{"id":59607,"date":"2026-11-01T11:00:23","date_gmt":"2026-11-01T04:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59607"},"modified":"2026-11-01T11:00:23","modified_gmt":"2026-11-01T04:00:23","slug":"wagub-jihan-dorong-zakat-jadi-penggerak-ekonomi-umat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/11\/01\/wagub-jihan-dorong-zakat-jadi-penggerak-ekonomi-umat\/","title":{"rendered":"Wagub Jihan Dorong Zakat Jadi Penggerak Ekonomi Umat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong optimalisasi potensi zakat sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Menurut Jihan, pengelolaan zakat tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan sesaat, tetapi harus diarahkan pada program berkelanjutan yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Jihan saat menghadiri Tasyakur 25 Tahun Yayasan Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Lampung bertema &#8220;Seperempat Abad, Menebar Manfaat&#8221; di Ballroom Fave Hotel Lampung, Sabtu (31\/10\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Jihan mengapresiasi perjalanan LAZDAI Lampung selama 25 tahun yang dinilai konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.<\/p>\n<p>Ia menyebut seperempat abad pengabdian tersebut menjadi bukti keteguhan, integritas, serta komitmen LAZDAI dalam memberdayakan umat sekaligus mendukung pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<div id=\"attachment_59609\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-59609\" class=\"wp-image-59609 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/226565.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-59609\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>HADIRI MILAD LAZDAI<\/strong>. Wakil Gubernur Lampung menghadiri Milad Ke-25 LAZDAI, Sabtu (31\/1\/2026).<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar LAZDAI Lampung. Semoga keistiqamahan ini membawa semakin banyak manfaat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Jihan menilai, kontribusi lembaga amil zakat semestinya tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan. Lebih dari itu, program zakat harus mampu menjadi solusi atas persoalan masyarakat melalui pendidikan, penguatan ekonomi, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial lainnya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan berbagai program LAZDAI, mulai dari dukungan pendidikan, pembinaan spiritual, pembangunan masjid dan musala, hingga bantuan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;LAZDAI tidak hanya memberikan bantuan makanan atau kegiatan yang sifatnya insidental, tetapi juga berinvestasi pada masyarakat melalui pendidikan, keagamaan, membantu masjid dan musala, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya melepaskan masyarakat dari kesulitan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Jihan juga menyoroti besarnya potensi zakat di Lampung yang dinilai belum sepenuhnya dioptimalkan. Karena itu, ia mendorong kolaborasi pemerintah daerah dengan seluruh lembaga amil zakat agar penghimpunan dan penyaluran dana umat dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.<\/p>\n<p>&#8220;Potensi zakat kita di Provinsi Lampung luar biasa. Kalau bisa kita optimalkan lebih besar lagi, tentu manfaatnya akan semakin luas bagi masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menyambut baik inisiatif LAZDAI bersama sejumlah lembaga lainnya untuk membangun sinergi dengan pemerintah dalam mengembangkan pengelolaan zakat.<\/p>\n<p>Jihan bahkan menyatakan akan menyampaikan rencana kolaborasi tersebut kepada Gubernur Lampung agar dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret.<\/p>\n<p>&#8220;Saya akan menyampaikan kepada Pak Gubernur bahwa ada teman-teman dari LAZDAI dan lembaga-lembaga lainnya yang ingin bersinergi dengan pemerintah untuk memaksimalkan potensi zakat di Provinsi Lampung. Insyaallah akan segera ada langkah konkret untuk mengoptimalkan hal tersebut,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap pengelolaan zakat ke depan mampu mendorong perubahan kondisi ekonomi penerimanya. Mustahik atau orang yang berhak menerima zakat diharapkan mendapatkan pendampingan hingga memiliki kemandirian ekonomi dan pada akhirnya mampu menjadi muzakki atau pemberi zakat.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan saya, masyarakat yang hari ini menjadi mustahik dapat kita angkat bersama-sama agar ke depannya mampu menjadi muzakki,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Memasuki usia ke-25, Jihan menitipkan empat agenda penting kepada LAZDAI Lampung untuk memperluas dampak pengelolaan zakat.<\/p>\n<p>Pertama, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui perluasan program zakat produktif, khususnya dengan memberikan pendampingan kepada petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perdesaan.<\/p>\n<p>Menurut Jihan, desa memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian Lampung. Produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu kontributor utama ekonomi daerah perlu didukung dengan program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kita berharap zakat produktif dapat diperluas melalui pendampingan kepada petani dan UMKM di desa, sehingga masyarakat yang hari ini menerima zakat kelak mampu menjadi pemberi zakat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kedua, membantu pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui koordinasi dengan Dinas Sosial serta pemanfaatan data terpadu Kementerian Sosial. Langkah tersebut diperlukan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.<\/p>\n<p>Ketiga, memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi Qurani. Jihan mengapresiasi program pendidikan dan pembinaan keagamaan LAZDAI yang dinilai sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia berkualitas.<\/p>\n<p>Keempat, menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan dana zakat yang amanah serta memperluas literasi zakat di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Jihan meyakini LAZDAI Lampung mampu mempertahankan integritas dalam mengelola amanah para donatur dan muzakki. Ia juga mengajak masyarakat menyalurkan zakat maupun wakaf melalui lembaga terpercaya agar manfaatnya dapat dikelola secara lebih terarah.<\/p>\n<p>&#8220;Saya yakin dengan kontribusi yang telah diberikan selama ini, LAZDAI Lampung dapat terus menjaga amanah masyarakat dan para muzakki menjadi lembaga penyaluran zakat yang terpercaya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Yayasan LAZDAI Lampung Agus Kurniawan mengatakan, peringatan 25 tahun menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen yayasan dalam meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Agama, BAZNAS, para mitra strategis, serta seluruh donatur yang selama ini mendukung perjalanan LAZDAI.<\/p>\n<p>Agus berharap momentum tasyakur seperempat abad tersebut tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga mempererat silaturahmi, menjadi ruang refleksi dan pembelajaran, serta membangkitkan semangat seluruh pihak untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan.(***)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong optimalisasi potensi zakat sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Provinsi Lampung. Menurut Jihan, pengelolaan zakat tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan sesaat, tetapi harus diarahkan pada program berkelanjutan yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Jihan saat menghadiri Tasyakur 25 Tahun Yayasan Lembaga Amil Zakat Dompet Amal Insani (LAZDAI) Lampung bertema &#8220;Seperempat Abad, Menebar Manfaat&#8221; di Ballroom Fave Hotel Lampung, Sabtu (31\/10\/2026). Dalam kesempatan itu, Jihan mengapresiasi perjalanan LAZDAI Lampung selama 25 tahun yang dinilai konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. Ia menyebut seperempat abad pengabdian tersebut menjadi bukti keteguhan, integritas, serta komitmen LAZDAI dalam memberdayakan umat sekaligus mendukung pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. &#8220;Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar LAZDAI Lampung. Semoga keistiqamahan ini membawa semakin banyak manfaat kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,&#8221; ujarnya. Jihan menilai, kontribusi lembaga amil zakat semestinya tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan. Lebih dari itu, program zakat harus mampu menjadi solusi atas persoalan masyarakat melalui pendidikan, penguatan ekonomi, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial lainnya. Ia mencontohkan berbagai program [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59608,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,8],"tags":[],"class_list":["post-59607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","category-pemprov-lampung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59607"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59607\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59610,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59607\/revisions\/59610"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}