{"id":59409,"date":"2026-10-21T15:46:17","date_gmt":"2026-10-21T08:46:17","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59409"},"modified":"2026-10-21T15:46:17","modified_gmt":"2026-10-21T08:46:17","slug":"jmsi-tulang-bawang-gelar-diskusi-bahas-ancaman-el-nino-terhadap-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/21\/jmsi-tulang-bawang-gelar-diskusi-bahas-ancaman-el-nino-terhadap-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"JMSI Tulang Bawang Gelar Diskusi Bahas Ancaman El Nino terhadap Ketahanan Pangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tulang Bawang (LB)<\/strong>: Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Cabang Tulang Bawang menggelar diskusi publik bertema &#8220;Dampak Fenomena El Nino 2026 Terhadap Masa Depan Kedaulatan Pangan&#8221;, Rabu (21\/10\/2026).<\/p>\n<p>Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah menghadapi ancaman perubahan iklim terhadap sektor pertanian.<\/p>\n<p>Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat JMSI Tulang Bawang, Jalan Cendana, Menggala, Kabupaten Tulang Bawang ini dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulang Bawang, Nanan Wisnaga, mewakili Bupati Qudrotul Ikhwan.<\/p>\n<p>Diskusi tersebut dihadiri Camat Menggala Sopiyanto, Lurah Menggala Selatan Heftina, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta sekitar 100 peserta yang didominasi petani dan pemangku kepentingan sektor pangan.<\/p>\n<p>Hadir sebagai narasumber, Indra Permana Amurwaraharja, S.Hut., M.Si., beserta jajaran dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, serta Nanan Wisnaga, S.Sos., M.M.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Nanan mengapresiasi inisiatif JMSI Tulang Bawang yang menghadirkan petani secara langsung dalam forum dialog bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.<\/p>\n<p>Menurut dia, diskusi publik yang melibatkan petani menjadi salah satu upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi serta mengidentifikasi persoalan nyata yang dihadapi pelaku sektor pertanian.<\/p>\n<p>&#8220;Diskusi publik ini menjadi wadah untuk menampung dan menyerap aspirasi petani. Pemerintah tidak akan pernah diam dan selalu membuka ruang seluas-luasnya untuk berkomunikasi serta berkolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat,&#8221; kata Nanan.<\/p>\n<p>Ia berharap forum tersebut menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Tulangbawang.<\/p>\n<p>Nanan juga mendorong para peserta, terutama petani, agar aktif berdialog dengan narasumber untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan guna meningkatkan produktivitas pertanian.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua JMSI Tulang Bawang sekaligus penanggung jawab kegiatan, Suhirmansyah, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus fondasi penting pembangunan bangsa. Karena itu, upaya menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan membutuhkan perhatian serius serta keterlibatan berbagai pihak.<\/p>\n<p>Menurut Suhirmansyah, sektor pertanian saat ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari ketidakpastian iklim global, dinamika ekonomi dan rantai pasok, hingga alih fungsi lahan.<\/p>\n<p>Fenomena perubahan iklim, termasuk potensi dampak El Ni\u00f1o, juga perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi ketersediaan air, pola tanam, dan produktivitas pertanian.<\/p>\n<p>&#8220;Kemarau memiliki dampak signifikan terhadap sektor pertanian. Petani, khususnya di Tulangbawang, menghadapi tantangan berupa penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, serta pergeseran musim hujan yang dapat memicu berbagai persoalan pertanian,&#8221; ujar Suhirmansyah.<\/p>\n<p>Ia menegaskan upaya mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan tidak dapat hanya dilakukan satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku industri, dan masyarakat.<\/p>\n<p>Dia mengungkapkan diskusi publik tersebut terselenggara berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan untuk merumuskan rekomendasi strategis bagi peningkatan kesejahteraan petani.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui diskusi ini, kami berharap lahir gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Tulang Bawang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap kegiatan tersebut sejalan dengan semangat UDANG MANIS, yakni Unggul, Damai, Aman, Nyaman, Guyub, Mandiri, Agamis, Natural, Inovatif, dan Sejahtera sebagai identitas pembangunan Kabupaten Tulangbawang. (Murni Ac)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulang Bawang (LB): Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Cabang Tulang Bawang menggelar diskusi publik bertema &#8220;Dampak Fenomena El Nino 2026 Terhadap Masa Depan Kedaulatan Pangan&#8221;, Rabu (21\/10\/2026). Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah menghadapi ancaman perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat JMSI Tulang Bawang, Jalan Cendana, Menggala, Kabupaten Tulang Bawang ini dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulang Bawang, Nanan Wisnaga, mewakili Bupati Qudrotul Ikhwan. Diskusi tersebut dihadiri Camat Menggala Sopiyanto, Lurah Menggala Selatan Heftina, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta sekitar 100 peserta yang didominasi petani dan pemangku kepentingan sektor pangan. Hadir sebagai narasumber, Indra Permana Amurwaraharja, S.Hut., M.Si., beserta jajaran dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, serta Nanan Wisnaga, S.Sos., M.M. Dalam sambutannya, Nanan mengapresiasi inisiatif JMSI Tulang Bawang yang menghadirkan petani secara langsung dalam forum dialog bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Menurut dia, diskusi publik yang melibatkan petani menjadi salah satu upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi serta mengidentifikasi persoalan nyata yang dihadapi pelaku sektor pertanian. &#8220;Diskusi publik ini menjadi wadah untuk menampung dan menyerap aspirasi petani. Pemerintah tidak akan pernah diam dan selalu membuka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59410,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1229,202],"tags":[],"class_list":["post-59409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-jmsi","category-barometer-tulang-bawang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59409"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59411,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59409\/revisions\/59411"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}