{"id":6068,"date":"2020-06-01T16:57:14","date_gmt":"2020-06-01T09:57:14","guid":{"rendered":"https:\/\/sementara.biz.id\/?p=6068"},"modified":"2020-06-01T16:57:14","modified_gmt":"2020-06-01T09:57:14","slug":"anggota-dprd-provinsi-lampung-lesty-putri-utami-pembukaan-sekolah-di-tengah-pandemi-membahayakan-siswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2020\/06\/01\/anggota-dprd-provinsi-lampung-lesty-putri-utami-pembukaan-sekolah-di-tengah-pandemi-membahayakan-siswa\/","title":{"rendered":"Anggota DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami: Pembukaan Sekolah di Tengah Pandemi  Membahayakan Siswa"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id)<\/strong>: Anggota Komisi V  DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami menilai wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 terlalu terburu-buru. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut politisi PDI Perjuangan ini, jika dipaksakan akan menjadi pertaruhan besar bagi keselamatan guru dan peserta didik. Oleh sebab itu, dia menegaskan pembukaan sekolah di saat pandemi seperti saat ini sama saja dengan mempertaruhkan nyawa generasi penerus bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita tahu, hingga kini penyebaran Covid-19 masih terus terjadi, kasus baru masih bermunculan dan kurvanya juga masih belum melandai. Jika dipaksakan akan membahayakan bagi anak-anak. Kebijakan itu seakan menjadikan anak-anak kelinci percobaan untuk menguji kebijakan pemerintah,\u201d ujar Lesty, Senin (2\/6\/2020).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_20200601_170346354-1.jpg?resize=300%2C170\" alt=\"\" class=\"wp-image-6074\"\/><figcaption><strong><em>ANGGOTA <\/em><\/strong><em>Komisi V  DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami<\/em> <em>menilai wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 terlalu terburu-buru dan membahayakan siswa-siswi.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kekhawatiran senator Partai Banteng Moncong Putih ini sangat wajar, karena penularan Covid-19 kepada anak-anak Indonesia masih cukup tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p>Menurut rilis resmi yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 18 Mei 2020, tidak kurang dari 584 anak dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan 14 anak di antaranya meninggal dunia. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, dari 3.324 anak dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, sebanyak 129 orang dinyatakan meninggal.<\/p>\n\n\n\n<p>Lesty mengungkapkan, kasus kematian anak Indonesia karena Covid-19 paling tinggi se-Asia. Oleh sebab itu, jika tidak menyiapkan seluruh faktor pendukungnya maka sekolah dapat menjadi mata rantai baru penularan Covid-19. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kita perlu memikirkan bagaimana anak berangkat ke sekolah, bagaimana anak berinteraksi dengan sesama murid dan guru, bagaimana faktor kebersihan sarana dan prasarana sekolah, hingga bagaimana mengatur rasio jumlah siswa per kelas,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dia juga menyampaikan berdasar laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), baru 18 persen sekolah yang siap dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sedangkan 80 persen lebih sekolah tidak siap. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni bukti bahwa pembukaan sekolah saat ini berbahaya dan penuh pertaruhan, bahkan banyak orang tua khawatir jika pembukaan sekolah tetap dipaksakan,\u201d ujar Lesty. (<strong>Tin\/red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG (lampungbarometer.id): Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami menilai wacana pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19 terlalu terburu-buru. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, jika dipaksakan akan menjadi pertaruhan besar bagi keselamatan guru dan peserta didik. Oleh sebab itu, dia menegaskan pembukaan sekolah di saat pandemi seperti saat ini sama saja dengan mempertaruhkan nyawa generasi penerus bangsa. \u201cKita tahu, hingga kini penyebaran Covid-19 masih terus terjadi, kasus baru masih bermunculan dan kurvanya juga masih belum melandai. Jika dipaksakan akan membahayakan bagi anak-anak. Kebijakan itu seakan menjadikan anak-anak kelinci percobaan untuk menguji kebijakan pemerintah,\u201d ujar Lesty, Senin (2\/6\/2020). Kekhawatiran senator Partai Banteng Moncong Putih ini sangat wajar, karena penularan Covid-19 kepada anak-anak Indonesia masih cukup tinggi. Menurut rilis resmi yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 18 Mei 2020, tidak kurang dari 584 anak dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan 14 anak di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, dari 3.324 anak dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, sebanyak 129 orang dinyatakan meninggal. Lesty mengungkapkan, kasus kematian anak Indonesia karena Covid-19 paling tinggi se-Asia. Oleh sebab itu, jika tidak menyiapkan seluruh faktor pendukungnya maka sekolah dapat menjadi mata rantai baru penularan Covid-19. &#8220;Kita perlu memikirkan bagaimana anak berangkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6070,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-6068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6068"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6068\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}