{"id":7903,"date":"2020-08-25T08:47:05","date_gmt":"2020-08-25T01:47:05","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=7903"},"modified":"2020-08-25T08:47:05","modified_gmt":"2020-08-25T01:47:05","slug":"7903-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/08\/25\/7903-2\/","title":{"rendered":"Tragis, Tak Direstui Pacaran Sepasang Remaja Terjun ke Sungai Musi"},"content":{"rendered":"<p><em>Foto: Ilustrasi<\/em><\/p>\n<p><strong>PALEMBANG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Tragis, sepasang kekasih di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tewas setelah terjun ke\u00a0Sungai Musi karena tidak diizinkan pacaran.<\/p>\n<p>Dikutip dari detikcom, sejoli itu adalah sepasang remaja; laki-laki berinisial T (18) dan perempuan berinisial M (17), warga Bukit Lama, Ilir Barat I Palembang. Keduanya diduga terjun ke Sungai Musi pada Minggu (23\/8\/2020) sekitar Pukul 13.30 WIB.<\/p>\n<p>Kepala Pos Pangkalan Sandar 30 Ilir Direktorat Polairud Polda Sumsel, Bripka Abdul Mutolip Siregar, mengungkapkan pihaknya datang ke Dermaga 9-10 Ulu usai mendapat laporan ada orang terjun ke\u00a0Sungai Musi. Dia mengatakan barang milik kedua korban diduga sengaja ditinggal di lokasi.<\/p>\n<p>&#8220;Ada tas dan 2 unit HP korban ditinggal di dermaga. Korban sempat ditolong warga, tapi hanyut terbawa arus,&#8221; ujar Mutolip.<\/p>\n<p>Tim gabungan kemudian melakukan pencarian serta memeriksa saksi-saksi. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, ujar dia, kedua orang yang terjun ke sungai itu adalah sepasang kekasih.<\/p>\n<p>&#8220;Informasi mereka pacaran, si perempuan masih sekolah SMA dan ikut jualan sama bibinya di Ampera karena libur,&#8221; ujar Mutolip.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, informasinya terjadi keributan sebelum keduanya terjun ke sungai. Mutolip menduga keduanya nekat terjun bareng ke Sungai Musi karena dilarang pacaran.<\/p>\n<p>&#8220;Tiba-tiba datang pacarnya dan ribut, informasi tak boleh pacaran karena masih sekolah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>T dan M kemudian ditemukan dalam keadaan tewas. Jenazah keduanya ditemukan pada Minggu (23\/8) malam.<\/p>\n<p>&#8220;Kedua remaja yang terjun ke sungai Musi kemarin susah ditemukan. Ditemukan tadi malam sekitar pukul 22.00 dan 23.15 WIB,&#8221; kata Mutolip Siregar saat dimintai konfirmasi, Senin (24\/8\/2020) seperti dilansir detikcom.<\/p>\n<p>Keduanya ditemukan tak jauh dari lokasi mereka terjun di Dermaga 9-10 Ulu. Jasad eduanya ditemukan Tim Gabungan Polair, Basarnas hingga nelayan tradisional. Selanjutnya, jenazah diserahkan ke pihak keluarga.<\/p>\n<p>&#8220;Ketemu nggak jauh dari lokasi awal. Jadi pertama ditemukan yang laki-laki, setelah itu menyusul yang perempuan,&#8221; tutur Mutolip.<\/p>\n<p>Setelah diselidiki, ternyata sepasang remaja ini sempat mencoba terjun ke Sungai Musi dari atas Jembatan Ampera. Percobaan itu dilakukan pada Sabtu (22\/8).<\/p>\n<p>&#8220;Benar, dari saksi-saksi menyebut korban sempat mau terjun dari Jembatan Ampera malam harinya. Video itu viral,&#8221; kata Mutolip.<\/p>\n<p>Saat itu, T diduga naik pagar pembatas dan diduga hendak terjun ke Sungai Musi. Aksi itu tak jadi dilakukan, namun keduanya diduga nekat terjun ke Sungai Musi di hari berikutnya.<\/p>\n<p>&#8220;Malam itu tidak jadi terjun, ternyata keesokan harinya itu kejadian. Mereka terjun ke Sungai Musi sekitar pukul 13.30 WIB,&#8221; katanya. (red)<\/p>\n<p><em>Berita ini sudah ditayangkan di detikcom dengan judul &#8220;Kisah Tragis Sejoli di Sungai Musi&#8221;.<\/em><\/p>\n<p><em>Informasi dalam berita ini tidak untuk menginspirasi siapapun, jika pembaca merasa depresi dan memiliki tekanan mental segera konsultasi dengan ahlinya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Ilustrasi PALEMBANG (lampungbarometer.id): Tragis, sepasang kekasih di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) tewas setelah terjun ke\u00a0Sungai Musi karena tidak diizinkan pacaran. Dikutip dari detikcom, sejoli itu adalah sepasang remaja; laki-laki berinisial T (18) dan perempuan berinisial M (17), warga Bukit Lama, Ilir Barat I Palembang. Keduanya diduga terjun ke Sungai Musi pada Minggu (23\/8\/2020) sekitar Pukul 13.30 WIB. Kepala Pos Pangkalan Sandar 30 Ilir Direktorat Polairud Polda Sumsel, Bripka Abdul Mutolip Siregar, mengungkapkan pihaknya datang ke Dermaga 9-10 Ulu usai mendapat laporan ada orang terjun ke\u00a0Sungai Musi. Dia mengatakan barang milik kedua korban diduga sengaja ditinggal di lokasi. &#8220;Ada tas dan 2 unit HP korban ditinggal di dermaga. Korban sempat ditolong warga, tapi hanyut terbawa arus,&#8221; ujar Mutolip. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian serta memeriksa saksi-saksi. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, ujar dia, kedua orang yang terjun ke sungai itu adalah sepasang kekasih. &#8220;Informasi mereka pacaran, si perempuan masih sekolah SMA dan ikut jualan sama bibinya di Ampera karena libur,&#8221; ujar Mutolip. Dia mengatakan, informasinya terjadi keributan sebelum keduanya terjun ke sungai. Mutolip menduga keduanya nekat terjun bareng ke Sungai Musi karena dilarang pacaran. &#8220;Tiba-tiba datang pacarnya dan ribut, informasi tak boleh pacaran karena masih sekolah,&#8221; katanya. T dan M kemudian ditemukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7904,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-7903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-humaniora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7903"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7903\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}