{"id":59529,"date":"2026-10-28T23:14:40","date_gmt":"2026-10-28T16:14:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59529"},"modified":"2026-10-28T23:14:40","modified_gmt":"2026-10-28T16:14:40","slug":"hujan-redakan-karhutla-way-kambas-satgas-tetap-siaga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/28\/hujan-redakan-karhutla-way-kambas-satgas-tetap-siaga\/","title":{"rendered":"Hujan Redakan Karhutla Way Kambas, Satgas Tetap Siaga"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Timur (LB)<\/strong>: Hujan deras yang mengguyur kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur pada Rabu (28\/10\/2026), membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasil pemantauan udara menunjukkan sejumlah titik yang sebelumnya terbakar tidak lagi mengeluarkan asap.<\/p>\n<p>Meskipun kondisi kebakaran mulai terkendali, Pemerintah Provinsi Lampung bersama tim gabungan tetap melanjutkan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemantauan menggunakan drone oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat, titik A dan B terpantau tidak mengeluarkan asap sekitar pukul 11.40 WIB. Kondisi serupa terlihat di titik C dan D saat pemantauan dilanjutkan sekitar pukul 12.10 WIB.<\/p>\n<p>Hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur kawasan operasi pada pukul 01.20\u201302.45 WIB. Gerimis kemudian berlanjut hingga pagi hari, membantu mendinginkan lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran.<\/p>\n<p>Komandan Satgas Pasukan Darat Pemadaman, Letkol Inf. Jonathan Ginting, mengatakan hasil pemantauan udara tersebut diperkuat dengan pemeriksaan langsung oleh personel di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cUntuk pemadaman di sektor Cabang TNWK, kami sudah pastikan titik api dan titik bara dinyatakan sudah tidak ada,\u201d ujar Jonathan dalam laporannya.<\/p>\n<p>Menurut Jonathan, personel telah memeriksa seluruh titik sasaran, yakni A, B, C, dan D. Hasil pengecekan darat kemudian dicocokkan dengan pemantauan menggunakan drone untuk memastikan kondisi kawasan terdampak.<\/p>\n<div id=\"attachment_59530\" style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-59530\" class=\"wp-image-59530 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/206618.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"675\" \/><p id=\"caption-attachment-59530\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>HUJAN<\/strong> deras pada Rabu (28\/10\/2026), bantu padamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Taman Nasional Way Kambas. Namun pemerintah Provinsi Lampung tetap lanjutkan pemantauan titik api.<\/em><\/p><\/div>\n<p>Meskipun titik api dan bara dilaporkan sudah tidak ditemukan di sektor tersebut, Satgas Darat belum menghentikan operasi. Penyisiran dan pemadaman lanjutan atau mop-up tetap dilakukan untuk mengantisipasi bara tersembunyi yang dapat memicu kebakaran kembali.<\/p>\n<p>Penanganan karhutla di TNWK melibatkan sekitar 350 personel gabungan yang telah menjalankan operasi selama lebih dari satu bulan. Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dan relawan.<\/p>\n<p>Operasi ini melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung melalui BPBD, dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kodam XXI\/Radin Inten, Korem 043\/Garuda Hitam, serta unsur terkait lainnya.<\/p>\n<p>Personel gabungan menjalankan operasi dari Camp BOD 123 untuk mendukung pemadaman dan pengendalian kebakaran. Upaya di darat juga diperkuat dengan water bombing atau penyiraman air dari udara serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).<\/p>\n<p>OMC menjadi bagian dari strategi penanganan untuk membantu menciptakan kondisi cuaca yang mendukung pemadaman dan pendinginan area terdampak. Hujan yang turun pada dini hari turut membantu proses tersebut.<\/p>\n<p>Jonathan mengapresiasi dukungan Gubernur Lampung, Pangdam XXI\/Radin Inten, Danrem 043\/Garuda Hitam, Kepala BNPB, Kapolda Lampung, serta Kepala Balai TNWK dalam pelaksanaan operasi pemadaman.<\/p>\n<p>Ia berharap kondisi kawasan yang mulai terkendali dapat dipertahankan sehingga kebakaran tidak kembali terjadi.<\/p>\n<p>Pemprov Lampung bersama seluruh unsur terkait masih mengintensifkan patroli dan deteksi dini di kawasan terdampak. Petugas juga memetakan area yang terbakar sebagai bahan evaluasi kondisi lapangan dan penentuan langkah penanganan selanjutnya.<\/p>\n<p>Jonathan menegaskan, personel gabungan akan terus memeriksa titik-titik yang sebelumnya terbakar untuk memastikan tidak ada kemunculan api baru.<\/p>\n<p>\u201cKami tetap memastikan dan mengecek ke titik-titik api sehingga kita dapat pastikan untuk ke depannya api ini tidak muncul kembali,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran susulan, terutama di kawasan konservasi TNWK yang menjadi habitat berbagai satwa liar dan memiliki keanekaragaman hayati yang perlu dilindungi.<\/p>\n<p>Gubernur Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan pihak yang berkontribusi dalam penanganan karhutla, mulai dari BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, BMKG, BPBD Provinsi Lampung, BUMN, hingga masyarakat.<\/p>\n<p>Gubernur mengajak masyarakat ikut menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>Pemprov Lampung memastikan pemantauan, penyisiran, dan langkah pencegahan tetap dilanjutkan hingga kondisi kawasan benar-benar aman. (lpg)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Timur (LB): Hujan deras yang mengguyur kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur pada Rabu (28\/10\/2026), membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasil pemantauan udara menunjukkan sejumlah titik yang sebelumnya terbakar tidak lagi mengeluarkan asap. Meskipun kondisi kebakaran mulai terkendali, Pemerintah Provinsi Lampung bersama tim gabungan tetap melanjutkan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Berdasarkan pemantauan menggunakan drone oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat, titik A dan B terpantau tidak mengeluarkan asap sekitar pukul 11.40 WIB. Kondisi serupa terlihat di titik C dan D saat pemantauan dilanjutkan sekitar pukul 12.10 WIB. Hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur kawasan operasi pada pukul 01.20\u201302.45 WIB. Gerimis kemudian berlanjut hingga pagi hari, membantu mendinginkan lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran. Komandan Satgas Pasukan Darat Pemadaman, Letkol Inf. Jonathan Ginting, mengatakan hasil pemantauan udara tersebut diperkuat dengan pemeriksaan langsung oleh personel di lapangan. \u201cUntuk pemadaman di sektor Cabang TNWK, kami sudah pastikan titik api dan titik bara dinyatakan sudah tidak ada,\u201d ujar Jonathan dalam laporannya. Menurut Jonathan, personel telah memeriksa seluruh titik sasaran, yakni A, B, C, dan D. Hasil pengecekan darat kemudian dicocokkan dengan pemantauan menggunakan drone untuk memastikan kondisi kawasan terdampak. Meskipun titik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59531,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[243,8,1196],"tags":[],"class_list":["post-59529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-timur","category-pemprov-lampung","category-barometer-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59529"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59532,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59529\/revisions\/59532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59531"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}