{"id":59320,"date":"2026-10-17T00:13:21","date_gmt":"2026-10-16T17:13:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59320"},"modified":"2026-10-17T00:13:21","modified_gmt":"2026-10-16T17:13:21","slug":"tegaskan-kampus-tak-boleh-jadi-menara-gading-calon-rektor-unila-budiyono-sebut-peran-alumni-sangat-penting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/17\/tegaskan-kampus-tak-boleh-jadi-menara-gading-calon-rektor-unila-budiyono-sebut-peran-alumni-sangat-penting\/","title":{"rendered":"Tegaskan Kampus Tak Boleh Jadi Menara Gading, Calon Rektor Unila Budiyono Sebut Peran Alumni Sangat Penting"},"content":{"rendered":"<p data-placeholder=\"true\" data-pm-slice=\"1 1 []\"><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) Dr. Budiyono, S.H., M.H. mengatakan peran alumni sangat penting dalam pengembangan dan kemajuan kampus, karena bisa memberi masukan terhadap kampus.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Dia juga mengatakan alumni merupakan salah satu aset paling penting dalam memajukan kampus. Oleh sebab itu, dia mengungkapkan jika nantinya ditakdirkan memimpin Unila, masukan dari para alumni sangat diharapkan.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Hal itu disampaikan Dr. Budiyono dalam kegiatan Diskusi dengan Alumni dengan Tema &#8220;Menyoal Tembok Menara Gading, Ketika Teori-Teori di Ruang Kampus Bertemu Realitas&#8221; yang diselenggarakan di SD Az Zahra Bandar Lampung, Jumat (16\/10\/2026).<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Menurut Budiyono, kampus harus menjadi solusi bagi berbagai problem yang dihadapi masyarakat, bukan sebaliknya menjadi menara gading bagi masyarakat. Oleh sebab itu, dia meminta para alumni untuk memberikan saran, masukan bahkan kritik.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">&#8220;Di sini saya menerima masukan bagaimana Unila harus dikelola ke depan. Bagaimana kampus berdampak bagi masyarakat dan kemajuan Lampung, khususnya. Jangan sampai menjadi menara gading,&#8221; ucap lulusan Sarjana Hukum Unila Tahun 1998 ini.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Dalam diskusi ini, dia juga secara singkat menyinggung visi dan gagasan yang dia usung dalam pencalonannya sebagai rektor Unila.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">&#8220;Tata kelola kampus harus lebih baik. Saya juga mendorong kemandirian finansial kampus melalui income generating; optimalisasi aset, kerja sama industri dan hilirisasi riset agar UKT mahasiswa tidak menjadi tumpuan utama,&#8221; ucap Budiyono.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Selain itu, dia juga mengatakan dalam upaya mewujudkan Unila yang lebih baik, diperlukan penyatuan dan orkestrasi sumber daya manusia (SDM) internal Unila secara profesional serta membangun hubungan dengan eksternal, termasuk alumni dan stakeholder yang lain.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">&#8220;Kalau nantinya terpilih, saya minta alumni bisa memberi masukan terhadap kampus. Jangan sampai kampus hanya asyik dengan riset-riset dan melupakan masyarakat. Kampus jalan sendiri, masyarakat jalan sendiri. Di situlah pentingnya alumni,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">Sementara itu, para alumni yang hadir dalam kegiatan ini menyatakan dukungannya terhadap Dr. Budiyono dengan mendoakan semoga dia bisa memenangkan kontestasi dan terpilih sebagai Rektor Unila 2027-2031.<\/p>\n<p data-placeholder=\"true\">&#8220;Kami mendukung Dr. Budiyono untuk menjadi rektor unila. Meskipun suara kami tidak dihitung, tapi kami doakan semoga Dr. Budiono terpilih menjadi Rektor Unila,&#8221; Gino Vanollie, alumni FKIP Unila Tahun 1988. (Herdi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) Dr. Budiyono, S.H., M.H. mengatakan peran alumni sangat penting dalam pengembangan dan kemajuan kampus, karena bisa memberi masukan terhadap kampus. Dia juga mengatakan alumni merupakan salah satu aset paling penting dalam memajukan kampus. Oleh sebab itu, dia mengungkapkan jika nantinya ditakdirkan memimpin Unila, masukan dari para alumni sangat diharapkan. Hal itu disampaikan Dr. Budiyono dalam kegiatan Diskusi dengan Alumni dengan Tema &#8220;Menyoal Tembok Menara Gading, Ketika Teori-Teori di Ruang Kampus Bertemu Realitas&#8221; yang diselenggarakan di SD Az Zahra Bandar Lampung, Jumat (16\/10\/2026). Menurut Budiyono, kampus harus menjadi solusi bagi berbagai problem yang dihadapi masyarakat, bukan sebaliknya menjadi menara gading bagi masyarakat. Oleh sebab itu, dia meminta para alumni untuk memberikan saran, masukan bahkan kritik. &#8220;Di sini saya menerima masukan bagaimana Unila harus dikelola ke depan. Bagaimana kampus berdampak bagi masyarakat dan kemajuan Lampung, khususnya. Jangan sampai menjadi menara gading,&#8221; ucap lulusan Sarjana Hukum Unila Tahun 1998 ini. Dalam diskusi ini, dia juga secara singkat menyinggung visi dan gagasan yang dia usung dalam pencalonannya sebagai rektor Unila. &#8220;Tata kelola kampus harus lebih baik. Saya juga mendorong kemandirian finansial kampus melalui income generating; optimalisasi aset, kerja sama industri dan hilirisasi riset agar UKT mahasiswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59321,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,1194],"tags":[],"class_list":["post-59320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kota-bandar-lampung","category-info-unila"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59320"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59322,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59320\/revisions\/59322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}