{"id":8492,"date":"2020-09-15T10:55:13","date_gmt":"2020-09-15T03:55:13","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=8492"},"modified":"2020-09-15T10:55:13","modified_gmt":"2020-09-15T03:55:13","slug":"desa-way-urang-musdesus-bahas-blt-dd-gelombang-ii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/09\/15\/desa-way-urang-musdesus-bahas-blt-dd-gelombang-ii\/","title":{"rendered":"Desa Way Urang Musdesus Bahas BLT-DD Gelombang II"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong> Pemerintah Desa Way Urang, Kecamatan Padang Cermin mengadakan Musyawarah<br \/>\nDesa Khusus (Musdesus) membahas Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) lanjutan di kantor Desa Way Urang, Senin (14\/9\/2020).<\/p>\n<p>Kegiatan Musdesus ini dihadiri aparatur desa, pendamping desa, BPD, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat Desa Way Urang .<\/p>\n<div id=\"attachment_8494\" style=\"width: 410px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-8494\" class=\"wp-image-8494\" src=\"https:\/\/sementara.biz.id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/IMG-20200915-WA0086-200x112.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"300\" \/><p id=\"caption-attachment-8494\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>TAMPAK<\/strong> Aparatur dan masyarakat Desa Way Urang, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran melaksanakan Musyawarah Desa Khusus membahas BLT-DD Tahap 2. (Foto: Dokumen).<\/em><\/p><\/div>\n<p>Kepala Desa Way Urang Harudin Z. kepada lampungbarometer.id mengatakan Musdes<br \/>\nkhusus ini digelar untuk membahas anggaran BLT-DD Gelombang II. Dia mengungkapkan jumlah penerima BLT-DD<br \/>\nGelombang II berbeda dengan jumlah penerima BLT-DD gelombang pertama.<\/p>\n<p>\u201cDalam Musdesus ini kita membahas anggaran BLT-DD Gelombang II. Penerima BLT-DD Gelombang II ini berbeda dengan jumlah penerima BLT-DD gelombang pertama yang berjumlah 125 Kepala Keluarga (KK), sedangkan untuk penerima BLT gelombang II sebanyak 30 KK,&#8221; ujar Harudin Z.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Kepala Desa berharap seluruh aparatur desa, pengurus BPD, kepala dusun, RT dan masyarakat Desa Way Urang bisa bersinergi dalam melaksanakan<br \/>\nProgram BLT-DD Gelombang II.<\/p>\n<p>\u201cSeluruh aparatur desa, BPD, kepala dusun, RT dan masyarakat Desa Way Urang harus saling bersinergi melaksanakan Program BLT-DD Gelombang II ini,\u201d pungkasnya. (Nawir\/Ansori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id) Pemerintah Desa Way Urang, Kecamatan Padang Cermin mengadakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) membahas Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) lanjutan di kantor Desa Way Urang, Senin (14\/9\/2020). Kegiatan Musdesus ini dihadiri aparatur desa, pendamping desa, BPD, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat Desa Way Urang . Kepala Desa Way Urang Harudin Z. kepada lampungbarometer.id mengatakan Musdes khusus ini digelar untuk membahas anggaran BLT-DD Gelombang II. Dia mengungkapkan jumlah penerima BLT-DD Gelombang II berbeda dengan jumlah penerima BLT-DD gelombang pertama. \u201cDalam Musdesus ini kita membahas anggaran BLT-DD Gelombang II. Penerima BLT-DD Gelombang II ini berbeda dengan jumlah penerima BLT-DD gelombang pertama yang berjumlah 125 Kepala Keluarga (KK), sedangkan untuk penerima BLT gelombang II sebanyak 30 KK,&#8221; ujar Harudin Z. Oleh karena itu, Kepala Desa berharap seluruh aparatur desa, pengurus BPD, kepala dusun, RT dan masyarakat Desa Way Urang bisa bersinergi dalam melaksanakan Program BLT-DD Gelombang II. \u201cSeluruh aparatur desa, BPD, kepala dusun, RT dan masyarakat Desa Way Urang harus saling bersinergi melaksanakan Program BLT-DD Gelombang II ini,\u201d pungkasnya. (Nawir\/Ansori)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8496,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-8492","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8492"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8492\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}