{"id":9097,"date":"2020-10-07T15:46:09","date_gmt":"2020-10-07T08:46:09","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=9097"},"modified":"2020-10-07T15:46:09","modified_gmt":"2020-10-07T08:46:09","slug":"atasi-banjir-di-padang-cermin-dendi-prioritaskan-pembangunan-tanggul-dan-normalisasi-sungai-ratai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/10\/07\/atasi-banjir-di-padang-cermin-dendi-prioritaskan-pembangunan-tanggul-dan-normalisasi-sungai-ratai\/","title":{"rendered":"Atasi Banjir, Dendi Prioritaskan Pembangunan Tanggul Dan Normalisasi Sungai Ratai"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Calon Bupati Kabupaten Pesawaran Nomor Urut 2 Dendi Ramadhona akan memprioritaskan pembangunan tanggul pencegah banjir di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n<p>&#8220;Pembangunan tanggul pencegah banjir ini menjadi prioritas karena wilayah Padang Cermin merupakan daerah langganan Banjir,&#8221; ujar Dendi dalam rapat konsolidasi partai pengusung di Desa Sanggi, Padang Cermin, Pesawaran, Rabu (7\/10\/2020).<\/p>\n<p>Dendi menjelaskan pembangunan tanggul pencegah banjir ini sudah diangggarkan, tapi saat ini anggaran tersebut terpaksa dialihkan untuk menangani wabah COVID-19.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya sudah kita anggarkan Rp 8 milyar untuk pencegahan banjir, namun pandemi COVID-19 sudah masuk Pesawaran sehingga kita prioritaskan penanganan wabah ini dulu,&#8221; ungkap Dendi.<\/p>\n<p>Dendi menjelaskan, wilayah Padang Cermin merupakan daerah rendah yang selalu jadi langganan banjir jika di wilayah pegunungan hujan deras, lalu air rob laut pasang.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau daerah pegunungan sudah hujan, dan air laut naik maka Padang Cermin sering banjir,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dendi berjanji jika terpilih kembali menjadi Bupati Pesawaran untuk periode kedua maka program prioritasnya adalah penanggulangan banjir.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau tanggulnya dulu dibangun 3 meter maka akan ditinggikan menjadi 6 meter, selanjutkan kita akan normalisasi sungai Ratai,&#8221; ujar Dendi. (Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Calon Bupati Kabupaten Pesawaran Nomor Urut 2 Dendi Ramadhona akan memprioritaskan pembangunan tanggul pencegah banjir di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. &#8220;Pembangunan tanggul pencegah banjir ini menjadi prioritas karena wilayah Padang Cermin merupakan daerah langganan Banjir,&#8221; ujar Dendi dalam rapat konsolidasi partai pengusung di Desa Sanggi, Padang Cermin, Pesawaran, Rabu (7\/10\/2020). Dendi menjelaskan pembangunan tanggul pencegah banjir ini sudah diangggarkan, tapi saat ini anggaran tersebut terpaksa dialihkan untuk menangani wabah COVID-19. &#8220;Sebenarnya sudah kita anggarkan Rp 8 milyar untuk pencegahan banjir, namun pandemi COVID-19 sudah masuk Pesawaran sehingga kita prioritaskan penanganan wabah ini dulu,&#8221; ungkap Dendi. Dendi menjelaskan, wilayah Padang Cermin merupakan daerah rendah yang selalu jadi langganan banjir jika di wilayah pegunungan hujan deras, lalu air rob laut pasang. &#8220;Kalau daerah pegunungan sudah hujan, dan air laut naik maka Padang Cermin sering banjir,&#8221; jelasnya. Dendi berjanji jika terpilih kembali menjadi Bupati Pesawaran untuk periode kedua maka program prioritasnya adalah penanggulangan banjir. &#8220;Kalau tanggulnya dulu dibangun 3 meter maka akan ditinggikan menjadi 6 meter, selanjutkan kita akan normalisasi sungai Ratai,&#8221; ujar Dendi. (Red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9098,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[],"class_list":["post-9097","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-pesawaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9097"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9097\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}