oleh

Margosari Bangun Fisik dan SDM dengan Dana Desa

LAMPUNG TIMUR (lampungbarometer.com). Desa Margosari, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, memiliki slogan dan visi misi pembangunan tersendiri. Dalam baleho Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), sebagai salah satu wujud transparansi, menyebutkan bahwa Desa Margosari ingin membangun dan membawa Desa Margosari menjadi desa yang bermartabat, berbudi luhur, dan menjunjung tinggi norma-norma keagamaan dalam bermasyarakat, berbangga dan bernegara berdasarkan persatuan dan kesatuan musyawarah mufakat dan gotong royong. Semangat mewujudkan visi misi tersebut terlihat dari perencanaan pembangunan desa yang tidak hanya terpaku pada pembangunan infrastruktur tetapi juga merencanakan alokasi untuk pembangunan manusia meskipun porsi pembangunan fisik tetap lebih tinggi. Menurut Kepala Desa Margosari, Suwardi, bagaimanapun pembangunan harus mencakup semuanya, baik pembangunan fisik infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusianya. “Dalam APBDes Margosari Tahun 2018 ini, pembangunan fisik atau infrastruktur sebesar 60,02% dan pembangunan sumber daya manusia yang masuk dalam bidang pemberdayaan masyarakat sebesar 10,56%, sisanya untuk penyelenggaraan pemerintahan desa sebesar 23,10% dan pembinaan masyarakat desa sebesar 6,32%, semua bidang harus mendapatkan porsi,” jelas Suwardi. Sementara itu, untuk dana yang masuk ke rekening Desa Margosari di Tahun 2018 ini berasal dari berbagai sumber, seperti Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp. 1.500.000, Dana Desa (DD) Rp. 977.290.000, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp. 333.522.000, Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi (BHPR) Rp. 17.666.000, Bantuan Kabupaten (PBK) Rp. 68.600.000, Bantuan Provinsi (PBP) Rp. 6.000.000, dan Lain-Lain (PBP) Rp. 6.000.000, dan Lain-Lain (PLL) sebesar Rp. 560.000. Sehingga, jika ditotal, pendapatan Desa Margosari Tahun 2018 ini sebesar Rp. 1.405.138.000. Tahun 2018 ini, Suwardi dan masyarakat Desa Margosari bersepakat melalui musyawarah desa hanya merencanakan tiga jenis pembangunan fisik, yaitu pembangunan drainase, gorong-gorong plat, dan jambanisasi. “Saya dan perangkat Desa Margosari sangat berharap bisa merealisasikan semua rencana pembangunan kami secara maksimal sehingga tidak timbul permasalahan di kemudian hari. Hingga saat ini kami sudah hampir menyelesaikan pekerjaan 100%,”€ ujar Suwardi. Sedangkan berkenaan dengan program Padat Karya Tunai (PKT) yang sedang digalakkan oleh pemerintah pusat, Suwardi menyatakan bahwa Desa Margosari turut mendukung semua program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dengan sepenuhnya. “Untuk Padat Karya Tunai atau PKT saya dukung penuh, itu bisa dibuktikan dengan persentase HOK di bidang pembangunan kami yang mencapai 34,02%. HOK di desa kami mencapai 3.438. Persentase itu adalah jumlah yang harus kami alokasikan untuk pembayaran upah pekerja dan tukang. Semoga bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Untuk tahun depan, Tahun 2019, kami juga siap mendukung jika masih ada program mendukung jika masih ada program Padat Karya Tunai,”€ ujar Suwardi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.