oleh

Katopdam ll/Sriwijaya dan Dandim 0410/KBL Hadiri Orientri Ponpes Jabal An Nur Al Islami

BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Pondok Pesantren Modern Three In One Jabal An Nur Al Islami menggelar Orientering Bersama Santri 2019 (Orientri) Tingkat Nasional, di Desa Parendoan, Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Sabtu (31/8/2019). Kegiatan yang mengambil tema “Match Your Speed With Your Mind” ini dihadiri Katopdam II/Sriwijaya Kolonel Ctp. Ir. Amirullah Idris, Dandim 0410/KBL Letkol Inf. Romas Herlandes, Danramil 410-03/TBU Mayor Inf. Joko Warsito, Pasi Intel Dim 0410/KBL Kapten Inf. Rusdi, Dan Unit Intel Dim 0410/KBL Letda Inf. Sunarto, Ketua Foni Lampung Ermadanu, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Three In One Jabal An-Nur Al-Islami K.H. Muhammad Sulthon, Pembimbing SAPALA Ustadz Dicky Wahyudi. Selain Lampung, Orientri Tingkat Nasional ini diikuti Bojonegoro, Bogor, Jakarta, Banten, Palembang, Bengkulu, dan Semarang. Katopdam II/Sriwijaya Kolonel Ctp. Ir. Amirullah Idris, mengatakan ajang kompetisi orientering ini merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler Santri Pecinta Alam (SAPALA) yang bertujuan membentuk dan membina mental jasmani dan rohani bagi generasi muda yang mempunyai tugas pokok dan peranan penting dalam mengembangkan bakat dan minat pada kegiatan orientering dan menyebarluaskannya. “Kegiatan ini juga dapat memperkenalkan Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami kepada masyarakat luar, dapat menjadi inspirasi dan inovasi dalam pengembangan kredibilitas ekstrakulikuler SAPALA dan kegiatan merupakan salah satu agenda Peringatan Tahun Baru Hijriah. Pertama kali Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami mengadakan kegiatan perlombaan Orientering Bersama Santri,” kata Amirullah. Dia menjelaskan tujuan kegiatan ini antara lain untuk mendapatkan ridho Allah SWT, mengetahui kemampuan sekolah-sekolah umum maupun madrasah luar, mengenalkan pondok kepada sekolah-sekolah lain, meningkatkan kualitas anak bangsa, menciptakan generasi muda yang berbakat dalam kegiatan orientering. Katopdam II/Srwijaya juga berharap para santri tidak hanya pintar mengaji, menjadi imam, belajar bahasa arab namun kami ingin para santri dapat menambah wawasan dan pengalaman serta belajar seperti pengenalan peta. “Saya ucapkan selamat dan semangat kepada adik-adik jaga faktor keamanan dan keselamatan selama pelaksanaan kegiatan apabila terjadi kendala laporkan kepada yang tertua di bagiannya masing-masing,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.