oleh

Kadis PMD Provinsi: Pendamping Desa Harus Kreatif Dan Tidak Takut Intervensi

LAMPUNG TIMUR (lampungbarometer.com): Kepala Dinas PMD Provinsi Lampung Drs. Yuda Setiawan, M.M., meminta pendamping desa harus kreatif dan tidak takut dengan intervensi dari pihak manapun. Hal ini disampaikan Kepala Dinas PMD Provinsi ini dalam rapat koordinasi pendamping profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) di Balai Desa Sidodadi, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (21/3). “Temukan style pemberdayaan. Setiap pendamping harus menemukan style itu dalam dirinya sehingga bisa lebih kreatif dalam proses pendampingan. Selalu percaya diri dan jangan takut dengan intervensi dari pihak manapun. Kami selaku Satker program ini selalu siap mendukung dalam setiap proses pendampingan,” tegas Yuda. Selain Kepala Dinas PMD Provinsi Lampung, rapat koordinasi juga dihadiri Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Kabupaten Lampung Timur, Hairun Nada, Tenaga Ahli Madya PED Edi Sudrajat, jajaran tenaga ahli Kabupaten Lampung Timur, pendamping desa, dan pendamping lokal desa se-Lampung Timur. Dalam sambutannya, Yuda menyoroti beberapa hal yang menjadi prioritas pendampingan di Tahun 2018, seperti pelaksanaan Padat Karya Tunai (PKT), persoalan stunting, dan kinerja pendamping dalam menjalankan tugas pendampingan. “Sebagai garda terdepan implementasi Undang-Undang Desa, pendamping profesional harus mengawal program PKT agar tepat sasaran. Sukseskan PKT dari sejak perencanaan, bahwa minimal 30% dari bidang pembangunan untuk HOK, pilih jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan masyarakat desa, dan timing pelaksanaan pekerjaan jangan sampai pada masa panen. Intinya berikan peluang sebesar-besarnya kepada masyarakat, terutama rumah tangga miskin, untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan,” jelas Yuda. Sedangkan untuk penguatan kinerja pendamping profesional, Kadis menyatakan pendamping harus terus meningkatkan kapasitasnya. Sementara menurut Hairun Nada, selaku Kabid PEMD, saat ini dana desa sudah dalam proses ke RKUD dan dalam waktu dekat segera ditransfer ke rekening desa. “Dalam minggu-minggu ini dana desa akan ditransfer ke rekening desa, saya harap desa segera melengkapi dokumen yang diperlukan untuk proses pencairan dana” ujar Hairun Nada. Selaku koordinator tenaga ahli, Yulius Swardana, menambahkan bahwa saat ini semua desa didampingi oleh para pendamping profesional, segera menyelesaikan progres kelengkapan dokumen perencanaan. “Hari Jumat kemarin Perbup sudah disosialisasikan, kami yakin dalam waktu dekat proses kelengkapan dokumen bisa diselesaian, dari RPJMDes untuk kepala desa yang baru, RKPDes 2018, dan APBDes Tahun 2018,” ujar Yulius. (Aris/W-1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.