oleh

Jembatan Gantung Buana Sakti Butuh Rehab

Jembatan Gantung Buana Sakti Butuh Rehab BATANGHARI (LAMPUNG BAROMETER). Jembatan Gantung Way Buana Sakti di perbatasan Desa Buana Sakti, Desa Rejoagung, dan Desa Adiwarno, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Banyak papan yang sudah lapuk dan besi siku penyangga jembatan sudah berkarat serta patah di beberapa bagian sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna jembatan. Jika melihat prasasti yang terpasang di sisi jembatan yang menyebutkan bahwa Jembatan Gantung Way Buana Sakti tersebut dibangun pada Tahun 1995, memang sudah waktunya jembatan gantung tersebut diperbaiki. Menurut Kepala Desa Buana Sakti, Tumari, perbaikan jembatan ini sudah mendesak karena selama ini belum pernah direhab, hanya bagian papan saja yang secara swadaya ditambal sulam oleh masyarakat. “Jembatan ini panjangnya 96 meter. Kalau mau diganti papannya saja membutuhkan papan sekitar 36 M3. Sementara ini kami swadaya dan dibantu oleh desa-desa sekitar, seperti Desa Purwodadi Mekar. Pihak kecamatan juga membantu untuk berkoordinasi membantu,” ujar Tumari pada acara Jumat Bersih di lokasi jembatan gantung, Jumat (2/2/2018). Acara Jumat Bersih dihadiri oleh Camat Batanghari dan para kasi, Kapolsek, para babinkamtibmas, Danramil, para babinsa, pendamping desa, dan masyarakat Desa Buana Sakti. Camat Batanghari, Rohiman, SIP. mengatakan acara gotong royong seperti ini perlu dijaga dan digalakkan. “Kalau melihat kondisi jembatan sebenarnya memerlukan rehab secara total karena memang sudah sangat parah. Mudah-mudahan para pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan merespon kondisi ini mengingat untuk membangun jembatan semacam ini membutuhkan dana yang sangat besar,” ujar Rohiman. (Aris/W-1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.