{"id":6155,"date":"2020-06-07T06:33:05","date_gmt":"2020-06-06T23:33:05","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=6155"},"modified":"2020-06-07T06:33:05","modified_gmt":"2020-06-06T23:33:05","slug":"helikopter-mi-17-milik-tni-ad-jatuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/06\/07\/helikopter-mi-17-milik-tni-ad-jatuh\/","title":{"rendered":"Helikopter MI-17 Milik TNI AD Jatuh"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampung barometer.id)<\/strong>: Helikopter MI-17 milik TNI AD Nomor Registrasi HA 5141 mengalami kecelakaan jatuh saat melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Semarang, Jawa Tengah sebagai bagian dari Program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1, Sabtu (6\/6\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p>Helikopter dinyatakan dalam kondisi baik sebelum terbang karena saat dilaksanakan Pre-flight Check tidak ditemukan hal-hal janggal terkait pesawat. Selain itu, misi latihan terbang endurance pertama (sebelum misi ke-2) juga berjalan aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekitar Pukul 12.35, Helikopter ini melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang Tactical Manuver.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan sekitar Pukul 13.40, Helikopter MI-17 ini jatuh di Kaliwungu, Kecamatan Kendal, Jawa Tengah dan terbakar sehingga menyebabkan 4 orang crew meninggal dunia, sementara 5 lainnya luka-luka. Korban luka-luka saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyebab jatuhnya Helikopter MI-17 TNI AD masih dalam proses investigasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Korban jatuhnya Helikopter MI-17 TNI AD adalah sbb :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Kapten Cpn Kadek (MD)<\/li><li>Kapten Cpn Fredi (MD)<\/li><li>Kapten Cpn Y Hendro (MD)<\/li><li>Lettu Cpn Wisnu (MD)<\/li><li>Lettu Cpn Vira Yudha<\/li><li>Praka Nanang<\/li><li>Praka Rofiq<\/li><li>Praka Supriyanto<\/li><li>Praka Andi<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>(Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Nefra Firdaus\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampung barometer.id): Helikopter MI-17 milik TNI AD Nomor Registrasi HA 5141 mengalami kecelakaan jatuh saat melaksanakan misi latihan terbang di Pusat Pendidikan Penerbang AD, Semarang, Jawa Tengah sebagai bagian dari Program Pendidikan Calon Perwira Penerbang 1, Sabtu (6\/6\/2020). Helikopter dinyatakan dalam kondisi baik sebelum terbang karena saat dilaksanakan Pre-flight Check tidak ditemukan hal-hal janggal terkait pesawat. Selain itu, misi latihan terbang endurance pertama (sebelum misi ke-2) juga berjalan aman. Sekitar Pukul 12.35, Helikopter ini melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang Tactical Manuver. Dan sekitar Pukul 13.40, Helikopter MI-17 ini jatuh di Kaliwungu, Kecamatan Kendal, Jawa Tengah dan terbakar sehingga menyebabkan 4 orang crew meninggal dunia, sementara 5 lainnya luka-luka. Korban luka-luka saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Penyebab jatuhnya Helikopter MI-17 TNI AD masih dalam proses investigasi. Korban jatuhnya Helikopter MI-17 TNI AD adalah sbb : Kapten Cpn Kadek (MD) Kapten Cpn Fredi (MD) Kapten Cpn Y Hendro (MD) Lettu Cpn Wisnu (MD) Lettu Cpn Vira Yudha Praka Nanang Praka Rofiq Praka Supriyanto Praka Andi (Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Nefra Firdaus\/Red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6156,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-6155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6155"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6155\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}