{"id":59149,"date":"2026-10-05T23:37:41","date_gmt":"2026-10-05T16:37:41","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbarometer.id\/?p=59149"},"modified":"2026-10-05T23:37:41","modified_gmt":"2026-10-05T16:37:41","slug":"indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026-usai-kalahkan-thailand-4-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/2026\/10\/05\/indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026-usai-kalahkan-thailand-4-2\/","title":{"rendered":"Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Kalahkan Thailand 4-2"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta (LB)<\/strong>: Indonesia sukses menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand di final melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 dalam laga sengit yang digelar di Stadion Utama Glora Bung Karno (GBK), Senin (5\/10\/2026) malam WIB.<\/p>\n<p>Dalam duel ini kedua tim bermain sama kuat 1-1 dalam waktu normal. Gol Dean James di akhir babak kedua dibalas Sanron Iklas. Skor imbang 1-1 membuat laga harus berlanjut melalui tambahan waktu. Thailand bisa unggul pada menit ke-110. Peeradol Chamrasamee membobol gawang Emil Audero lewat sepakan melalui serangan balik cepat. Indonesia yang tertinggal 1-2 bisa menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-116 lewat sepakan Elkan Baggott usai meneruskan umpan tarik Rizky Ridho.<\/p>\n<p>Skor jadi 2-2 bertahan hingga babak tambahan usai sehingga laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.<\/p>\n<p>Di babak penalti, empat penendang Timnas Garuda, yaitu: Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott dan Shayne Pattinaya sukses merobek gawang Thailand yang dijaga Saranon Nauin.<\/p>\n<p>Dari kubu Thailand, dua penendangnya Manuel Bihr, Waris Choolthong berhasil mencetak gol, sedangkan Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal. Sarach Yooyen tendangannya menerpa tiang gawang, sedangkan tendangan Nattapong Sayriya ditepis oleh penjaga gawan Indonesia, Emil Audero.<\/p>\n<p><strong>Susunan Pemain<\/strong><\/p>\n<p><strong>Indonesia<\/strong>: Emil Audero, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner (Shayne PAttynama 101&#8242;), Calvin Verdonk (Egy Maulana 101&#8242;), Joey Pelupessy, Thom Haye (Dean James 45&#8242;), Luke Vickery (Rizky Ridho 60&#8242;), Ragnar Oratmangoen (Ivar Jenner 65&#8242;), Ole Romeny (Rayhan Hanan 109&#8242;), Mitchell Baker.<\/p>\n<p><strong>Thailand<\/strong>: Saranon Anuin, Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson, Suphanan Bureerat (Waris Choolthong 53&#8242;), Sarach Yooyen, Kritsada Kaman (Peeradol Chamrasamee 90&#8242;), Kakana Khamyok (Iklas Sanron 79&#8242;), Chanathip Songkrasin (Seksan Ratree 63&#8242;), Supachai Chaided (Anan Yodsangwal 79&#8242;), Teerasak Poeiphimai (Jude Soonsup-Bell 63&#8242;). (ak)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (LB): Indonesia sukses menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand di final melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 dalam laga sengit yang digelar di Stadion Utama Glora Bung Karno (GBK), Senin (5\/10\/2026) malam WIB. Dalam duel ini kedua tim bermain sama kuat 1-1 dalam waktu normal. Gol Dean James di akhir babak kedua dibalas Sanron Iklas. Skor imbang 1-1 membuat laga harus berlanjut melalui tambahan waktu. Thailand bisa unggul pada menit ke-110. Peeradol Chamrasamee membobol gawang Emil Audero lewat sepakan melalui serangan balik cepat. Indonesia yang tertinggal 1-2 bisa menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-116 lewat sepakan Elkan Baggott usai meneruskan umpan tarik Rizky Ridho. Skor jadi 2-2 bertahan hingga babak tambahan usai sehingga laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak penalti, empat penendang Timnas Garuda, yaitu: Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott dan Shayne Pattinaya sukses merobek gawang Thailand yang dijaga Saranon Nauin. Dari kubu Thailand, dua penendangnya Manuel Bihr, Waris Choolthong berhasil mencetak gol, sedangkan Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal. Sarach Yooyen tendangannya menerpa tiang gawang, sedangkan tendangan Nattapong Sayriya ditepis oleh penjaga gawan Indonesia, Emil Audero. Susunan Pemain Indonesia: Emil Audero, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner (Shayne PAttynama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":59150,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-59149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olah-raga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59149"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59149\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59151,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59149\/revisions\/59151"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lampungbarometer.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}