oleh

Jadi Irup Hari Kebangkitan Nasional, Kapolres Pesawaran AKBP Popon Imbau Masyarakat Jaga Persatuan

PESAWARAN (lampungbarometer.id): Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.I.K.,S.H. menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 Tahun 2019 dengan pemimpin upacara Kanit Turjawali Lantas Kabupaten Pesawaran Ipda Deni Saputra, S.H., M.M., Senin (20/5/2019) Pukul 08.00 WIB di Lapangan Mapolres Pesawaran. Upacara dilanjutkan dengan Pemberian penghargaan The Best Police in This Month Maret dan April 2019. Selain Kapolres, hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Pesawaran, PJU Polres Pesawaran dan seluruh anggota Polres Pesawaran. Peserta upacara terdiri dari: satu pleton Pama, satu pleton Sabhara, satu pleton Lantas, satu pleton gabungan staf, satu pleton gabungan Intel, Reskrim dan Narkoba, satu pleton ASN Polri. Adapun penerima penghargaan The Best Police in This Month Maret dan April 2019 adalah: Ipda Rudi Apriansyah Unyi, S.H., Ipda Riki Setiawan, S.H., M.H., Aiptu Feri Anshori, Aipda Neneng Epit S., Aipda Wando Jonindar S., Aipda Lutfi Aziz, Bripka Ramdhani K., Bripka Arif Setya Pambudi, Brigpol Gustiansyah W., Brigpol Adithya Mahendra, Brigpol Aprian M., Bripda Heri Nababan, Bripda Luthfi Darmawan B., Bripda Bella Reva Yolanda. “Hari Kebangkitan Nasional Ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa sebab kita berada dalam situasi pascapesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat. Kita memberi aspirasi pilihan yang berbeda dalam Pemilu, namun semua pilihan pasti diniatkan untuk kebaikan bangsa,” kata Kapolres dalam amanatnya. Oleh sebab itu, lanjut dia, tak ada maslahatnya jika kita pertajam perbedaan l dan justru mengoyak persatuan sosial kita. “Alhamdulillah tahapan pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Semua ini berkat pengorbanan saudara-saudara kita, anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara yang telah banyak berkorban, bahkan nyawa,” katanya. Membacakan amanat Kapolri, Kapolres menyampaikan perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses Pemilu ini harus kita hargai. Oleh sebab itu, kata dia, alangkah eloknya jika sambil mengirim doa bagi para pahlawan demokrasi tersebut, kita ucapkan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang. “Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa menjaga persatuan sampai detik ini”. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita akan segera kembali bersatu dari perbedaan pendapat sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu kita, yaitu persatuan Indonesia. Apalagi peringatan Harl Kebangkitan Nasional kalil ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan sudi ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan Kebohongan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita. Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kebangkitan untuk Persatuan. Kegiatan Upacara yang selesai Pukul 09.00 WIB ini berjalan aman, tertib dan kondusif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.