{"id":7199,"date":"2020-07-28T11:46:22","date_gmt":"2020-07-28T04:46:22","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=7199"},"modified":"2020-07-28T11:46:22","modified_gmt":"2020-07-28T04:46:22","slug":"mahasiswa-internasional-dari-francis-dan-iib-darmajaya-belajar-membuat-kue-bermotif-batik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/07\/28\/mahasiswa-internasional-dari-francis-dan-iib-darmajaya-belajar-membuat-kue-bermotif-batik\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Internasional Dari Francis Dan IIB Darmajaya Belajar Membuat Kue Bermotif Batik"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Bandar Lampung(lampungbarometer.Id)<\/strong> <\/em>\u2013 Mahasiswa Internasional Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya belajar membuat kue dengan membentuk pola batik di LPK Teladan Sahabat, Selasa, (28\/7\/20).<\/p>\n<p>Mahasiswa Internasional tersebut terdiri dari Francis Mukemba Mwau asal Kenya, Vatsiniaini Tatamo Sahondra asal Madagascar, Mujuki Kenneth Nyakairu asal Uganda, Imron dan Rusdee asal Thailand. Kelimanya didampingi oleh staf International Office Sherli Trisnawati, S.Kom.<\/p>\n<p>Kelimanya menikmati proses pembuatan kue yang diajarkan oleh Chef Reni dan Chef Adi. Mahasiswa asing juga sempat mengikuti pembuatan croissant yang berasal dari Prancis.,<br \/>\nMahasiswi asal Madagascar, Tatamo, mengaku sangat senang bisa belajar membuat kue dengan gambar batik. \u201cSaya sangat senang, karena di sini saya tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar membuat kue yang luar biasa ini dengan chef Reni. Terima kasih juga kepada teman Internasional lainnya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, ini pengalaman luar biasa yang belum pernah dialami. \u201cIni pertama yang saya alami,\u201d tuturnya.<br \/>\nHal sama juga dikatakan oleh Ken yang sangat senang bisa mengikuti pembuatan kue di LPK Teladan Sahabat. \u201cSaya sangat senang bisa berada di sini hari ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Baking class hari ini sangat menyenangkan penuh dengan canda tawa. Terima kasih kepada semua yang ada di sini. Terima kasih Chef Reni dan Chef Adi. Sangat menyenangkan dan saya mencintai kegiatan ini,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara, Kepala Bagian International Office IIB Darmajaya, Muhammad Dwiyan Aditiya mengatakan kegiatan baking class merupakan bagian dari program mahasiswa Internasional di IIB Darmajaya. \u201cPelaksanaan program baking class juga mengikuti protokol kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam program ini juga untuk mengenalkan budaya Indonesia dari sisi lain. \u201cMedianya berupa pembuatan kue dengan motif batik,\u201d tutupnya&#8230;. <strong>Rd<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung(lampungbarometer.Id) \u2013 Mahasiswa Internasional Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya belajar membuat kue dengan membentuk pola batik di LPK Teladan Sahabat, Selasa, (28\/7\/20). Mahasiswa Internasional tersebut terdiri dari Francis Mukemba Mwau asal Kenya, Vatsiniaini Tatamo Sahondra asal Madagascar, Mujuki Kenneth Nyakairu asal Uganda, Imron dan Rusdee asal Thailand. Kelimanya didampingi oleh staf International Office Sherli Trisnawati, S.Kom. Kelimanya menikmati proses pembuatan kue yang diajarkan oleh Chef Reni dan Chef Adi. Mahasiswa asing juga sempat mengikuti pembuatan croissant yang berasal dari Prancis., Mahasiswi asal Madagascar, Tatamo, mengaku sangat senang bisa belajar membuat kue dengan gambar batik. \u201cSaya sangat senang, karena di sini saya tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar membuat kue yang luar biasa ini dengan chef Reni. Terima kasih juga kepada teman Internasional lainnya,\u201d ucapnya. Menurutnya, ini pengalaman luar biasa yang belum pernah dialami. \u201cIni pertama yang saya alami,\u201d tuturnya. Hal sama juga dikatakan oleh Ken yang sangat senang bisa mengikuti pembuatan kue di LPK Teladan Sahabat. \u201cSaya sangat senang bisa berada di sini hari ini. &nbsp; Baking class hari ini sangat menyenangkan penuh dengan canda tawa. Terima kasih kepada semua yang ada di sini. Terima kasih Chef Reni dan Chef Adi. Sangat menyenangkan dan saya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7200,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-7199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7199"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7199\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}