oleh

Isu Postingan Provokatif di Medsos Soal Pilkades, Seratusan Warga Bumiharjo Gruduk Balai Desa

BATANGHARI, LAMPUNG TIMUR (lampungbarometer-id.preview-domain.com): Hampir seratusan warga mendatangi Balai Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (23/11/2019) malam. Suasana sempat memanas usai pelaksanaan Pilkades desa setempat. Hal ini dipicu adanya isu yang berkembang terkait adanya postingan bernada provokatif di media sosial yang ditulis salah satu panitia Pilkades yang dianggap menghina kelompok calon Kades yang kalah. Akibatnya, sejumlah warga mendatangi balai desa dan menggelar aksi demo menuntut panitia Pilkades tersebut memohon maaf kepada masyarakat. Koordinator aksi, Indra, yang juga salah satu calon Kades yang kalah, mengatakan dalam aksi ini warga tidak ditemui pihak aparatur desa dan panitia Pilkades dan hanya diterima BPD desa setempat. Dia juga menyayangkan adanya provokasi oleh panitia pelaksana Pilkades. “Saya sangat menyayangkan ujaran provokatif di sosial media yang bernada melecehkan calon yang kalah. Kami sudah legowo dan menerima hasil Pilkades. Ini ada apa? Panitia seharusnya tidak berpihak. Kami berharap calon yang menang dan timnya dapat membawa diri, terlebih panitia Pilkades, jangan memancing suasana yang membuat masyarakat resah dan kurang kondusif,” ujar Indra. Menurut Indra pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan terkait adanya isu bernada hinaan oleh salah satu panitia Pilkades yang bersifat provokatif untuk membendung suasana gaduh di tengah masyarakat Desa Bumiharjo. “Kami meminta Ketua Panitia meminta maaf kepada masyarakat. kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait hal ini, semoga segera ada solusi agar tidak terjadi gaduh di masyarakat,” ujar Indra. Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari M. Ustadi saat dikonfirmasi lampungbarometer-id.preview-domain.com mengatakan dia tidak bermaksud memprovokasi atau membuat kegaduhan. Menurut Ustadi, dia hanya menjawab pertanyaaan masyarakat di messanger, tapi karena pertanyaan terkait hal itu sangat banyak dia mebuat postingan di Face Book. “Awalnya kan banyak teman-teman yang bertanya bahwa ada kompalin dan lain-lain. karena banyak yang tanya itu makanya saya tulis. Tulisannya begini, saya masih ingat ‘Ternyata kejujuran itu bisa dipahami oleh orang-orang cerdas, kan ada kamera kenapa ribet do bodo,” katanya. Dia juga mengatakan pihak panitia sudah bekerja maksimal dengan sebaik-baiknya dan dilakukan secara terbuka demi menyukseskan Pilkades di Desa Bumiharjo. Bahkan, kata dia, pihaknya menyewa kamera yang diletakkan di depan kotak suara untuk memantau orang yang masuk dan usai mencoblos, sampai penghitungan semua digelar terbuka. “Kita sudah bekerja maksimal, kita juga sediakan kamera untuk memantau pelaksanaannya secara terbuka. Kita juga nonton bareng kok seluruh warga. Ini kita lakukan untuk mencegah hal-hal buruk. Namun, kita juga harus pahami dalam setiap kontestasi ada yang menang dan ada yang kalah,” katanya. “Kemudian ini ada permintaan agar saya meminta maaf. Saya juga bingung minta maaf kepada siapa karena saya tidak merasa menujukan kalimat itu kepada siapa pun, tidak menyebut nama dan inisial. kalau memang itu dianggap salah, laporkan saja,” katanya. Dia juga menyayangkan adanya pengerahan massa ke balai desa malam-malam oleh orang-orang tertentu yang bisa menimbulkan kesan kurang baik. “Kita baru selsai Pilkades, kemudian malam-malam ada yang mengerahkan massa ke balai desa, ini gimana,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.