{"id":9737,"date":"2020-10-30T07:58:01","date_gmt":"2020-10-30T00:58:01","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=9737"},"modified":"2020-10-30T07:58:01","modified_gmt":"2020-10-30T00:58:01","slug":"ump-27-provinsi-tidak-naik-termasuk-lampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/10\/30\/ump-27-provinsi-tidak-naik-termasuk-lampung\/","title":{"rendered":"UMP 27 Provinsi Tidak Naik, Termasuk Lampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA (lampungbarometer.id)<\/strong>: Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2021 masih sama dengan Tahun 2020, tidak mengalami kenaikan. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M\/ll\/HK.04\/X\/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).<\/p>\n<p>Hingga kemarin, Kamis (29\/10\/2020), Kemenaker baru menerima keputusan dari 27 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan Surat Edaran tersebut, artinya memastikan UMP 2021 tak naik, salah satunya Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>&#8220;Hari ini sudah 27 (provinsi),&#8221; ungkap Direktur Pengupahan Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani seperti dirilis <em>detikcom<\/em>, Kamis (29\/10\/2020).<\/p>\n<div id=\"attachment_9738\" style=\"width: 410px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-9738\" class=\"wp-image-9738\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/IMG_20201030_074034-200x112.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"261\" \/><p id=\"caption-attachment-9738\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>UPAH<\/strong> Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2021 tidak naik. Keputusan itu tertuang dalam SE Menteri Ketenagakerjaan Nomor M\/ll\/HK.04\/X\/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).<\/em><\/p><\/div>\n<p>Namun, dia enggan membeberkan nama-nama provinsi yang sudah sepakat akan mengikuti aturan tersebut. Ia mengatakan, yang berhak mengumumkan hal tersebut adalah gubernur masing-masing provinsi.<\/p>\n<p>&#8220;Ya nggak boleh lho saya umumkan. Nanti diumumkan gubernur masing-masing,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kini, tersisa 7 provinsi yang belum menetapkan UMP 2021. Berdasarkan SE Menaker tersebut, kepala daerah wajib menetapkan UMP 2021 paling lambat 31 Oktober mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi kami tetap bertanya dan memonitor, &#8216;bagaimana, sudah belum?&#8217; Mereka pun cepat tanggap melaporkan juga ke kita, isinya apa, saya nggak boleh ngomong,&#8221; jelas Dinar.<\/p>\n<p>Adapun daftar 18 provinsi yang sudah diketahui tidak akan menaikkan UMP 2021, dan juga besaran upah minimumnya sebagai berikut:<\/p>\n<p>1) Jawa Barat Rp 1.810.350<br \/>\n2) Banten Rp 2.460.968<br \/>\n3) Bali Rp 2.493.523<br \/>\n4) Aceh Rp 3.165.030<br \/>\n5) Lampung Rp 2.431.324<br \/>\n6) Bengkulu Rp 2.213.604<br \/>\n7) Kepulauan Riau Rp 3.005.383<br \/>\n8) Bangka Belitung Rp 3.230.022<br \/>\n9) Nusa Tenggara Barat Rp 2.183.883<br \/>\n10) Nusa Tenggara Timur Rp 1.945.902<br \/>\n11) Sulawesi Tengah Rp 2.303.710<br \/>\n12) Sulawesi Tenggara Rp 2.552.014<br \/>\n13) Sulawesi Barat Rp 2.571.328<br \/>\n14) Maluku Utara Rp 2.721.530<br \/>\n15) Kalimantan Barat Rp 2.399.698<br \/>\n16) Kalimantan Timur Rp 2.981.378<br \/>\n17) Kalimantan Tengah Rp 2.890.093<br \/>\n18) Papua Rp 3.516.700<\/p>\n<p>Sementara itu, sisanya belum diketahui provinsi mana saja yang sudah menetapkan UMP 2021 tak naik. Adapun daftar provinsi yang tersisa sebagai beriku:<\/p>\n<p>1. Sumatera Utara Rp 2.499.422<br \/>\n2. Sumatera Barat Rp 2.484.041<br \/>\n3. Sumatera Selatan Rp 3.043.111<br \/>\n4. Riau Rp 2.888.563<br \/>\n5. Jambi Rp 2.630.161<br \/>\n6. DKI Jakarta Rp 4.276.349<br \/>\n7. Jawa Tengah Rp 1.742.015<br \/>\n8. Jawa Timur Rp 1.768.777<br \/>\n9. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Rp 1.704.607<br \/>\n10. Kalimantan Selatan Rp 2.877.447<br \/>\n11. Kalimantan Utara Rp 3.000.803<br \/>\n12. Sulawesi Selatan Rp 3.103.800<br \/>\n13. Sulawesi Utara Rp 3.310.722<br \/>\n14. Gorontalo Rp 2.586.900<br \/>\n15. Maluku Rp 2.604.960<br \/>\n16. Papua Barat Rp 3.184.225. (Red)<\/p>\n<p><em><strong>Berita ini sudah tayang di detikcom dengan Judul &#8220;UMP di 27 Provinsi Tak Naik, Ini Daftar Lengkap Besarannya&#8221;.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (lampungbarometer.id): Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2021 masih sama dengan Tahun 2020, tidak mengalami kenaikan. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M\/ll\/HK.04\/X\/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Hingga kemarin, Kamis (29\/10\/2020), Kemenaker baru menerima keputusan dari 27 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan Surat Edaran tersebut, artinya memastikan UMP 2021 tak naik, salah satunya Provinsi Lampung. &#8220;Hari ini sudah 27 (provinsi),&#8221; ungkap Direktur Pengupahan Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani seperti dirilis detikcom, Kamis (29\/10\/2020). Namun, dia enggan membeberkan nama-nama provinsi yang sudah sepakat akan mengikuti aturan tersebut. Ia mengatakan, yang berhak mengumumkan hal tersebut adalah gubernur masing-masing provinsi. &#8220;Ya nggak boleh lho saya umumkan. Nanti diumumkan gubernur masing-masing,&#8221; katanya. Kini, tersisa 7 provinsi yang belum menetapkan UMP 2021. Berdasarkan SE Menaker tersebut, kepala daerah wajib menetapkan UMP 2021 paling lambat 31 Oktober mendatang. &#8220;Tapi kami tetap bertanya dan memonitor, &#8216;bagaimana, sudah belum?&#8217; Mereka pun cepat tanggap melaporkan juga ke kita, isinya apa, saya nggak boleh ngomong,&#8221; jelas Dinar. Adapun daftar 18 provinsi yang sudah diketahui tidak akan menaikkan UMP 2021, dan juga besaran upah minimumnya sebagai berikut: 1) Jawa Barat Rp 1.810.350 2) Banten Rp 2.460.968 3) Bali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9739,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-9737","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pariwisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9737"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9737\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}