{"id":59674,"date":"2026-11-05T17:41:48","date_gmt":"2026-11-05T10:41:48","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59674"},"modified":"2026-11-05T17:41:48","modified_gmt":"2026-11-05T10:41:48","slug":"wagub-jihan-sidak-pasar-way-batu-krui-pantau-harga-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/11\/05\/wagub-jihan-sidak-pasar-way-batu-krui-pantau-harga-pangan\/","title":{"rendered":"Wagub Jihan Sidak Pasar Way Batu Krui, Pantau Harga Pangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pesisir Barat (LB)<\/strong>: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memantau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Way Batu Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Senin (2\/11\/2026), untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan tersebut, Jihan menyusuri sejumlah area pasar bersama jajaran terkait, mengecek kondisi berbagai komoditas pangan, terutama beras, sekaligus mengamati aktivitas jual beli yang berlangsung di pasar tradisional tersebut.<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur juga berdialog langsung dengan sejumlah pedagang untuk menggali informasi mengenai perkembangan harga, ketersediaan barang, serta kondisi distribusi bahan pokok.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah ingin mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi perdagangan, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi pedagang dalam memenuhi kebutuhan pasokan,&#8221; ucap Jihan.<\/p>\n<p>Jihan mengungkapkan pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga. Informasi yang diperoleh dari para pedagang menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pengendalian jika terjadi gejolak harga maupun gangguan distribusi.<\/p>\n<p>&#8220;Pemprov Lampung turut mendorong pengawasan pasar secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten\/kota dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas pangan,&#8221; ucap Jihan.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah berharap ketersediaan bahan pokok di pasar tetap mencukupi, harga berada dalam kondisi wajar, dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga,&#8221; pungkasnya. (lpg)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesisir Barat (LB): Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memantau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Way Batu Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Senin (2\/11\/2026), untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Dalam kunjungan tersebut, Jihan menyusuri sejumlah area pasar bersama jajaran terkait, mengecek kondisi berbagai komoditas pangan, terutama beras, sekaligus mengamati aktivitas jual beli yang berlangsung di pasar tradisional tersebut. Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur juga berdialog langsung dengan sejumlah pedagang untuk menggali informasi mengenai perkembangan harga, ketersediaan barang, serta kondisi distribusi bahan pokok. &#8220;Pemerintah ingin mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi perdagangan, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi pedagang dalam memenuhi kebutuhan pasokan,&#8221; ucap Jihan. Jihan mengungkapkan pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan tetap terjaga. Informasi yang diperoleh dari para pedagang menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pengendalian jika terjadi gejolak harga maupun gangguan distribusi. &#8220;Pemprov Lampung turut mendorong pengawasan pasar secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten\/kota dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas pangan,&#8221; ucap Jihan. &#8220;Pemerintah berharap ketersediaan bahan pokok di pasar tetap mencukupi, harga berada dalam kondisi wajar, dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga,&#8221; pungkasnya. (lpg)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59675,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[412,8],"tags":[],"class_list":["post-59674","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-ekonomi-dan-bisnis","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59674","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59674"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59674\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59676,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59674\/revisions\/59676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}