oleh

Ketua LSM GMBI Distrik Pesawaran Dipolisikan 7 Organisasi Pers

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Pesawaran Abdul Manaf dilaporkan ke polisi oleh tujuh lembaga pers di Pesawaran atas dugaan mengancam wartawan melalui media sosial YouTube dan WhatApps, Minggu (2/1/2022).

Selain Ketua GMBI Pesawaran juga ikut dilaporkan Ketua GMBI Kecamatan Teluk Pandan Zaidan dengan Laporan Polisi Nomor: STPL/B/03/I/2022/SPKT/Polres Pesawaran/Polda Lampung tentang Ujaran Kebencian Provokasi dalam Transaksi Elektronik Jo Tindakan Menghambat atau Menghalangi Pelaksanaan Tugas Jurnalistik.

Tujuh lembaga pers yang melaporkan adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia (KO-WAPPI), Forum Wartawan Kabupaten Pesawaran (FWKP), IkatanJurnalis Kabupaten Pesawaran (IJKP), Forum Wartawan Profesional Indonesia (FWPI) dan Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Pesawaran yang dikoordinatori Rama Diansyah.

“Kita laporkan ke penegak hukum agar yang bersangkutan jera dan tidak diikuti yang lain. Sebab apa yang dikatakan Ketua GMBI sangat mengancam profesi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Memang sebagai sesama manusia, kita telah memaafkan namun hukum tetap harus berjalan,” kata Rama Diansyah.

Rama berharap kepolisian segera melakukan proses hukum kepada kedua oknum LSM GMBI tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita berharap dan mendukung kepolisian segera memanggil kedua terlapor untuk dimintai keterangan guna melengkapi berkas sebagai terlapor,” ujar Rama.

Rama juga menegaskan kedua terlapor diduga telah melanggar Undang-Undang Transaksi Informatika dan Ujaran Kebencian serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kalau tuntutan hukumannya ya terserah penyidik, nanti akan terurai semua ketika yang bersangkutan diperiksa. Yang jelas di atas lima tahun penjara, karena bisa lebih satu pasal yang diduga dilanggar,” tegas dia.

Menanggapi laporan terhadap Ketua LSM GMBI Distrik Pesawaran dan Ketua GMBI Kecamatan Teluk Pandan, tokoh pers Kabupaten Pesawaran Erland Syofandi mengatakan ucapan keduanya telah mengganggu aktifitas para wartawan yang akan melakukan kerja jurnalistik.

“Kalau keduanya sudah dilaporkan ke kepolisian, artinya respon yang cerdas karena wartawan bukanlah bernaung pada organisasi massa yang lebih mengedepankan kuantitas daripada kualitas,” kata Erland. (*/Firdaus)