oleh

Jaring Inspirasi Masyarakat, Pemkab Way Kanan Gelar Musrenbang

BLAMBANGAN UMPU (lampungbarometer.com): Pemerintah Kabupaten Way Kanan gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di GSG Pemkab Way Kanan, Rabu (21/3). Menurut Bupati Raden Adipati Surya, Musrenbang ini dalam rangka mencari masukan guna menyusun perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2019 untuk mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran program yang ditetapkan dalam RPJMD Way Kanan 2016-2021. “Melalui Musrenbang ini diharapkan dapat dilakukan sinkronisasi agenda dan prioritas pembangunan, yang perlu dukungan dana APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan APBK (Kampung) sehingga Musrenbang ini dapat menghasilkan perencanaan yang berkualitas, transparan dan akuntabel sebagai dasar pelaksanaan pembangunan pada 2019,” ujar Bupati. Menurut Bupati, berdasarkan beberapa indikator capaian kinerja pembangunan Way Kanan menunjukkan perkembangan yang cukup baik di antaranya (1). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2016 mencapai 65,74 (naik 0,56 poin dari tahun 2015), berada pada peringkat 9 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. (2). Pertumbuhan ekonomi tahun 2016 mencapai 5,14% berada didibawah pertumbuhan Provinsi Lampung (5,15%). Selanjutnya Tingkat kemiskinan di Kabupaten Way Kanan 14,58% masih di atas tingkat kemiskinan Provinsi Lampung (14,29%). Kemudian PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) tahun 2016 sebesar 11,06 trilyun rupiah, berkontribusi sebesar 3,94% terhadap perekonomian Lampung. “Sejalan dengan tema RKPD Provinsi Lampung tahun 2018 yaitu ‘Memantapkan Pertumbuhan Yang Berkualitas, Berdaya Saing Dan Berkeadilan’ maka dalam penyusunan RKPD Kabupaten Way Kanan Tahun 2019 mengusung Tema ‘Membangun Keunggulan Daerah Dan Sumber Daya Manusia Yang Didukung Pembangunan Infrastruktur Dan Pelayanan Dasar’,” ujar Bupati. Lebih lanjut Bupati mengatakan tema pembangunan 2019 tersebut berorientasi pada upaya mengembangkan keunggulan daerah terutama komoditas unggulan melalui upaya revitalisasi pertanian dan pengembangan UMKM, meningkatkan sumberdaya manusia, yang didukung pembangunan infrastruktur, pembenahan tata kelola pemerintahan dan kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif serta lingkungan yang lestari. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut: (1). Sektor ekonomi diarahkan pada pengembangan unggulan daerah berdasarkan potensi wilayah dengan menyinergikan sumber daya yang tersedia di tingkat kabupaten, provinsi dan desa/ kampung melalui pengembangan usaha ekonomi produktif hulu hilir termasuk pengembangan One Vilage One Product serta terus berupaya mendorong investasi. (2). Di sektor sumber daya manusia diarahkan pada pemberdayaan masyarakat terutama masyarakat miskin, mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah dan meningkatkan umur harapan hidup. (3). Di sektor infrastruktur, untuk mencapai konektivitas antara wilayah tidak hanya dilakukan kabupaten dengan kebijakan tuntas ruas jalan kabupaten tapi harus didukung dengan jalan provinsi yang terkoneksi, serta konektivitas jaringan jalan antardusun dan antarkampung oleh pemerintah kampung/desa. (4). Untuk tata kelola pemerintahan, diarahkan pada peningkatan pelayanan publik, penerapan e-government, dan peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia terutama tenaga fungsional dan (5). Keamanan dan ketertiban.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.