{"id":59194,"date":"2026-10-08T23:09:12","date_gmt":"2026-10-08T16:09:12","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59194"},"modified":"2026-10-08T23:42:16","modified_gmt":"2026-10-08T16:42:16","slug":"gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi-masyarakat-diimbau-tidak-beraktivitas-dalam-radius-2-km","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/08\/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi-masyarakat-diimbau-tidak-beraktivitas-dalam-radius-2-km\/","title":{"rendered":"Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Masyarakat Diimbau Tidak Beraktivitas dalam Radius 2 Km"},"content":{"rendered":"<p><strong>Bandar Lampung (LB)<\/strong>: Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi. Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan erupsi terekam selama 4 menit lebih.<\/p>\n<p>&#8220;Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 Oktober 2026 pukul 18:28 WIB namun tinggi kolom letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi sementara ini \u00b1 4 menit 45 detik,&#8221; demikian keterangan Badan Geologi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>\n<p>Saat ini Gunung Anak Krakatau masih dalam status waspada. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati radius 2 kilometer dari kawah aktif.<\/p>\n<div id=\"attachment_59195\" style=\"width: 970px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-59195\" class=\"wp-image-59195 size-full\" src=\"https:\/\/lampungbarometer.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/79908.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"1200\" \/><p id=\"caption-attachment-59195\" class=\"wp-caption-text\"><em><strong>ERUPSI<\/strong>. Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Kamis (8\/10\/2026) Pukul 18.28 WIB.<\/em><\/p><\/div>\n<p>&#8220;Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat. Saat ini G. Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada),&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Badan Geologi juga mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki, tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandar Lampung (LB): Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi. Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan erupsi terekam selama 4 menit lebih. &#8220;Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 Oktober 2026 pukul 18:28 WIB namun tinggi kolom letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi sementara ini \u00b1 4 menit 45 detik,&#8221; demikian keterangan Badan Geologi, Kamis (8\/10\/2026). Saat ini Gunung Anak Krakatau masih dalam status waspada. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati radius 2 kilometer dari kawah aktif. &#8220;Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat. Saat ini G. Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada),&#8221; jelas dia. Selanjutnya, Badan Geologi juga mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki, tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif. (*\/red)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59195,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[406],"tags":[],"class_list":["post-59194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59194"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59198,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59194\/revisions\/59198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}