{"id":59251,"date":"2026-10-14T07:23:42","date_gmt":"2026-10-14T00:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59251"},"modified":"2026-10-14T07:23:42","modified_gmt":"2026-10-14T00:23:42","slug":"verdonk-cetak-sejarah-jadi-pemain-indonesia-pertama-main-di-liga-champions","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/14\/verdonk-cetak-sejarah-jadi-pemain-indonesia-pertama-main-di-liga-champions\/","title":{"rendered":"Verdonk Cetak Sejarah Jadi Pemain Indonesia Pertama Main di Liga Champions"},"content":{"rendered":"<p><strong>London (lampungbarometer.id)<\/strong>: Bek Timnas Garuda Merah Putih, Calvin Verdonk, cetak sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di ajang Liga Champions saat turun sebagai pemain pengganti kala Lille menghadapi Arsenal di Emirates Stadium pada matchday kedua Liga Champions, Rabu (14\/10\/2026) dini hari WIB.<\/p>\n<p>Verdonk yang menjadi pemain cadangan di laga ini masuk lapangan pada menit ke-76 menggantikan Romain Perraud yang ditarik keluar.<\/p>\n<p>Laga Arsenal vs Lille berlangsung tanpa gol hingga babak pertama selesai. Namun Meriam London meledak selepas jeda dengan mencetak 3 gol dalam tempo 7 menit.<\/p>\n<p>Keunggulan Arsenal dibuka Jurrien Timber pada menit ke-64, disusul gol Eberechi Eze hanya berselang 3 menit kemudian. Bukayo Saka menambah keunggulan tuan rumah pada menit ke-71 dan membawa skuad Mikel Arteta menjauh 3-0 atas Lille.<\/p>\n<p>Tertinggal 3 gol, Davide Ancelotti melakukan perubahan dengan menarik keluar Romain Perraud dan memasukkan Calvin Verdonk untuk mengisi pos bek kiri pada menit ke-76 menggantikan Romain Perraud. Verdonk menjalankan tugasnya dengan baik, hingga laga usai Lille tidak kebobolan gol tambahan.<\/p>\n<p>Sofascore mencatat, Verdonk menyentuh bola 16 kali selama berada di lapangan, melakukan 3 kali tekel dan memenangkan 3 dari 4 duel perebutan bola. Selain Verdonk, di Timnas Indonesia ada dua pemain lain yang pernah bermain di Liga Champions, yakni Emil Audero dan Kevin Diks.<\/p>\n<p>Namun, Emil Audero dan Kevin Diks melakukannya saat belum menjadi warga negara Indonesia, sehingga Verdonk tetap tercatat sebagai pesepakbola Indonesia pertama yang mentas di Liga Champions. (AK)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>London (lampungbarometer.id): Bek Timnas Garuda Merah Putih, Calvin Verdonk, cetak sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang bermain di ajang Liga Champions saat turun sebagai pemain pengganti kala Lille menghadapi Arsenal di Emirates Stadium pada matchday kedua Liga Champions, Rabu (14\/10\/2026) dini hari WIB. Verdonk yang menjadi pemain cadangan di laga ini masuk lapangan pada menit ke-76 menggantikan Romain Perraud yang ditarik keluar. Laga Arsenal vs Lille berlangsung tanpa gol hingga babak pertama selesai. Namun Meriam London meledak selepas jeda dengan mencetak 3 gol dalam tempo 7 menit. Keunggulan Arsenal dibuka Jurrien Timber pada menit ke-64, disusul gol Eberechi Eze hanya berselang 3 menit kemudian. Bukayo Saka menambah keunggulan tuan rumah pada menit ke-71 dan membawa skuad Mikel Arteta menjauh 3-0 atas Lille. Tertinggal 3 gol, Davide Ancelotti melakukan perubahan dengan menarik keluar Romain Perraud dan memasukkan Calvin Verdonk untuk mengisi pos bek kiri pada menit ke-76 menggantikan Romain Perraud. Verdonk menjalankan tugasnya dengan baik, hingga laga usai Lille tidak kebobolan gol tambahan. Sofascore mencatat, Verdonk menyentuh bola 16 kali selama berada di lapangan, melakukan 3 kali tekel dan memenangkan 3 dari 4 duel perebutan bola. Selain Verdonk, di Timnas Indonesia ada dua pemain lain yang pernah bermain di Liga Champions, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59252,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-59251","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59251"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59251\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59253,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59251\/revisions\/59253"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}