{"id":59548,"date":"2026-10-29T23:48:25","date_gmt":"2026-10-29T16:48:25","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59548"},"modified":"2026-10-29T23:49:17","modified_gmt":"2026-10-29T16:49:17","slug":"senat-unila-tetapkan-3-nama-calon-rektor-dr-budiyono-raih-suara-terbanyak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/29\/senat-unila-tetapkan-3-nama-calon-rektor-dr-budiyono-raih-suara-terbanyak\/","title":{"rendered":"Senat Unila Tetapkan 3 Nama Calon Rektor, Dr. Budiyono Raih Suara Terbanyak"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Lampung (Unila) Periode 2027\u20132031 memasuki tahap penting. Senat Unila menetapkan tiga calon rektor setelah menggelar pemungutan suara terhadap enam bakal calon di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat Unila, Kamis (29\/10\/2026).<\/p>\n<p>Sebanyak 47 anggota Senat Unila memiliki hak suara dalam proses penyaringan tersebut. Hasilnya, Dr. Budiyono, S.H., M.H., meraih suara terbanyak dengan 22 suara, disusul Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., dengan 15 suara, serta Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP., yang memperoleh tujuh suara.<\/p>\n<p>Ketiga nama tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan akhir pemilihan rektor dengan melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pengundian, Asep Sukohar mendapatkan Nomor Urut 1, Warsito Nomor Urut 2, dan Budiyono Nomor Urut 3.<\/p>\n<div id=\"attachment_59549\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-59549\" class=\"wp-image-59549 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/212723.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p id=\"caption-attachment-59549\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>KANDIDAT REKTOR.<\/strong> Hasil pemungutan suara Senat Universitas Lampung\u00a0 menetapkan tiga calon rektor yang akan bersaing menuju kursi rektor Unila Periode 2027-2031, yaitu Dr. Budiyono, S.H., M.H., meraih 22 suara; Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., dengan 15 suara; dan Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP., memperoleh tujuh suara.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Dalam mekanisme pemilihan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memiliki hak suara sebesar 35 persen. Dengan demikian, penetapan rektor Unila periode 2027\u20132031 masih menunggu proses pemungutan suara tahap akhir.<\/p>\n<p>Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum., mengatakan panitia bersama Ketua Senat akan menyerahkan hasil pemilihan kepada Kemdiktisaintek untuk diproses lebih lanjut.<\/p>\n<p>\u201cSetelah ini berkas akan diserahkan ke Kementerian dan kita akan menunggu jadwal untuk pemungutan suara tingkat akhir,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Tahapan berikutnya menjadi penentu dalam proses pergantian kepemimpinan Unila untuk empat tahun mendatang. Rektor terpilih nantinya akan memimpin arah pengembangan universitas, termasuk penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta daya saing perguruan tinggi.<\/p>\n<p>Pemilihan ini menjadi bagian dari upaya Unila menjaga keberlanjutan kepemimpinan dan transformasi institusi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdampak. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Lampung (Unila) Periode 2027\u20132031 memasuki tahap penting. Senat Unila menetapkan tiga calon rektor setelah menggelar pemungutan suara terhadap enam bakal calon di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat Unila, Kamis (29\/10\/2026). Sebanyak 47 anggota Senat Unila memiliki hak suara dalam proses penyaringan tersebut. Hasilnya, Dr. Budiyono, S.H., M.H., meraih suara terbanyak dengan 22 suara, disusul Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., dengan 15 suara, serta Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP., yang memperoleh tujuh suara. Ketiga nama tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan akhir pemilihan rektor dengan melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Berdasarkan hasil pengundian, Asep Sukohar mendapatkan Nomor Urut 1, Warsito Nomor Urut 2, dan Budiyono Nomor Urut 3. Dalam mekanisme pemilihan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memiliki hak suara sebesar 35 persen. Dengan demikian, penetapan rektor Unila periode 2027\u20132031 masih menunggu proses pemungutan suara tahap akhir. Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum., mengatakan panitia bersama Ketua Senat akan menyerahkan hasil pemilihan kepada Kemdiktisaintek untuk diproses lebih lanjut. \u201cSetelah ini berkas akan diserahkan ke Kementerian dan kita akan menunggu jadwal untuk pemungutan suara tingkat akhir,\u201d ujarnya. Tahapan berikutnya menjadi penentu dalam proses [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59550,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1194,11],"tags":[],"class_list":["post-59548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-unila","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59548"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59552,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59548\/revisions\/59552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}