{"id":6754,"date":"2020-07-12T12:13:14","date_gmt":"2020-07-12T05:13:14","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=6754"},"modified":"2020-07-12T12:13:14","modified_gmt":"2020-07-12T05:13:14","slug":"kementan-siap-dukung-wujudkan-lampung-lokomotif-pertanian-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/07\/12\/kementan-siap-dukung-wujudkan-lampung-lokomotif-pertanian-indonesia\/","title":{"rendered":"Kementan Siap Dukung Gubernur Arinal Wujudkan Lampung Lokomotif Pertanian Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan Sumardjo Gatot Irianto siap memenuhi kebutuhan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk mewujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Irjen Kementan Sumardjo Gatot Irianto saat Rapat Evaluasi Program Kementerian Pertanian RI di Swiss Belhotel, Bandar Lampung, Kamis (9\/7\/2020) malam.<\/p>\n<p>&#8220;Apa aja yang diminta kita penuhi, beliau (Gubernur, red) minta sekarang kita kasih kemarin. Pokoknya yang diminta Lampung kita penuhi,&#8221; ujar Sumardjo.<\/p>\n<p>Dukungan ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan kerja sama penyaluran KUR tani dan penyaluran Kartu Petani Berjaya (KPB) antara BNI dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten\/Kota terkait.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti malam ini kita padukan KUR dengan KPB langsung kita saksikan penandatanganannya bersama Kabupaten\/Kota,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan demi mewujudkan Lampung sebagai lokomotif pertanian Indonesia, dibutuhkan dukungan seluruh Kabupaten\/Kota.<\/p>\n<p>&#8220;Lokomotif itu ada pada kalian semua para Kepala Dinas lingkup pertanian, bagaimana kita bisa membuktikan lokomotif pertanian itu. Lampung tidak ada alasan tidak maju di sektor pertanian, tidak ada komoditi di Lampung yang tidak nasional,&#8221; ujar Arinal.<\/p>\n<p>Arinal menyebutkan Kabupaten\/Kota harus turut serta menyukseskan program KPB. Karena KPB inilah yang bisa memberikan solusi bagi petani. Sehingga tidak terjadi lagi saat musim tanam tidak ada benih, pupuk langka ada.<\/p>\n<p>&#8220;Juga tidak akan terjadi lagi produksi bagus tetapi harganya rendah,&#8221; katanya. (<strong>red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan Sumardjo Gatot Irianto siap memenuhi kebutuhan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk mewujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia. Hal tersebut disampaikan Irjen Kementan Sumardjo Gatot Irianto saat Rapat Evaluasi Program Kementerian Pertanian RI di Swiss Belhotel, Bandar Lampung, Kamis (9\/7\/2020) malam. &#8220;Apa aja yang diminta kita penuhi, beliau (Gubernur, red) minta sekarang kita kasih kemarin. Pokoknya yang diminta Lampung kita penuhi,&#8221; ujar Sumardjo. Dukungan ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan kerja sama penyaluran KUR tani dan penyaluran Kartu Petani Berjaya (KPB) antara BNI dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten\/Kota terkait. &#8220;Seperti malam ini kita padukan KUR dengan KPB langsung kita saksikan penandatanganannya bersama Kabupaten\/Kota,&#8221; katanya. Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan demi mewujudkan Lampung sebagai lokomotif pertanian Indonesia, dibutuhkan dukungan seluruh Kabupaten\/Kota. &#8220;Lokomotif itu ada pada kalian semua para Kepala Dinas lingkup pertanian, bagaimana kita bisa membuktikan lokomotif pertanian itu. Lampung tidak ada alasan tidak maju di sektor pertanian, tidak ada komoditi di Lampung yang tidak nasional,&#8221; ujar Arinal. Arinal menyebutkan Kabupaten\/Kota harus turut serta menyukseskan program KPB. Karena KPB inilah yang bisa memberikan solusi bagi petani. Sehingga tidak terjadi lagi saat musim tanam tidak ada benih, pupuk langka ada. &#8220;Juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6756,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-6754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6754"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6754\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}