{"id":59705,"date":"2026-11-07T17:46:11","date_gmt":"2026-11-07T10:46:11","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59705"},"modified":"2026-11-07T17:46:11","modified_gmt":"2026-11-07T10:46:11","slug":"pengurus-baru-kamapala-semarang-kabinet-pathika-resmi-dilantik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/11\/07\/pengurus-baru-kamapala-semarang-kabinet-pathika-resmi-dilantik\/","title":{"rendered":"Pengurus Baru KAMAPALA Semarang &#8216;Kabinet Pathika&#8217; Resmi Dilantik"},"content":{"rendered":"<p><strong>Semarang (LB):<\/strong> Keluarga Mahasiswa Pelajar Lampung (KAMAPALA) Semarang resmi melantik pengurus periode 2026\u20132027, Sabtu (7\/11\/2026).<\/p>\n<p>Mengusung nama Kabinet Pathika dan tema \u201cSelaras Melangkah, Terarah Berkarya\u201d, kepengurusan baru ini membawa agenda memperkuat solidaritas mahasiswa Lampung di perantauan sekaligus mendorong kontribusi bagi daerah asal.<\/p>\n<p>Pelantikan tersebut menjadi momentum penegasan komitmen untuk menjaga nilai kekeluargaan, memperkuat kaderisasi, dan menjadikan organisasi sebagai ruang pembentukan karakter serta kepemimpinan mahasiswa.<\/p>\n<p>Ketua Umum KAMAPALA Semarang periode 2026\u20132027, Faisal, menegaskan jabatan yang diemban setiap pengurus merupakan amanah, bukan sekadar kedudukan yang membanggakan.<\/p>\n<p>Menurutnya, kepengurusan baru harus membuktikan komitmen melalui kerja nyata karena ukuran keberhasilan organisasi bukan terletak pada banyaknya program yang dirancang, melainkan pada manfaat yang dihasilkan dan kebersamaan yang berhasil dibangun.<\/p>\n<p>\u201cJabatan pada akhirnya akan berakhir, tetapi cara kita bekerja dan memperlakukan sesama akan senantiasa dikenang,\u201d ujar Faisal.<\/p>\n<p>Ia juga mengapresiasi pengurus periode sebelumnya yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk organisasi. Faisal berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan hal-hal baik sekaligus melakukan evaluasi dan pembenahan agar KAMAPALA semakin berkembang.<\/p>\n<p>Dia mengatakan nama Kabinet Pathika dipilih sebagai representasi perjalanan mahasiswa Lampung di tanah rantau. <em>Pathika,<\/em> yang berasal dari bahasa Sansekerta dan bermakna &#8220;pejalan&#8221;, menggambarkan mahasiswa yang meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu, memperluas wawasan, dan mempersiapkan masa depan.<\/p>\n<p>&#8220;Perjalanan tersebut tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan identitas dan kepedulian terhadap daerah asal. Filosofi &#8216;Selaras Melangkah, Terarah Berkarya&#8217; menjadi pijakan untuk menyatukan visi, menjaga solidaritas, serta memastikan setiap kegiatan organisasi memiliki tujuan dan manfaat,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum KAMAPALA Semarang periode pertama, Usman, mengingatkan, KAMAPALA dibangun melalui proses panjang dengan fondasi kekeluargaan, kebersamaan, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut, ujarnya, harus tetap menjadi karakter utama organisasi, meskipun kepemimpinan terus berganti dan tantangan zaman semakin berkembang.<\/p>\n<p>Regenerasi, dalam pandangannya, tidak boleh berhenti pada pergantian pengurus. Setiap generasi harus mampu menjaga warisan para pendahulu sekaligus memperbaiki tata kelola dan menghadirkan gagasan baru. Kehadiran para perintis dan senior menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pengalaman generasi terdahulu diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengurus baru dalam menentukan arah organisasi,&#8221; ucap Usman.<\/p>\n<p>Pada kesempatan ini, perwakilan Badan Penghubung Provinsi Lampung, Purwito, S.M., yang hadir mewakili Kepala Badan Penghubung Provinsi Lampung, menilai pelantikan sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi mahasiswa Lampung di Semarang.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, organisasi mahasiswa harus mampu menjalankan fungsi lebih luas daripada sekadar menjadi tempat berkumpul. Organisasi perlu menjadi wadah pengembangan kualitas sumber daya manusia, pembentukan karakter, peningkatan daya kritis, dan penguatan kapasitas kepemimpinan.<\/p>\n<p>\u201cOrganisasi mahasiswa bukan hanya sebagai tempat kumpul-kumpul semata, tetapi sebagai wadah nyata dalam memberikan dampak positif,\u201d kata Purwito.<\/p>\n<p>Ia berharap KAMAPALA mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, perubahan zaman menuntut mahasiswa memiliki kemampuan beradaptasi, ketekunan, kejujuran, kerja keras, serta kemampuan membangun kolaborasi.<\/p>\n<p>Berbagai pengalaman yang diperoleh selama berorganisasi diharapkan menjadi modal ketika mahasiswa kembali dan mengambil peran di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Ketua Panitia Pelaksana, Rendi, menegaskan pelantikan merupakan awal dari tanggung jawab baru seluruh pengurus. Karena itu, kepengurusan yang terbentuk membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen organisasi.<br \/>\nIa menyebut Badan Pengurus Lembaga (BPL), para Seandanan, senior, dan anggota memiliki peran penting dalam mengawal perjalanan Kabinet Pathika.<\/p>\n<p>&#8220;Kekuatan utama KAMAPALA bukan semata-mata pada struktur kepengurusan, melainkan pada soliditas dan persaudaraan seluruh anggotanya,&#8221; ungkap Rendi.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih kami sampaikan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah atas dukungannya dengan menyediakan fasilitas tempat sehingga kegiatan ini bisa terselenggara,&#8221; kata Rendi.<\/p>\n<p>Dengan terbentuknya Kabinet Pathika, KAMAPALA Semarang kini memasuki periode kepengurusan baru. Lebih dari sekadar wadah berkumpulnya mahasiswa Lampung di perantauan, KAMAPALA diharapkan menjadi tempat lahirnya kader-kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kuat dalam persaudaraan, serta mampu membawa pengalaman dan pengetahuan untuk berkontribusi bagi Lampung. (Ch. Heru)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang (LB): Keluarga Mahasiswa Pelajar Lampung (KAMAPALA) Semarang resmi melantik pengurus periode 2026\u20132027, Sabtu (7\/11\/2026). Mengusung nama Kabinet Pathika dan tema \u201cSelaras Melangkah, Terarah Berkarya\u201d, kepengurusan baru ini membawa agenda memperkuat solidaritas mahasiswa Lampung di perantauan sekaligus mendorong kontribusi bagi daerah asal. Pelantikan tersebut menjadi momentum penegasan komitmen untuk menjaga nilai kekeluargaan, memperkuat kaderisasi, dan menjadikan organisasi sebagai ruang pembentukan karakter serta kepemimpinan mahasiswa. Ketua Umum KAMAPALA Semarang periode 2026\u20132027, Faisal, menegaskan jabatan yang diemban setiap pengurus merupakan amanah, bukan sekadar kedudukan yang membanggakan. Menurutnya, kepengurusan baru harus membuktikan komitmen melalui kerja nyata karena ukuran keberhasilan organisasi bukan terletak pada banyaknya program yang dirancang, melainkan pada manfaat yang dihasilkan dan kebersamaan yang berhasil dibangun. \u201cJabatan pada akhirnya akan berakhir, tetapi cara kita bekerja dan memperlakukan sesama akan senantiasa dikenang,\u201d ujar Faisal. Ia juga mengapresiasi pengurus periode sebelumnya yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk organisasi. Faisal berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan hal-hal baik sekaligus melakukan evaluasi dan pembenahan agar KAMAPALA semakin berkembang. Dia mengatakan nama Kabinet Pathika dipilih sebagai representasi perjalanan mahasiswa Lampung di tanah rantau. Pathika, yang berasal dari bahasa Sansekerta dan bermakna &#8220;pejalan&#8221;, menggambarkan mahasiswa yang meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu, memperluas wawasan, dan mempersiapkan masa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59706,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,1196,15],"tags":[],"class_list":["post-59705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","category-barometer-ragam","category-seni-dan-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59705"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59707,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59705\/revisions\/59707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}