{"id":59474,"date":"2026-10-24T19:34:55","date_gmt":"2026-10-24T12:34:55","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59474"},"modified":"2026-10-24T19:34:55","modified_gmt":"2026-10-24T12:34:55","slug":"mardiana-pancasila-kunci-jaga-persatuan-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/24\/mardiana-pancasila-kunci-jaga-persatuan-bangsa\/","title":{"rendered":"Mardiana: Pancasila Kunci Jaga Persatuan Bangsa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lampung Utara (LB)<\/strong>: Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Mardiana, menegaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga persatuan dan memperkokoh keutuhan bangsa di tengah keberagaman masyarakat.<\/p>\n<p>Pesan tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) Tahap II Oktober 2026 di Desa Sidorahayu, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (24\/10\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan ini dihadiri aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga yang antusias mengikuti sosialisasi tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, Mardiana menekankan Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan landasan moral dan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Pancasila adalah fondasi bangsa ini. Jika kita menjaga nilai-nilai luhurnya, maka persatuan kita akan kuat, dan kesejahteraan bersama akan dapat kita capai,&#8221; ujar Mardiana.<\/p>\n<p>Politisi Partai NasDem itu juga mengajak masyarakat memahami dan mengamalkan kelima sila Pancasila sebagai dasar membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong.<\/p>\n<p>Menurutnya, wawasan kebangsaan menjadi bekal penting untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air sekaligus mencegah berkembangnya paham yang berpotensi memecah belah masyarakat dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n<p>Mardiana turut mengingatkan masyarakat agar menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa, bukan sumber perpecahan. Perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan, menurutnya, harus disikapi dengan sikap saling menghargai demi menjaga persatuan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Desa Sidorahayu, Winoto, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Mardiana atas perhatiannya kepada masyarakat Desa Sidorahayu. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk mempertebal rasa persatuan dan memperkuat pemahaman kita tentang jati diri bangsa,&#8221; kata Winoto.<\/p>\n<p>Ia berharap sosialisasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kesadaran masyarakat dalam mengamalkan Pancasila dan menjaga persatuan semakin kuat.<\/p>\n<p>Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan seputar kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<p>Melalui sosialisasi ini, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi menjadi pedoman nyata dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan menjunjung tinggi persatuan. (Ardi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampung Utara (LB): Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Mardiana, menegaskan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga persatuan dan memperkokoh keutuhan bangsa di tengah keberagaman masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) Tahap II Oktober 2026 di Desa Sidorahayu, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (24\/10\/2026). Kegiatan ini dihadiri aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga yang antusias mengikuti sosialisasi tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Dalam pemaparannya, Mardiana menekankan Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan landasan moral dan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat. &#8220;Pancasila adalah fondasi bangsa ini. Jika kita menjaga nilai-nilai luhurnya, maka persatuan kita akan kuat, dan kesejahteraan bersama akan dapat kita capai,&#8221; ujar Mardiana. Politisi Partai NasDem itu juga mengajak masyarakat memahami dan mengamalkan kelima sila Pancasila sebagai dasar membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong. Menurutnya, wawasan kebangsaan menjadi bekal penting untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air sekaligus mencegah berkembangnya paham yang berpotensi memecah belah masyarakat dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mardiana turut mengingatkan masyarakat agar menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa, bukan sumber perpecahan. Perbedaan suku, agama, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59475,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[230,9],"tags":[],"class_list":["post-59474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-barometer-lampung-utara","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59474"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59474\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59476,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59474\/revisions\/59476"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}