{"id":9087,"date":"2020-10-06T08:25:02","date_gmt":"2020-10-06T01:25:02","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=9087"},"modified":"2020-10-06T08:25:02","modified_gmt":"2020-10-06T01:25:02","slug":"pasca-aksi-demo-mahasiswa-selama-8-jam-kini-sudah-kondusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/10\/06\/pasca-aksi-demo-mahasiswa-selama-8-jam-kini-sudah-kondusif\/","title":{"rendered":"Pasca Aksi Demo Mahasiswa Selama 8 Jam Kini Sudah Kondusif"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Serang(Lampungbarometer.Id)<\/strong><\/em>\u00a0 &#8211; Pasca aksi demo mahasiswa di Kota Serang yang sempat ricuh, kini sudah kondusif. Dimana dalam pantauan media, aksi demo mahasiswa tersebut berlangsung kurang lebih selama 8 jam.<\/p>\n<p>Saat ditemui, Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan aksi demo mahasiswa tersebut telah usai dengan kondusif.<\/p>\n<p>&#8220;Hari ini kita telah selesai melaksanakan kegiatan pengaman aksi demo mahasiswa, dimana kegiatan ini berlangsung kondusif,&#8221; kata Edy Sumardi. Selasa, (06\/10\/2020).<\/p>\n<p>&#8220;Dan walaupun aksi demo mahasiswa hari ini sempat ricuh, namun kita dari Polda Banten mampu menjalankan tugas dengan baik,&#8221; lanjut Edy Sumardi.<\/p>\n<p>Masih kata Edy Sumardi, &#8220;Dan akibat aksi demo mahasiswa ini, terdapat 3 orang anggota Polri yang menjadi korban pelemparan batu oleh mahasiswa, yaitu Karo Ops Polda Banten, anggota Polsek Kasemen dan anggota Brimob Polda Banten,&#8221; terang Edy Sumardi.<\/p>\n<p>Dan Edy Sumardi menjelaskan bahwa personel Polda Banten tetap melakukan patroli pasca aksi demo mahasiswa.<\/p>\n<p>&#8220;Usai aksi demo mahasiswa ini, kita tetap melakukan patroli. Dimana tujuannya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan buat masyarakat Kota Serang, khususnya masyarakat yang berada di sekitar kejadian tadi,&#8221; ujar Edy Sumardi,\u00a0 <strong>Rd<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serang(Lampungbarometer.Id)\u00a0 &#8211; Pasca aksi demo mahasiswa di Kota Serang yang sempat ricuh, kini sudah kondusif. Dimana dalam pantauan media, aksi demo mahasiswa tersebut berlangsung kurang lebih selama 8 jam. Saat ditemui, Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan aksi demo mahasiswa tersebut telah usai dengan kondusif. &#8220;Hari ini kita telah selesai melaksanakan kegiatan pengaman aksi demo mahasiswa, dimana kegiatan ini berlangsung kondusif,&#8221; kata Edy Sumardi. Selasa, (06\/10\/2020). &#8220;Dan walaupun aksi demo mahasiswa hari ini sempat ricuh, namun kita dari Polda Banten mampu menjalankan tugas dengan baik,&#8221; lanjut Edy Sumardi. Masih kata Edy Sumardi, &#8220;Dan akibat aksi demo mahasiswa ini, terdapat 3 orang anggota Polri yang menjadi korban pelemparan batu oleh mahasiswa, yaitu Karo Ops Polda Banten, anggota Polsek Kasemen dan anggota Brimob Polda Banten,&#8221; terang Edy Sumardi. Dan Edy Sumardi menjelaskan bahwa personel Polda Banten tetap melakukan patroli pasca aksi demo mahasiswa. &#8220;Usai aksi demo mahasiswa ini, kita tetap melakukan patroli. Dimana tujuannya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan buat masyarakat Kota Serang, khususnya masyarakat yang berada di sekitar kejadian tadi,&#8221; ujar Edy Sumardi,\u00a0 Rd<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9088,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-9087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9087"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9087\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}