah yang paling sering dihadapi pelaku usaha kecil adalah jauhnya jarak pasar dari warga, selain itu sarananya belum selesai. Kondisi seperti ini, kata Umar, mengakibatkan pihaknya mengalami kesulitan menyiapkan formulasi yang tepat untuk diterapkan mengatasinya. “Saya yakin saya tidak sendiri, dan ini tanggung jawab bersama. Setelah melakukan observasi, ternyata pemerintah telah memasukkan Program Ketahanan Pangan dalam Program Nawacita Presiden. Dan program ini sangat tepat karena masyarakat kita sebagian besar adalah petani,” ujar H. Umar Syah. Selanjutnya dia mengatakan pemerintah berkomitmen membuka diri untuk bekerja sama dengan semua pihak punya kemauan, punya tekad, dan mau bekerja. “Maka terjadilah kesepahaman yang dituangkan dalam memori kertas kerja dan ditandatangani,” katanya. Sebagai bentuk keseriusan NU dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan membangun ketahanan pangan, Umar mengaku telah menjalin komunikasi dengan penyalur bibit, produsen pupuk, produsen obat-obatan, perbankan, asuransi, hingga pabrik pakan ternak agar terjalin kerja sama sehingga persoalan yang dihadapi petani bisa teratasi. “Kami memformulasikan lima servis yang akan diberikan, yakni: Formulasi servis teknologi, membantu petani untuk memperoleh bibit yang bagus, pupuk yang bagus, obat-obatan yang bagus. Kemudian ada mekanisasi pengolahannya menggunakan mesin. Kedua, bagaimana menggunakan teknologi itu dengan baik sesuai penerapannya.” Yang ketiga, lanjut dia, memberikan servis kepada para petani untuk memperoleh modal kerja dengan cara mengakseskan ke perbankan. “Alhamdulillah BRI dan BNI sudah menyatakan siap untuk menyalurkan KUR kepada para petani yang masuk dalam skema kerja sama ini,” katanya. Kemudian, keempat memberikan kepastian kepada petani untuk menyerap hasil panen dengan membeli dengan harga stabil sesuai ketentuan pemerintah tetapi kualitasnya minimal 14%. “Di sini perlu ada sinergi, harus saling membantu sehingga harus membangun komunikasi dan kesamaan persepsi, saling menghormati dan menghargai posisi, peran dan lainnya. Inilah kunci utama agar kita bisa menjalankan program secara baik, ” pesan Umar. Umar berpesan untuk melakukan pendekatan kepada semua pihak, terutama pemerintah daerah, Forkopimda, Polisi, dan TNI. Dia juga mengatakan akan meminta Kementerian Pertanian banyak menggelar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan petani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.