{"id":9020,"date":"2020-10-05T08:55:23","date_gmt":"2020-10-05T01:55:23","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=9020"},"modified":"2020-10-05T08:55:23","modified_gmt":"2020-10-05T01:55:23","slug":"memalukan-juara-bertahan-liverpool-digunduli-aston-villa-7-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/10\/05\/memalukan-juara-bertahan-liverpool-digunduli-aston-villa-7-2\/","title":{"rendered":"Memalukan! Juara Bertahan Liverpool Digunduli Aston Villa 7-2"},"content":{"rendered":"<p><strong>BIRMINGHAM<\/strong> &#8211;\u00a0Liverpool\u00a0tak berdaya saat bertamu ke Villa Park dalam lanjutan Liga Inggris musim 2020\/2021 Senin (5\/10\/2020) dini hari, The Reds dibotaki\u00a0Aston Villa\u00a02-7. Sejumlah rekor memalukan pun ditorehkan juara bertahan Liga Inggris.<\/p>\n<p>Di babak pertama, Liverpool sudah tertinggal 1-4 lewat hattrick Ollie Watkins dan satu gol tambahan John McGinn.\u00a0The Reds\u00a0hanya bisa membalas lewat sepakan gol Mohamed Salah.<\/p>\n<p>Pada 45 menit kedua, Liverpool makin tidak berkutik dan kebobolan tiga gol melalui Ross Barkley dan brace Jack Grealish. Salah memperkecil ketertinggalan klub asal Merseyside itu via gol keduanya ke gawang Emiliano Martinez.<\/p>\n<p>Kekalahan tujuh gol dari\u00a0Aston Villa ini menjadi pencapaian memalukan bagi kampiun Premier League itu. Opta\u00a0mencatat ada beberapa rekor memalukan yang ditorehkan sang juara bertahan Liga Inggris tersebut.<\/p>\n<p>Liverpool kebobolan tujuh gol untuk pertama kalinya sejak terakhir dialami\u00a0The Reds\u00a057 tahun lalu. Kala itu, Liverpool menyerah dengan skor identik 2-7 dari Tottenham Hotspur di bulan April 1963.<\/p>\n<p>Skuat asuhan\u00a0Juergen Klopp\u00a0itu juga menjadi juara bertahan pertama yang kebobolan tujuh kali dalam satu laga di kompetisi tertinggi Inggris dalam 67 tahun terakhir. Liverpool menyamai catatan yang dibuat Arsenal saat melawan Sunderland pada September 1953.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, Liverpool asuhan Klopp untuk pertama kalinya dapat dibobol sebanyak tujuh kali oleh tim lawan dalam satu pertandingan Premier League. Sebelumnya, rekor kekalahan terbesar manajer Jerman tersebut sejak menangani\u00a0The Reds\u00a0yakni saat timnya tumbang 0-5 dari Manchester City tahun 2017. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BIRMINGHAM &#8211;\u00a0Liverpool\u00a0tak berdaya saat bertamu ke Villa Park dalam lanjutan Liga Inggris musim 2020\/2021 Senin (5\/10\/2020) dini hari, The Reds dibotaki\u00a0Aston Villa\u00a02-7. Sejumlah rekor memalukan pun ditorehkan juara bertahan Liga Inggris. Di babak pertama, Liverpool sudah tertinggal 1-4 lewat hattrick Ollie Watkins dan satu gol tambahan John McGinn.\u00a0The Reds\u00a0hanya bisa membalas lewat sepakan gol Mohamed Salah. Pada 45 menit kedua, Liverpool makin tidak berkutik dan kebobolan tiga gol melalui Ross Barkley dan brace Jack Grealish. Salah memperkecil ketertinggalan klub asal Merseyside itu via gol keduanya ke gawang Emiliano Martinez. Kekalahan tujuh gol dari\u00a0Aston Villa ini menjadi pencapaian memalukan bagi kampiun Premier League itu. Opta\u00a0mencatat ada beberapa rekor memalukan yang ditorehkan sang juara bertahan Liga Inggris tersebut. Liverpool kebobolan tujuh gol untuk pertama kalinya sejak terakhir dialami\u00a0The Reds\u00a057 tahun lalu. Kala itu, Liverpool menyerah dengan skor identik 2-7 dari Tottenham Hotspur di bulan April 1963. Skuat asuhan\u00a0Juergen Klopp\u00a0itu juga menjadi juara bertahan pertama yang kebobolan tujuh kali dalam satu laga di kompetisi tertinggi Inggris dalam 67 tahun terakhir. Liverpool menyamai catatan yang dibuat Arsenal saat melawan Sunderland pada September 1953. Tidak hanya itu, Liverpool asuhan Klopp untuk pertama kalinya dapat dibobol sebanyak tujuh kali oleh tim lawan dalam satu pertandingan Premier [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9023,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-9020","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9020"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9020\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}