oleh

LSM Se-Pesawaran Bersatu Siap Dampingi Korban Penganiayaan Anak di Bawah Umur

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Sembilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Pesawaran dan satu Ormas menyatakan siap mendampingi orang tua anak di bawah umur korban penganiayaan oknum Kades Mada Jaya berinisial NS. Terkait hal ini, LSM GALAK dan LSM LIRA menyatakan akan terus memantau kasus dugaan penganiayaan anak berinisial HCM, Mun dan Rah yang dilakukan oknum Kepala Desa Mada NS pada Senin (12/8/2019) lalu dan telah dilaporkan ke Polres Pesawaran sehari kemudian, yakni Selasa (13/8/2019) dengan Nomor: LP/B-592/V111/2019/PLD LPG/RES PESAWARAN. Ketua LSM GALAK Kabupaten Pesawaran H. Muzani Suma mengatakan seluruh LSM di Pesawaran akan terus memantau kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang berstatus siswa SMP oleh oknum Kepala Desa Mada Jaya NS. “LSM di Pesawaran telah bersatu padu untuk mendampingi orang tua korban ke jenjang hukum selanjutnya. Kita sudah siap mendampingi orang tua korban ke Propam Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. LSM GALAK akan konsisten mendampingi korban,” ujar Muzani Senin (26/8/2019). Hal senada disampaikan Ketua LIRA Kabupaten Pesawaran Fabian Jaya. Fabian menegaskan akan terus mendampingi korban sampai akhir untuk memastikan kasus ini menjadi jelas dan transparan. “Kami akan terus mendampingi korban kekerasan anak di bawah umur ini sampai dimana pun dan sampai ada kepastian hukum terhadap kasus penganiayaan ini. Kondisi pisikologi korban saat ini sangat memprihatinkan karena trauma dan ketakutan,” ujar Fabian saat ditemui mendampingi korban di Mapolres Pesawaran. Berdasarkan informasi yang dihimpun lampungbarometer.id, ada 9 lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Pesawaran siap mendampingi korban ke untuk melapor ke Propam Polda Lampung. Sembilan LSM tersebut, yakni: LSM LIPAN, LIRA, GALAK, GARDA Pesawaran, GENCAR Pesawaran, GPPK Pesawaran, GEMPAR, KOMPPAK Pesawaran, dan Ormas Barisan Muda Demokrasi Indonesia (BMDI). Sementara itu orang tua salah satu korban berinisial HCM, Adi Purnawan, ditemui di Mapolres Pesawaran, Senin (26/8/2019), kepada awak media mengatakan sudah dua kali mendapat panggilan dari Polres Pesawaran. “Kami sudah dua kali dapat panggilan dari Polres Pesawaran, dan kami siap karena kami patuh hukum. Kami akan terus menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan,” pungkas Adi. Sebelumnya diberitakan Kapolres Pesawaran mengatakan hasil penyidikan Kasat dan Kanit Reskrim Polres Pesawaran terhadap saksi-saksi dan hasil visum dokter ada dugaan memang terjadi pemukulan yang dilakukan Kepala Desa Mada Jaya NS terhadap HCM, Mun dan Rah yang masih di bawah umur. “Ada dugaan memang Kades ini telah melakukan perbuatan dugaan pemukulan tersebut. Oleh sebab itu, akan kita jerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 80 terkait Perlindungan Anak. Selain itu akan kita tambah lagi dengan KUHP Pasal 351 Ayat 1. Yang bisa saya sampaikan saat ini adalah perkara ini masuk pidana murni yang bukan delik aduan,” ujar Kapolres.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.