{"id":6138,"date":"2020-06-06T11:02:08","date_gmt":"2020-06-06T04:02:08","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=6138"},"modified":"2020-06-06T11:02:08","modified_gmt":"2020-06-06T04:02:08","slug":"rekomendasi-pdi-p-belum-pasti-m-nasir-dekati-pan-dan-partai-hanura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/06\/06\/rekomendasi-pdi-p-belum-pasti-m-nasir-dekati-pan-dan-partai-hanura\/","title":{"rendered":"Rekomendasi PDI-P Belum Pasti, M. Nasir Dekati PAN dan Partai Hanura"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>PESAWARAN (lampungbarometer.id)<\/strong>: Pencalonan M. Nasir sebagai Calon Bupati Kabupaten Pesawaran mulai banyak dispekulasikan, pasalnya hingga saat ini baru Partai Nasdem yang positif berkoalisi. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, sinyalemen partai lain akan bergabung belum terlihat dalam rangka menghadapi konstestasi yang akan digelar Desember mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHingga saat ini baru partai Nasdem, kalau dari partai lain tidak mau berkoalisi, ya saya akan duduk kembali di kursi ketua DPRD dan memfungsikan tugas saya sebagai wakil rakyat,\u201d ujar Ketua DPRD Pesawaran itu, Selasa (2\/6\/2020) lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun demikian, Nasir masih berupaya dan tetap melakukan konsolidasi kepada beberapa ketua partai politik dengan harapan ketua Parpol di Pesawaran dapat mengusung namanya ke DPP masing-masing partai sebagai calon Bupati Kabupaten Pesawaran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dSaya baru saja bicara dengan Ketua Partai PAN Faisaludin dan Ketua Partai Hanura Supriyadi agar masing-masing pimpinan Parpol dapat mengusung nama saya ke DPP sesuai survei,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ditanya terkait rekomendasi DPP PDIP, Nasir juga belum mampu memastikan kepada siapa rekomendasi Partai Banteng Moncong Putih akan diberikan dalam kontestasi Pilkada Pesawaran Desember mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dTapi saya masih yakin akan ada parpol yang memberikan rekomendasi kepada saya. Saat ini saya sudah mengantongi 4 kursi, tinggal butuh tambahan 5 kursi lagi,\u201d katanya. (<strong>Firdaus<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESAWARAN (lampungbarometer.id): Pencalonan M. Nasir sebagai Calon Bupati Kabupaten Pesawaran mulai banyak dispekulasikan, pasalnya hingga saat ini baru Partai Nasdem yang positif berkoalisi. Sementara itu, sinyalemen partai lain akan bergabung belum terlihat dalam rangka menghadapi konstestasi yang akan digelar Desember mendatang. \u201cHingga saat ini baru partai Nasdem, kalau dari partai lain tidak mau berkoalisi, ya saya akan duduk kembali di kursi ketua DPRD dan memfungsikan tugas saya sebagai wakil rakyat,\u201d ujar Ketua DPRD Pesawaran itu, Selasa (2\/6\/2020) lalu. Meskipun demikian, Nasir masih berupaya dan tetap melakukan konsolidasi kepada beberapa ketua partai politik dengan harapan ketua Parpol di Pesawaran dapat mengusung namanya ke DPP masing-masing partai sebagai calon Bupati Kabupaten Pesawaran. \u201dSaya baru saja bicara dengan Ketua Partai PAN Faisaludin dan Ketua Partai Hanura Supriyadi agar masing-masing pimpinan Parpol dapat mengusung nama saya ke DPP sesuai survei,\u201d katanya. Saat ditanya terkait rekomendasi DPP PDIP, Nasir juga belum mampu memastikan kepada siapa rekomendasi Partai Banteng Moncong Putih akan diberikan dalam kontestasi Pilkada Pesawaran Desember mendatang. \u201dTapi saya masih yakin akan ada parpol yang memberikan rekomendasi kepada saya. Saat ini saya sudah mengantongi 4 kursi, tinggal butuh tambahan 5 kursi lagi,\u201d katanya. (Firdaus)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6139,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-6138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6138"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6138\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}