{"id":8036,"date":"2020-08-29T00:18:06","date_gmt":"2020-08-28T17:18:06","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=8036"},"modified":"2020-08-29T00:18:06","modified_gmt":"2020-08-28T17:18:06","slug":"jelang-pilkada-bupati-pesawaran-imbau-masyarakat-jaga-kerukunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/08\/29\/jelang-pilkada-bupati-pesawaran-imbau-masyarakat-jaga-kerukunan\/","title":{"rendered":"Jelang Pilkada Bupati Dendi Imbau Masyarakat Jaga Kerukunan"},"content":{"rendered":"<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona mengingatkan masyarakat Bumi Andan Jejama menjaga kerukunan, bersama-sama membangun Kabupaten Pesawaran menjadi lebih baik.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Bupati Dendi Ramadhona saat Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriyah sekaligus Peringatan Hari Jadi Ke-90 Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (28\/8\/2020).<\/p>\n<p>\u201cSemoga peringatan Tahun Baru Islam ini membuat kita menjadi lebih baik dalam rangka memperkuat silaturahmi, merekatkan persatuan dan kesatuan masyarakat sekaligus menjaga kerukunan antarumat bergama,\u201d kata Dendi.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dia mengatakan, menjelang digelarnya Pilkada Kabupaten Pesawaran agar masyarakat tetap rukun dan harmonis, jangan sampai terpecah belah.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai kita terpecah belah hanya karena berbeda pilihan politik. Sesama saudara, kita harus saling menjaga kerukunan. Tentu tidak baik jika kita ribut dan saling gontok-gontokan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah ibu kota, Ustad Abe, dan dihadiri Forkopimda serta masyarakat desa setempat.<\/p>\n<p>Bupati juga meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya Desa Sukadadi, Kecamatan Gedongtataan, berperan aktif meningkatkan pembangunan, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada serentak Desember mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">&#8220;Masyarakat harus bersatu membangun Kabupaten Pesawaran agar lebih maju dan sejahtera,&#8221; ujarnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona mengingatkan masyarakat Bumi Andan Jejama menjaga kerukunan, bersama-sama membangun Kabupaten Pesawaran menjadi lebih baik. Hal itu disampaikan Bupati Dendi Ramadhona saat Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriyah sekaligus Peringatan Hari Jadi Ke-90 Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (28\/8\/2020). \u201cSemoga peringatan Tahun Baru Islam ini membuat kita menjadi lebih baik dalam rangka memperkuat silaturahmi, merekatkan persatuan dan kesatuan masyarakat sekaligus menjaga kerukunan antarumat bergama,\u201d kata Dendi. Lebih lanjut dia mengatakan, menjelang digelarnya Pilkada Kabupaten Pesawaran agar masyarakat tetap rukun dan harmonis, jangan sampai terpecah belah. \u201cJangan sampai kita terpecah belah hanya karena berbeda pilihan politik. Sesama saudara, kita harus saling menjaga kerukunan. Tentu tidak baik jika kita ribut dan saling gontok-gontokan,\u201d katanya. Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah ibu kota, Ustad Abe, dan dihadiri Forkopimda serta masyarakat desa setempat. Bupati juga meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya Desa Sukadadi, Kecamatan Gedongtataan, berperan aktif meningkatkan pembangunan, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada serentak Desember mendatang. &#8220;Masyarakat harus bersatu membangun Kabupaten Pesawaran agar lebih maju dan sejahtera,&#8221; ujarnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8038,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-8036","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8036","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8036"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8036\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}